Duh, Harga Emas Jatuh Kamis Pagi


Kamis, 20 Agustus 2020 - 08:38:34 WIB
Duh, Harga Emas Jatuh Kamis Pagi Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM- Pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat atau Kamis (208/2020) pagi WIB) harga emas dunia  jatuh di bawah level psikologis 2.000 dolar AS per ounce.

Menukiknya  hara emas   karena dolar melonjak dan imbal hasil obligasi AS naik setelah risalah pertemuan Federal Reserve AS pada Juli menunjukkan para pembuat kebijakan menyatakan sedikit dukungan untuk membatasi imbal hasil obligasi. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, anjlok 42,8 dolar AS atau 2,13 persen menjadi ditutup pada 1.970,30 dolar AS per ounce.

Sehari sebelumnya (18/8), emas berjangka naik 14,4 dolar AS atau 0,72 persen menjadi 2.013,10 dolar AS per ounce, setelah melonjak 48,9 dolar AS atau 2,51 persen menjadi 1.998,70 dolar AS pada Senin (17/8).

"Salah satu kekhawatiran adalah bahwa Fed mungkin akan mengadopsi kontrol kurva imbal hasil, yang akan menjadi katalis kuat untuk berlanjutnya pelemahan dolar, tetapi mereka mengatakan mereka tidak mempertimbangkannya sekarang," kata Edward Moya, analis pasar senior di broker OANDA seperti dilansir Antara.

“Itu akan menjadi hasil yang paling dovish dari risalah (The Fed), tapi kami tidak mendapatkannya,” tambah Moya.

Membatasi imbal hasil obligasi dapat mengurangi daya tarik surat utang Departemen Keuangan AS dan menekan mata uang AS, meningkatkan daya pikat logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.

Imbal hasil obligasi AS naik dan dolar melonjak 0,8 persen setelah risalah pertemuan Fed dirilis, mengakhiri penurunan lima sesi ke level terendah dua tahun.

The Fed menegaskan kembali penurunan ekonomi yang dipicu oleh pandemi virus corona menghadapi jalur yang sangat tidak pasti dan stimulus fiskal tambahan diperlukan untuk mendukung perekonomian.

“Harapan bahwa Fed akan melakukan sesuatu yang lebih, telah menjadi katalis untuk penjualan pada saat ini,” kata Jeffrey Sica, pendiri dari Circle Squared Alternative Investments.

"Mereka tidak memberikan indikasi apa pun bahwa mereka akan menciptakan jumlah likuiditas yang diharapkan investor emas untuk mendapatkan harga di atas 2.000 dolar AS," tambah Sica.

Langkah-langkah stimulus yang meluas dan lingkungan suku bunga rendah mendorong harga emas ke puncak sepanjang masa pada 7 Agustus, tetapi emas telah mengurangi kenaikannya sejak itu.

Emas juga tertekan pada Rabu (19/8) ketika seorang pejabat senior pemerintah Trump mengatakan rancangan undang-undang bantuan virus corona yang lebih kecil senilai sekitar 500 miliar dolar AS dapat dicapai, dibandingkan dengan antara satu triliun dan tiga triliun dolar AS yang sebelumnya diharapkan.

Namun prospek keseluruhan untuk emas tetap bullish karena investor mengkhawatirkan langkah-langkah inflasi yang diambil oleh bank sentral dan pemerintah di seluruh dunia sebagai reaksi terhadap dampak ekonomi dari wabah COVID-19. Kekhawatiran tambahan tetap mengenai potensi gelombang kedua pandemi yang dimulai pada musim gugur.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 73,5 sen atau 2,62 persen menjadi ditutup pada 27,34 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun 19,1 dolar AS atau 1,96 persen menjadi menetap pada 956,3 dolar AS per ounce. (*)

loading...
 Sumber : Antara /  Editor : Dodi

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 12 September 2020 - 12:02:47 WIB

    Duh, Belanja Online Kena Pajak 10% Bulan Depan

    Duh, Belanja Online Kena Pajak 10% Bulan Depan HARIANHALUAN.COM - Direktur Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan memastikan pelaporan pajak pertambahan nilai (PPN) dari setiap transaksi pembelian di PT Shopee International Indonesia dimulai bulan depan alias 1 Oktober.
  • Rabu, 09 September 2020 - 09:47:46 WIB

    Aduh, Nilai Rupiah Menukik Rabu Pagi

    Aduh, Nilai Rupiah Menukik Rabu Pagi HARIANHALUAN.COM-Pada transaksikan antarbank di Jakarta,  Nilai tukar (kurs) rupiah bergerak melemah, pada Rabu pagi  (9/9/2020)..
  • Selasa, 01 September 2020 - 18:12:27 WIB

    Duh, Nasib Pertumbuhan Ekonomi RI 2021 Tergantung Vaksin Covid-19

    Duh, Nasib Pertumbuhan Ekonomi RI 2021 Tergantung Vaksin Covid-19 HARIANHALUAN.COM - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mematok pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 sebesar 4,5-5,5%. Tapi hal itu bisa dicapai tergantung beberapa faktor, salah satunya keberhasilan vaksin virus Corona (COVID-.
  • Ahad, 30 Agustus 2020 - 06:17:03 WIB

    Duh, Perusahaan Ternama Ini Bakal PHK 18.000 Karyawan

    Duh, Perusahaan Ternama Ini Bakal PHK 18.000 Karyawan HARIANHALUAN.COM - Perusahaan kasino ternama asal Las Vegas, MGM Resorts International memutuskan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 18.000 karyawannnya di AS. Keputusan ini diambil karena belasan ribu ka.
  • Kamis, 27 Agustus 2020 - 20:44:50 WIB

    Waduh, Utang Pemerintah Bengkak Lagi Jadi Rp5.435 Triliun

    Waduh, Utang Pemerintah Bengkak Lagi Jadi Rp5.435 Triliun HARIANHALUAN.COM - Secara nominal, posisi utang Pemerintah Pusat mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat posisi utang Pemerintah per akhir Juli 2020 ber.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]