Terbukti Berbahaya! 12 Orang Terpapar Corona Akibat Ambil Paksa Jenazah di RSBP Batam


Ahad, 23 Agustus 2020 - 15:14:51 WIB
Terbukti Berbahaya! 12 Orang Terpapar Corona Akibat Ambil Paksa Jenazah di RSBP Batam Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM-Sebanyak 12 positif terpapar virus corona pasca pengambilan jenazah pasien positif Covid-19 nomor 433 di Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam.

 Jenazah tersebut diambil pihak keluarga pada pada Kamis (20/8/2020) lalu,  dan sempat bertahan satu malam di rumah mereka.

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan 12 orang itu adalah merupakan closes kontak erat dengan terkonfirmasi positif nomor 433.

“Data ini merupakan hasil pemeriksaan swab oleh Tim analis BTKLPP Batam,” kata Rudi dalam keterangan tertulisnya Sabtu (22/8/2020) malam.

Dijelaskan Rudi, 12 orang itu ialah. Pertama terkonfirmasi positif kasus nomor 455, laki-laki berinisial M (40 tahun) swasta, beralamat di kawasan Ruko Tiban Bukit Asri Kelurahan Tiban Baru Kecamatan Sekupang.

Kedua, terkonfirmasi positif kasus nomor 456, perempuan berinisial GFC (14 tahun) Pelajar, beralamat di kawasan Ruko Tiban Bukit Asri Kelurahan Tiban Baru Kecamatan Sekupang.

Ketiga, terkonfirmasi positif kasus nomor 457, laki-laki berinisial JBS (60 tahun) Swasta, beralamat di kawasan Ruko Tiban Bukit Asri Kelurahan Tiban Baru Kecamatan Sekupang.

Keempat, terkonfirmasi positif kasus nomor 458, perempuan berinisial AT (51 tahun) Ibu Rumah Tangga (IRT) beralamat di kawasan Ruko Tiban Bukit Asri Kelurahan Tiban Baru Kecamatan Sekupang.

Kelima, terkonfirmasi positif kasus nomor 459, laki-laki berinisial GH (15 tahun) pelajar, beralamat di kawasan perumahan Tiban Lama Kelurahan Tiban Lama Kecamatan Sekupang.

Keenam, terkonfirmasi positif kasus nomor 460, perempuan berinisial DH (16 tahun) Pelajar, beralamat di kawasan perumahan Tiban Lama Kelurahan Tiban Lama Kecamatan Sekupang

Ketujuh, terkonfirmasi positif kasus nomor 461, perempuan berinisial FH (14 tahun) Pelajar, beralamat di kawasan perumahan Tiban Lama Kelurahan Tiban Lama Kecamatan Sekupang.

Delapan, terkonfirmasi positif kasus nomor 462, laki-laki berinisial FYS (14 tahun) pelajar, beralamat di kawasan perumahan Tiban Lama Kelurahan Tiban Lama Kecamatan Sekupang.

Sembilan. Terkonfirmasi positif kasus nomor 463, anak perempuan berinisial MSS (11 tahun) pelajar, beralamat di kawasan perumahan Tiban Lama Kelurahan Tiban Lama Kecamatan Sekupang.

Sepuluh, terkonfirmasi positif kasus nomor 464, perempuan berinisial THD (21 tahun) Swasta, beralamat di kawasan perumahan Tiban Lama Kelurahan Tiban Lama Kecamatan Sekupang.

Sebelas, terkonfirmasi positif kasus nomor 465, perempuan AAL (67 tahun) Ibu Rumah Tangga (IRT) beralamat di kawasan perumahan Tiban Lama Kelurahan Tiban Lama Kecamatan Sekupang.

Dua belas, terkonfirmasi positif kasus nomor 466, perempuan berinisial SW (44 tahun) Wiraswasta, beralamat di kawasan Ruko Tiban Bukit Asri Kelurahan Tiban Baru Kecamatan Sekupang.

“Saat ini yang bersangkutan telah ditempatkan pada ruang perawatan isolasi rumah sakit rujukan Covid-19 RSKI Covid-19 Galang dan sejauh ini kondisinya dalam keadaan stabil,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, jenazah tersebut terkonfirmasi kasus positif Covid-19 nomor 433 di Kota Batam. Yang bersangkutan dibawa ke IGD RSBP Batam pada 19 Agustus 2020 dalam kondisi Death On Arival (DOA).

Dimana sebelumnya memiliki riawayat demam. Untuk itu dilakukanlah pemeriksaan swab hidung atau nasal yang hasilnya diterima dan diketahui terkonfirmasi positif Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Didi Kusmarjadi saat dikonfirmasi haluankepri.com membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Iya betul, sebelumnya almarhum itu pada 19 Agustus 2020 datang ke Rumah Sakit BP Batam dalam keadaan sudah meninggal atau Death On Arival (DOA),” kata Didi, Jumat (21/8/2020).

Dikatakan Didi, pihak rumah sakit mencurigai sebagai pasien Covid-19 dan kemudian dilakukan pengambilan swabnya.

Pihak rumah sakit juga edukasi keluarganya agar menunggu hasil swabnya keluar dulu baru jenazah bisa diputuskan untuk dipulasara sebagai pasien Covid-19 ataupun pasien biasa.

“Namun keluarganya tidak sabar dan tidak bisa menerima penjelasan dan mereka memaksa untuk membawa pulang jenazah tersebut,” ujarnya.

Namun lanjutnya, melalui perundingan yang alot dan panjang lebih kurang semalaman, akhirnya jenazah berhasil diambil kembali oleh Satgas dan dibawa kembali ke RSBP Batam untuk dipulasara secara Covid-19.

“Jenazah itu sempat bertahan satu malam dikeluarganya, karena pihak keluarga ngotot tidak mau menyerahkan kembali jenazah ke satuan tugas,” pungkasnya. (*) 

loading...
 Sumber : Haluankepri.co (Haluan Media Group) /  Editor : Dodi

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]