Bawaslu Kota Solok Kumpulkan Kandidat Pilkada dan Pimpinan Parpol, Ada Apa?


Sabtu, 22 Agustus 2020 - 11:55:28 WIB
Bawaslu Kota Solok Kumpulkan Kandidat Pilkada dan Pimpinan Parpol, Ada Apa? Ketua Bawaslu Kota Solok Triati menjelaskan tentang titik-titik rawan pelanggaran dalam proses Pilkada nantinya. ALFIAN

HARIANHALUAN.COM - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Solok mengumpulkan para kandidat dan pimpinan partai politik yang mengusung bakal calon Walikota/ Wakil Walikota Solok, Sabtu (22/8/2020) di kantor Bawaslu.

Pengumpulan kandidat dan pimpinan partai politik dilaksanakan Bawaslu untuk sosialisasi tentang pelanggaran yang mungkin timbul saat proses pencalonan dan hasil Pilkada Kota Solok yang dihelat Desember nanti.

Ketua Bawaslu Triati di hadapan kandidat dan pimpinan parpol menyebutkan, setiap pesta demokrasi pasti akan terjadi pelanggaran, baik oleh peserta maupun kandidat sendiri.
 
Bawaslu pada intinya tidak menginginkan adanya sengketa dalam proses pelaksanaan Pilkada nantinya, namun jika memang terjadi Bawaslu siap memrosesnya sesuai tingkatan pelanggaran yang terjadi.

"Untuk menekan terjadinya sengketa, makanya hari ini saya mengundang pimpinan parpol dan kandidat untuk menjelaskan kemungkinan terjadinya pelanggaran," katanya.

Triati juga menjelaskan tentang titik krusial yang mungkin terjadi pelanggaran, seperti dalam proses pencalonan, haruslah yang menandatangani pimpinan parpol dan sekretaris jika diusung dari parpol. Tidak bisa diwakilkan, kemudian pimpinan parpol juga memperlihatkan SK selaku ketua dan sekretaris.

Selain masalah yang menandatangani, hal lain yang menjadi titik sentral pengawasan juga tentang ijazah, Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), Laporan Hasil Kekayaan Penyelenggaran Negara (LHKPN) dan Pajak Bumi Bangunan (PBB).

Sementara Budi Sentosa dari Bawaslu juga ikut menjelaskan tentang masalah kampanye, pimpinan parpol haruslah mengetahui jadwal kampanye dan lokasi kampanye serta rentang waktu yang diberikan. Jangan sampai ada kampanye di luar jadwal.

"Yang paling rawan lagi yang selalu menjadi buah bibir masalah politik uang, baik bagi kandidat untuk mendapatkan partai yang populer dengan mahar maupun untuk mendulang suara. Politik uang saat ini masuk ranah pidana baik yang memberi maupun menerima," jelas Budi Sentosa.

Bawaslu berharap untuk suksesnya helat Pilkada Kota Solok, semua masyarakat dan pimpinan partai politik bisa bersama-sama melakukan pengawasan di lapangan. Kemudian juga menjelaskan kepada masyarakat untuk menghindari politik uang dan bersama-sama melakukan pengawasan agar menghasilkan Pemilukada yang jujur dan bersih.(*)

loading...
Reporter : Alfian /  Editor : Nova Anggraini
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]