Kasus Pembobolan Uang Nasabah, Kabid Humas: Ada Laporan Karena Kelalaian dari Bank


Kamis, 20 Agustus 2020 - 13:19:16 WIB
Kasus Pembobolan Uang Nasabah, Kabid Humas: Ada Laporan Karena Kelalaian dari Bank Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayu.

HARIANHALUAN.COM - Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto saat dihubungi harianhaluan.com, Kamis (20/8/2020) siang membenarkan memang ada laporan yang masuk dengan terlapor salah satu bank di Sumbar. Itu dibuat oleh Penasehat Hukum dari korban pembobolan uang nasabah. Namun, pihaknya saat ini masih mendalami laporan tersebut dan melakukan verifikasi. 

"Memang ada laporan ke kita, terlapornya salah satu bank di Sumbar. Jadi, dalam laporan itu, bank ini dinilai lalai dalam mencairkan uang nasabah. Yang membuat laporan adalah penasehat hukum dari korban," jelas Satake.

Sementara itu, untuk tersangka, kata Satake, saat ini diamankan oleh Polresta Padang karena laporan pencuriannya ada disana. Makanya, kasus pembobolan yang dilakukan oleh oknum honorer ini ditangani oleh Polresta Padang. Sedangkan, laporan perdata untuk bank itu baru ditangani oleh Polda. "Sejauh ini, laporan itu masih dalam pendalaman, kita akan memeriksa dulu sejumlah saksi dan juga korban," sebutnya.

Sebelumnya, kasus pembobolan uang nasabah salah satu bank di Sumbar ternyata berbuntut panjang. Penasehat Hukum korban, Missiniaki Tommi menyebut, perkara yang dialaminya kliennya jelas adanya kelalaian dari petugas bank. Maka dari itu, pihaknya juga melaporkan ke Polda Sumbar hingga melakukan somasi terhadap bank tersebut.

"Aduan terkait kelalaian petugas bank. Kalau soal perdata lagi dikonsep, masuk gugatan sederhana. Kami meminta pertanggungjawaban bank. Karena menurut kami ada kelalaian bank yang membuat kami rugi," tegasnya. 

Tommi mengungkapkan, dalam penarikan dana hampir semua bank memiliki standar operasional prosedur yang sama. Salah satunya, apabila ada orang penarikan dana di bank di luar tempat rekening dibuka mestinya memperlihatkan KTP Asli. "Ini tidak ada KTP asli, kok bisa dicairkan. Terus biasanya pasti verifikasi datanya. Yang punya rekening perempuan yang menarik laki-laki, kok dikasih uangnya. Tiga kali penarikan lagi," sesalnya kepada wartawan.

Sampai saat ini, kata Tommi, kliennya belum mendapatkan keterangan resmi oleh manajemen bank terkait persoalan tersebut. Sedangkan surat somasi terhadap bank terkait telah dilayangkan beberapa waktu lalu. "Memang diakui klien saya, dia dihubungi beberapa kali oleh pihak bank untuk bertemu, tapi tak mau karena diserahkan ke saya. Sedangkan, bank itu tak ada komunikasi sama saya selaku penasehat hukum," tutupnya. (*)

loading...
Reporter : Buliza Rahmat /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]