Rizal Ramli Sebut Utang Buat Ekonomi Semakin Merosot


Jumat, 21 Agustus 2020 - 16:15:32 WIB
Rizal Ramli Sebut Utang Buat Ekonomi Semakin Merosot Rizal Ramli diperiksa KPK.

HARIANHALUAN.COM - Rizal Ramli, menilai beban utang yang ditopang pemerintah Indonesia akan berdampak signifikan pada kemerosotan ekonomi. Seperti diketahui, berdasarkan data Februari 2020, Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mencapai USD 407,5 miliar atau sekitar Rp6.316 triliun dengan asumsi kurs Rp 15.500 per USD.

Utang itu terdiri dari sektor publik (pemerintah dan bank sentral) sebesar USD 203,3 miliar dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar USD 204,2 miliar. "Jadi banyak yang tidak paham soal utang berdampak pada ekonomi semakin merosot," jelas dia dalam sebuah diskusi di Jakarta, Jumat (21/8).

Dia mengatakan, apalagi, setiap pemerintah mengeluarkan Surat Utang Negara (SUN) maka 30 persen dana di lembaga keuangan atau orang-orang kaya secara otomatis akan pindah buat beli SUN. Sementara, sampai dengan semester I 2020, pertumbuhan kredit tercatat hanya mencapai 3,8 persen saja.

"Jadi tidak aneh setiap pemerintah terbitkan SUN bank lembaga keuangan orang kaya berbondong-bondong beli SUN tapi akibatnya pertambahan kredit di masyarakat anjlok. Itu yang jelaskan kenapa pada 2013 pertumbuhan kredit hanya 6 persen biasanya kalau ekonomi normal tumbuh 6 persen itu tumbuh kredit minimal 14-18 persen," jelas dia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan, pendapatan negara dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2021 mencapai Rp 1.776,4 triliun dan belanja negara Rp2.747,5 triliun. Maka Defisit Anggaran diperkirakan mencapai Rp971,2 triliun atau setara 5,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Dia menjelaskan, defisit anggaran tahun 2021 akan dibiayai dengan memanfaatkan sumber-sumber pembiayaan yang aman, dan dikelola secara hati-hati. Pembiayaan utang dilaksanakan secara responsif mendukung kebijakan countercyclical dan akselerasi pemulihan sosial ekonomi.

"Pengelolaan utang yang hati-hati selalu dijaga Pemerintah secara konsisten," kata Jokowi di Jakarta, Jumat (14/8).

Pembiayaan defisit RAPBN tahun 2021 akan dilakukan melalui kerja sama dengan otoritas moneter, dengan tetap menjaga prinsip disiplin fiskal dan disiplin kebijakan moneter, serta menjaga integritas, kredibilitas, dan kepercayaan pasar surat berharga pemerintah.

Komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan fiskal dilakukan agar tingkat utang tetap dalam batas yang terkendali. Pemerintah terus meningkatkan efisiensi biaya utang melalui pendalaman pasar, perluasan basis investor, penyempurnaan infrastruktur pasar Surat Berharga Negara (SBN), diversifikasi, dan mendorong penerbitan obligasi/sukuk daerah. (*)

loading...
 Sumber : merdeka.com /  Editor : Heldi Satria
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]