Tersangka Aborsi 2.638 Janin Bisa Terancam 10 Tahun Penjara atau Lebih


Jumat, 21 Agustus 2020 - 18:42:57 WIB
Tersangka Aborsi 2.638 Janin Bisa Terancam 10 Tahun Penjara atau Lebih ilustrasi bayi

HARIANHALUAN.COM - Pengamat Hukum Pidana dari Universitas Riau Dr Erdianto Effendi mengatakan, tersangka pelaku praktik aborsi ilegal terhadap 2.638 jabang bayi di klinik di kawasan Kenari, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat bertentangan dengan UU Nomor 36Tahun 2009 tentang Kesehatan sehingga bisa diancam 10 tahun penjara.

"Sanksi pidana bagi pelaku aborsi ilegal diatur dalam Pasal 194 bahwa setiap orang yang dengan sengaja melakukan aborsi tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar," kata Erdianto di Pekanbaru, Jumat.

Pendapat demikian disampaikannya terkait kasus pembunuhan sebanyak 2.638 jabang bayi, di sebuah klinik aborsi ilegal di kawasan Kenari, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat dan 17 tersangka telah ditangkap aparat kepolisian. Menurut Erdianto, pada dasarnya setiap orang dilarang melakukan aborsi berdasarkan pasal 75 ayat (1) UU Kesehatan. 

Pengecualian terhadap larangan melakukan aborsi diberikan hanya dalam dua kondisi. Pertama, indikasi kedaruratan medis yang dideteksi sejak usia dini kehamilan, baik yang mengancam nyawa ibu dan/atau janin, yang menderita penyakit genetik berat dan/atau cacat bawaan, maupun yang tidak dapat diperbaiki sehingga menyulitkan bayi tersebut hidup di luar kandungan.

Atau kehamilan akibat perkosaan yang dapat menyebabkan trauma psikologis bagi korban perkosaan (Pasal 75 ayat [2] UU Kesehatan) "Namun, tindakan aborsi yang diatur dalam Pasal 75 ayat (2) UU Kesehatan itu pun hanya dapat dilakukan setelah melalui konseling dan/atau penasehatan pra tindakan dan diakhiri dengan konseling pasca tindakan yang dilakukan oleh konselor yang kompeten dan berwenang (Pasal 75 ayat [3] UU Kesehatan)," katanya.

Selain itu, aborsi hanya dapat dilakukan, sebelum kehamilan berumur 6 (enam) minggu dihitung dari hari pertama haid terakhir, kecuali dalam hal kedaruratan medis, oleh tenaga kesehatan yang memiliki keterampilan dan kewenangan yang memiliki sertifikat yang ditetapkan oleh menteri dengan persetujuan ibu hamil yang bersangkutan, dengan izin suami, kecuali korban perkosaan dan penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Menteri.

Berikutnya, dalam Pasal 194 UU Kesehatan tersebut dapat menjerat pihak dokter dan/atau tenaga kesehatan yang dengan sengaja melakukan aborsi ilegal, maupun pihak perempuan yang dengan sengaja melakukannya. Selain itu, sanksi pidana bagi pelaku aborsi ilegal juga diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

"Terhadap 17 pelaku dapat diterapkan pasal 55 KUHP tentang penyertaan, dimana para pelaku bekerjasama secara sadar melakukan perbuatan yang dilarang oleh hukum," katanya. (*)

loading...
 Sumber : Antara /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 23 September 2020 - 15:08:09 WIB

    Tim Elang Tembak Tersangka Curanmor di Padang

    Tim Elang Tembak Tersangka Curanmor di Padang HARIANHALUAN.COM - Dengan jalan terseok-terseok usai dihadiahi timah panas, tersangka pencurian kendaraan bermotor Dodi Eka Putra alias Codoik (34) digotong Tim Elang Satreskrim Polresta Padang ke Rumah Sakit Bhayangkara untu.
  • Jumat, 18 September 2020 - 14:50:00 WIB

    Penyebar Identitas KTP Ketua KPU Sumbar Resmi Jadi Tersangka

    Penyebar Identitas KTP Ketua KPU Sumbar Resmi Jadi Tersangka HARIANHALUAN.COM - Oknum Satgas Covid-19 Rita Sumarni ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyebaran identitas KTP Ketua Komisi Pemilihan Umum Sumatera Barat, Amnasmen di media sosial facebook..
  • Kamis, 17 September 2020 - 17:40:03 WIB

    Sadis! Begini Modus Pasangan Kekasih Tersangka Mutilasi Kalibata City

    Sadis! Begini Modus Pasangan Kekasih Tersangka Mutilasi Kalibata City HARIANHALUAN.COM - Sepasang kekasih berinisial DAF dan LAS ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan dan mutilasi terhadap Rinaldi Harley Wismanu. Korban diduga dibunuh oleh dua tersangka di sebuah apartemen di daerah Pasar Bar.
  • Kamis, 17 September 2020 - 12:33:52 WIB

    Wakil Bupati Penabrak Polwan Jadi Tersangka, Ancamannya 12 Tahun Penjara

    Wakil Bupati Penabrak Polwan Jadi Tersangka, Ancamannya 12 Tahun Penjara HARIANHALUAN.COM - Wakil Bupati (Wabup) Yalimo, Erdi Dabi ditetapkan sebagai tersangka karena menabrak Polwan Polda Papua bernama Bripka Christin Meisye Batfeny (36) hingga tewas. Erdi terancam hukuman 12 tahun penjara..
  • Rabu, 16 September 2020 - 16:15:38 WIB

    Coba Kabur, Tersangka Pencurian Kendaraan Bermotor Dihadiahi Timah Panas

    Coba Kabur, Tersangka Pencurian Kendaraan Bermotor Dihadiahi Timah Panas HARIANHALUAN.COM - Tersangka berinisial DS (30) terpaksa dihadiahi timah panas di bagian kaki, karena mencoba kabur saat dilakukan penangkapan di kawasan Simpang Cendana Mata Air, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar), Selasa (.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]