Sekolah Kembali Dibuka, KPAI: RI Harus Belajar dari Negara Lain


Kamis, 20 Agustus 2020 - 09:59:30 WIB
Sekolah Kembali Dibuka, KPAI: RI Harus Belajar dari Negara Lain Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan Retno Listyarti mengatakan, kebijakan pembukaan sekolah untuk zona hijau dan kuning perlu menjadi perhatian penuh. Indonesia harus belajar dari kejadian di negara lain.

Retno menuturkan, meski Covid-19 menjadi masalah di semua negara, kerentanan bisa berbeda. Indonesia seharusnya menyelisik dengan hati-hati kapasitasnya dalam mengelola risiko pembukaan sekolah sehingga bisa memproyeksikan untung dan ruginya.

“Anak-anak di Korea Selatan misalnya, kembali ke kelas pada pertengahan Mei, ketika kasus setiap hari di bawah 50 orang. Sempat mengalami peningkatan sehingga kembali menerapkan pengajaran daring di beberapa sekolah, tetapi dengan kecepatan surveilans, wabah kembali bisa dikendalikan,” ujarnya pada telekonferensi 'Pembukaan Sekolah di Kenormalan Baru', Rabu (19/8/2020).

Sementara kata Retno, Israel mengalami kegagalan. Israel kembali menutup sekolah pada 3 Juni setelah membuka pada 3 Mei. Dalam kurun waktu sebulan, ada 2.026 siswa, guru, dan staf dinyatakan positif Covid-19 dan 28.147 siswa dikarantina karena diduga terpapar virus.

“Di satu sekolah, ada lebih 130 kasus. Secara nasional, jumlah kasus meningkat dari 50 kasus baru setiap hari menjadi sekitar 1.500 kasus per hari dalam sebulan. Data mengungkapkan, sekolah menjadi tempat infeksi tertinggi kedua selama bulan Juni. Ini sumber dari Majalah Time, 20 Juli 2020,” ujar Retno.

Retno menuturkan, banyak kajian menunjukkan penutupan sekolah bisa mengerem laju penularan dan kematian akibat Covid-19. Kajian Katherine A Auger menyebut, penutupan sekolah di Amerika Serikat (AS) pada 9 Maret hingga 7 Mei 2020 menurunkan infeksi Covid-19 hingga 62 persen dan kematian berkurang 58 persen. 

“Dengan mengekstrapolasi temuan mereka ke populasi AS, peneliti menyimpulkan, penutupan sekolah mengurangi sekitar 1,37 juga kasus dan kematian hingga 40.600 orang yang ditulis di Journal of the American Medical Association, 29 Juli 2020,” ucap Retno.

Oleh karena itu, Retno menuturkan, data menjadi kunci untuk membuka sekolah. Sementara saat ini secara nasional, wabah di Indonesia belum terkendali dengan penambahan rata-rata di atas 1.500-2.000 kasus per hari dan kematian di atas 50 orang per hari, sehingga menempatkan Indonesia di urutan -23 negara dengan total kasus Covid-19 dan peringkat 20 kematian terbanyak di dunia. (*)

loading...
 Sumber : beritasatu.com /  Editor : Heldi Satria
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]