Dua Oknum Polisi di Jembrana Dimutasi Usai Peras Turis Jepang


Jumat, 21 Agustus 2020 - 18:20:44 WIB
Dua Oknum Polisi di Jembrana Dimutasi Usai Peras Turis Jepang Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono.

HARIANHALUAN.COM – Polres Jembrana, Bali memutasi dua oknum polisi yang bertugas di Polsek Pekutatan setelah sebuah video keduanya melakukan pemerasan terhadap turis asal Jepang viral di media sosial. Mutasi dilakukan untuk keperluan pemeriksaan dan bila terbukti keduanya bisa terancam dipecat.

Dua orang polisi di Polsek Pekutatan masing-masing berpangkat Aipda dan Bripka ketahuan memeras turis asal Jepang yang menggunakan sepeda motor. Peristiwa itu terjadi saat polisi melakukan razia di jalur Denpasar-Gilimanuk, Pekutatan, pada pertengahan 2019, namun videonya baru viral baru-baru ini.

“Polri tidak menoleransi setiap anggota yang melakukan tindakan yang mencoreng institusi, termasuk melakukan pungutan liar berkedok operasi kepolisian,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono di Jakarta, Jumat (21/8/2020).

Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gede Adi Wibawa menjelaskan, oknum polisi tersebut merupakan anggota Polsek Pekutatan yang tengah melakukan razia di jalur Denpasar-Gilimanuk, Pekutatan, Jembrana. Pihaknya secara rutin menggelar razia di jalan utama tersebut karena Jembrana termasuk perlintasan barang atau orang dari Jawa ke Bali.

Namun, sayangnya ada oknum polisi tidak bertanggung jawab yang memanfaatkannya dengan meminta uang Rp1 juta kepada seorang turis asal Jepang yang mengendarai sepeda motor. Alasan kedua polisi tersebut, turis Jepang itu ditilang karena tidak menghidupkan lampu kendaraan di siang hari meski surat-surat lengkap.

Rekaman video yang memperlihatkan aksi pemerasan itu lalu diunggah oleh youtuber asal Jepang bernama Style Kenji. Tak lama setelah viral di media sosial, Polres Jembrana menyelidiki kasus tersebut. Kedua oknum polisi mengakui perbuatannya. Saat ini, menurut Argo Yuwono, dua oknum polisi tersebut telah mendapatkan sanksi internal.

Propam Polres Jembrana juga mendalami peran dari masing-masing oknum dan mendalami penggunaan uang yang diminta oknum tersebut dari turis Jepang itu. Argo juga menegaskan bahwa tindakan oknum tersebut tidak dibenarkan dan Polri meminta maaf kepada masyarakat jika masih ada tindakan oknum kepolisian seperti yang terjadi di Jembrana, Bali.

“Masyarakat silakan melaporkan manakala ada tindakan oknum seperti di Jembrana, tidak perlu takut atau ragu,” tutupnya. (*)

loading...
 Sumber : Haluan Media Group /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]