Pemerintah Kembangkan Layanan Telemedis, Ini Kegunaannya


Ahad, 23 Agustus 2020 - 21:13:17 WIB
Pemerintah Kembangkan Layanan Telemedis, Ini Kegunaannya Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi. Dok Kominfo RI

HARIANHALUAN.COM - Pemerintah mengembangkan telemedis untuk meningkatkan akses layanan kesehatan yang berkualitas di tengah pandemi Covid-19. Kementerian Kesehatan tengah mengembangkan pemanfaatan perkembangan teknologi, guna memudahkan masyarakat untuk dapat berobat tanpa harus bertatap muka dengan dokter.

“Kementerian Kesehatan turut mendorong masyarakat memanfaatkan teknologi telemedicine atau telemedis untuk dapat meningkatkan aksesibilitas dan keterjangkauan layanan kesehatan yang berkualitas di tengah pandemi Covid-19,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi dalam Diskusi Publik "Telemedisin untuk Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan”, dari Ruang Serbaguna Kementerian Kominfo, Jakarta, dikutip Minggi (23/08/2020).

Layanan telemedis merupakan pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh dokter dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk mendiagnosis, mengobati, mencegah, dan mengevaluasi kondisi kesehatan pasien. Layanan itu memungkinkan dokter memberikan layanan tanpa tatap muka.

Mewakili Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Sekjen Kemenkes menilai kehadiran teknologi informasi Indonesia dapat membangun sebuah sistem yang bisa menembus kemudahan akses dalam mendapatkan layanan kesehatan yang bermutu dalam satu bingkai bangunan yang disebut dengan e-health ata e-kesehatan.

“Dibanding di bidang kesehatan, teknologi informasi tidak saja dapat berfungsi tata kelola manajemen informasi dan sistem pelaporan dan pencatatan, tetapi lebih dari itu,” jelasnya.

Menurut Sekjen Oscar Primadi, layanan kesehatan berbasis teknologi diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu bagi masyarakat. Selain itu, telemedicine juga akan memberikan kemudahan akses kesehatan.

Atasi Disparitas Faskes

Sekjen Kemenkes mengatakan, penerapan aplikasi telemedis merupakan jawaban atas tingginya disparitas fasilitas pelayanan kesehatan di berbagai wilayah Indonesia akibat faktor geografis.Saat ini terdapat 10.168 puskesmas, 2.877 rumah sakit, 9.205 klinik, dan 30.260 apotek yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. 

"Menghadapi situasi seperti ini, tentunya semua pihak merasakan betapa manfaat teknologi informasi menjadi suatu keharusan, teknologi informasi menjadi suatu keniscayaan," ucapnya.

Sekjen Oscar Primadi menambahkan, pihaknya juga berkomitmen untuk mengembangkan program telemedis di Indonesia dengan memasukkan program itu sebagai salah satu indikator dalam rencana strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2015-2019. Bahkan ke depannya tahun 2020-2024 dengan penekanan-penekanan yang lebih kuat.

Dalam acara itu, Sekjen Kemenkes menyampaikan saat ini tengah dikembangkan pula pelatihan berbasis e-learning berjarak jauh guna memberikan kemudahan untuk meningkatkan profesionalitas  tenaga kesehatan (nakes).

“Jadi, pelatihan-pelatihan akan didapatkan oleh nakes-nakes yang berada jauh di ujung perbatasan sana, kemudian yang ada di seberang-seberang pulau di sana agar tidak ketinggalan dengan saudara-saudaranyanya nakes yang ada di pulau Jawa,” ungkapnya. (*)

loading...
 Sumber : Kominfo RI /  Editor : Milna Miana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]