Begini Data dan Fakta Tentang Hebatnya Enam Jembatan di Batam Kepri


Senin, 24 Agustus 2020 - 09:20:48 WIB
Begini Data dan Fakta Tentang Hebatnya Enam Jembatan di Batam Kepri Jembatan III atau Jembatan Raja Ali Haji di Barelang. (istimewa)

HARIANHALUAN.COM-Enam jembatan yang menghubungkan Pulau Batam, Rempang, dan Galang (Barelang) di Provinsi Kepri, telah menjadikan ketiga pulau ini menjadi satu kesatuan yang diharapkan bisa memberi dampak positif bagi masyarakat.

Apa saja keenam jembatan itu?

Pertama, Jembatan Tengku Fisabilillah atau biasa disebut juga Jembatan I atau Jembatan Barelang. Jembatan ini paling besar dan terpanjang. Kedua, Jembatan Nara Singa II atau Jembatan II. Ketiga, Jembatan Raja Ali Haji atau Jembatan III. Keempat, Jembatan Sultan Zainal Abidin atau Jembatan IV. Kelima, Jembatan Tuanku Tambusai atau Jembatan V. Keenam, Jembatan Raja Kecik atau Jembatan VI.


Secara keseluruhan, panjang enam jembatan ini adalah 2.264 meter

Pembangunan enam jembatan ini tidak bisa dilepaskan dari jasa mantan Ketua Otorita Batam (kini: Badan Pengusahaan (BP) Batam) dan mantan Presiden ke-3 RI, BJ. Habibie.

Lewat tangan dan kerja keras mantan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) di zaman Presiden Soeharto itu, jembatan-jembatan ini terwujud. Kala itu dia berpendapat, dengan dibangunnya enam jembatan tersebut, maka tiga pulau besar di wilayah Kepri ini dapat disatukan. Dan segala potensinya akan bisa memberikan dampak positif pada masyarakat dan daerah ini.

Uniknya, semua jembatan ini memiliki konstruksi dan bentuk yang berbeda. Tahu kenapa? Hal itu bertujuan agar jembatan ini dapat menjadi semacam laboratorium lapangan bagi insinyur Indonesia untuk menerapkan ilmu yang dipelajari. Khususnya dalam bidang teknologi. Dan hebatnya lagi, saat dikerjakan, pembangunannya menggunakan teknologi tinggi yang melibatkan insinyur-insinyur terbaik Indonesia tanpa campur tangan dari tenaga ahli luar negeri.

Khusus untuk Jembatan III, tahukah fakta seputar jembatan yang bernama Jembatan Raja Ali Haji ini?

Jembatan ini memiliki panjang 270 M dengan lebar 18 M dengan perkerasan jalan 2×6,45 m. Jembatan ini menghubungkan Pulau Nipah dan Setoko. Nama Raja Ali Haji diabadikan untuk jembatan ini. Dia merupakan seorang ulama, sejarawan, dan pujangga abad ke-19 dari Kerajaan Lingga. Dia merupakan cucu Raja Haji Fisabilillah yang dikenal sebagai pencatat pertama dasar-dasar tata bahasa Melayu. Mahakarya Raja Ali Haji adalah Gurindam Dua Belas.

Jembatan ini terdiri dari enam bentang, setiap bentang memiliki panjang 45 m, yang masing-masing terdiri dari dua jalur yang dipisahkan oleh median dengan trotoar pada masing-masing sisi. Dan setiap jalur terdiri dari dua buah.

Ruang bebas dari muka air laut surut setinggi sekitar 15 m. Jembatan ini merupakan jembatan dengan tipe segmental concrete box girder dengan tipe pondasi abutment.

Manajemen konstruksi kontraktor PT Bangun Cipta Kontraktor dan subkontraktor PT VSL Indonesia dilakukan oleh PT Profes Cipta Wahana Teknik.

Jembatan ini dikerjakan selama 901 hari dan selesai pada 31 Maret 1996 dengan tenaga kerja terlibat 8-10 sarjana, 18-26 tenaga menengah, dan 190-220 orang pekerja.

Menurut rencana, Pulau Setokok akan dikembangkan sebagai kawasan suaka alam, pelestarian alam, cagar alam, dan ilmu pengetahuan.

Sebagian wilayahnya juga diperuntukan sebagai permukuman dan pariwisata. (*)

loading...
 Sumber : Haluankepri.co (Haluan Media Group) /  Editor : Dodi

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]