Meski Resesi, Kekayaan Orang Ini Melesat Rp280 T dan Jadi Orang Terkaya Singapura


Sabtu, 22 Agustus 2020 - 14:35:12 WIB
Meski Resesi, Kekayaan Orang Ini Melesat Rp280 T dan Jadi Orang Terkaya Singapura pasutri Zhang Yong dan Shu Ping jadi orang terkaya singapura

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kekayaan pasutri Zhang Yong dan Shu Ping malah melesat dan menduduki peringkat pertama sebagai orang terkaya di Singapura, padahal Singapura tengah kejatuhan ekonomi akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Harta Zhang Yong, pendiri Haidilao, bertambah US$ 5,2 miliar (7,1 miliar dolar Singapura) ke kekayaan bersihnya. Istrinya, Shu Ping, yang merupakan salah satu pendiri dan direktur Haidilao International Holding, masuk daftar bersamanya tahun ini.

Pasangan itu memimpin dengan kekayaan bersih gabungan sebesar US$ 19 miliar atau setara dengan Rp 280,5 triliun (asumsi Rp 14.764/US$). Kekayaan mereka didapat dari bisnis jaringan hotpot Sichuan Haidilao, yang go public pada September 2018.

Sebagaimana dilaporkan oleh CNBC International, Zhang merupakan miliarder kelahiran China yang tidak pernah menyelesaikan sekolah menengah, dan bahkan tidak pernah makan di restoran sungguhan sampai usianya 19 tahun.

Namun beberapa dekade kemudian, Zhang dan istri menjadi orang terkaya nomor 1 di Singapura, dan menjalankan jaringan restoran dengan 768 lokasi di seluruh dunia. Sebagian besar lokasi berada di China, lalu ada di Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, serta Singapura.

Zhang, yang kini berusia 50 tahun, adalah salah satu pendiri dan CEO Haidilao International Holding, perusahaan induk jaringan restoran hotpot China Haidilao, dimana pelanggan disajikan kaldu panas mendidih yang digunakan untuk memasak berbagai daging, sayuran, dan berbagai jenis mi.

Zhang dan Ping memiliki 58% dari Haidilao, menurut Bloomberg. Penilaian besar itu datang 24 tahun setelah Zhang, yang saat itu berusia awal 20-an, berhenti dari pekerjaannya di sebuah pabrik traktor yang dikelola pemerintah di kampung halamannya di Jianyang untuk membuka restoran empat meja pada tahun 1994.

Sebagai seorang pemuda, Zhang berkelana untuk perjalanan pertamanya ke restoran di bagian pedesaan Jianyang, Provinsi Sichuan, China.

Kepada Bloomberg pada 2017, Zhang bercerita, sewaktu remaja biasa makan di kafetaria karyawan pabrik, memberitahu bahwa ia masih mengingat pengalaman makan di restoran pertamanya, yang memiliki staf kasar dan kualitas hotpot di bawah standar.

Zhang putus sekolah menengah atas untuk bekerja mengelas di pabrik traktor. Tapi, pada tahun 1994, setelah berselisih dengan atasannya setelah ditolak menggunakan apartemen perusahaan untuk dirinya dan Shu Ping yang saat itu masih menjadi tunangannya, Zhang meninggalkan pekerjaan itu untuk membuka restoran pertamanya.


Layanan Unik

Namun Zhang mengakui bahwa dia bahkan tidak memiliki latar belakang memasak atau pemahaman yang kuat dalam menyiapkan hidangan hotpot tradisional Sichuan, katanya kepada Forbes pada September 2018 silam.

Tetapi Zhang memiliki visi untuk menawarkan pengalaman restoran yang menarik dan berkesan kepada pelanggan. Saat ini, restoran Haidilao dikenal menawarkan layanan pelanggan seperti manikur gratis dan semir sepatu sambil menunggu meja.

Bahkan karyawan Haidilao dapat menampilkan "tarian mie" yang menghibur, yang melibatkan pelayan yang menari dengan untaian mie panjang seperti pesenam ritmik yang memutar pita bertepung.

Zhang mengatakan bahwa dia percaya akan pentingnya layanan pelanggan yang unggul. "Saya berasal dari pedesaan, di mana orang-orang pedesaan percaya bahwa jika Anda mengambil uang dari orang lain dan Anda tidak membawa keuntungan bagi mereka, maka Anda adalah pembohong," katanya kepada The Wall Street Journal pada 2013.

Berkat formula dan makanan yang menarik perhatian pelanggan di seluruh China, Haidilao kini memiliki ratusan cabang di berbagai belahan dunia.

Kepada Forbes, Zhang mengaitkan kesuksesan perusahaannya dengan insentif finansial yang ia tawarkan kepada manajer yang menjalankan cabang Haidilao.

Perusahaan tersebut dilaporkan menawarkan kepada manajer bagian 3% dari keuntungan restoran mereka, yang menurut Zhang berfungsi sebagai motivasi tambahan bagi manajemen untuk melebihi ekspektasi.

Selain itu, ia juga memuji karyawan karena menghasilkan ide-ide populer yang telah diterapkan di seluruh cabang Haidilao, seperti memberi pelanggan kantong plastik untuk menyimpan ponsel mereka sehingga mereka tidak jatuh ke dalam kaldu panas yang mendidih.

Bahkan restoran tersebut memberikan dan menyediakan ikatan rambut kepada pelanggan berambut panjang agar tak mengganggu saat makan.

"Jika Anda menginginkan kreativitas, Anda harus membiarkan pekerja Anda menemukan dan menggunakan kreasi mereka," kata Zhang kepada The Wall Street Journal.

loading...
 Sumber : CNBC Indonesia /  Editor : Rahma Nurjana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]