Tegas! Natalius Pigai Jawab Tudingan Dubes Palestina yang Sebut KAMI Lawan Negara


Senin, 24 Agustus 2020 - 10:09:45 WIB
Tegas! Natalius Pigai Jawab Tudingan Dubes Palestina yang Sebut KAMI Lawan Negara Eks Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai

HARIANHALUAN.COM - Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai angkat bicara membalas pernyataan Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al-Shun yang mengatakan bahwa deklarasi KAMI adalah acara melawan pemerintah resmi.

Natalius menanggapi pernyataan Dubes Zuhair dalam sebuah video yang mengatakan bahwa ia tidak bisa mendampingi kelompok yang melaran pemerintah remi yang mendukung rakyatnya di Palestina.

Natalius mengangggap bahwa Dubes Zuhair telah salah memahami pembentukan KAMI. Pria asal Papua itu menyatakan bahwa KAMI tidak dibentuk untuk melawan negara.

"You had already clarified that, Mr Ambassador, it was enough! How did you know KAMI against to the state? KAMI is civilian society for articulate human rights interest to the govern.

(Anda sudah mengklarifikasinya, Tuan Duta Besar, itu sudah cukup! Dari mana Anda tahu KAMI melawan negara? KAMI adalah masyarakat sipil yang mengertikulasikan kepentingan hak asasi manusia kepada pemerintah)," tulis Natalius lewat cuitannya.

Nataius Pigai melanjutkan bahwa sebaiknya Dubes Palestina tidak perlu memperluas masalah soal deklarasi KAMI.

"You are frankly speaking as you did to Israel. Din is not Jews & Israel. Be wisdom please!


(Anda berbicara terus terang seperti yang Anda lakukan terhadap Israel. Din bukan Yahudi & Israel. Tolong bijaksana lah!)" tegas Natalius.

Dubes Zuhair menyatakan dalam video klarifikasinya bahwa ia telah mengirimkan pernyataan kepada Din Syamsuddin soal kesalahapahamannya hadir dalam deklarasi KAMI.

"Saudaraku, saya tidak layak mendampingimu. Saya tidak bisa menampingimu melawan pemerintah resmi yang mendukung saya dan rakyat saya. Maafkan saya. Saya ingin merayakan acara kemerdekaan saja bersamamu. Saya di sana hanya 5 menit dan kemudian saya meninggalkan acara," kata Zuhair dalam video klarifikasinya.

Sementara itu, Din Syamsuddin juga mengakui soal kesalahpahaman tersebut.

"Rupanya ada kesalahpahaman. Beliau tidak baca saksama undangan," ujar Din saat dihubungi, Rabu (19/8/2020).

Sebelumnya, Zuhair diberikan undangan oleh Din yang juga Ketua Persatuan Persahabatan Indonesia Palestina.

Karena kedekatan keduanya, maka Zuhair pun mau memenuhi acara tersebut. Lebih lanjut, Din menyebut bukan hanya Zuhair saja yang dikirimkan undangan.

Sebab, panitia KAMI juga bahkan memberikan undangan kepada sejumlah dubes meskipun tidak seluruhnya dapat hadir.

"Dubes (AS, Inggris, Australia, Russia, Mesir, Saudi Arabia, Palestina, Iran, dan Negara-negara ASEAN). Sebagian menjawab tidak bisa hadir karena tidak berada di tempat, sebagian tidak ada jawaban," ujarnya. (*)

loading...
 Sumber : Suara.com /  Editor : Heldi Satria

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 06 September 2020 - 15:05:34 WIB

    Tegas! Kemendagri Minta Polisi Sanksi Cakada yang Lakukan Aksi Konvoi

    Tegas! Kemendagri Minta Polisi Sanksi Cakada yang Lakukan Aksi Konvoi HARIANHALUAN.COM - Mantap. Guna mengantisipasi merebaknya cluster penyebaran covid-19, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta aparat keamanan dan penegak hukum memberikan sanksi kepada bakal pasangan calon kepala daera.
  • Senin, 20 Juli 2020 - 12:38:39 WIB

    Tegas! Prabowo Batalkan Kontrak Rp 50 Triliun di Kemenhan

    Tegas! Prabowo Batalkan Kontrak Rp 50 Triliun di Kemenhan HARIANHALUAN.COM - Wakil Ketua DPP Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo buka suara terkait aksi kakaknya, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, yang menurutnya heroik. Prabowo, kata dia, berani membatalkan kontrak senilai R.
  • Jumat, 22 Mei 2020 - 19:57:07 WIB

    Tegas! Anies Siapkan Sanksi Bila Tetap Ada Salat Id di Lapangan saat Pandemi

    Tegas! Anies Siapkan Sanksi Bila Tetap Ada Salat Id di Lapangan saat Pandemi HARIANHALUAN.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan pihaknya akan lebih ketat memantau pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), terutama bagi warga yang nekat mudik atau melaksanakan salat Id di luar.
  • Rabu, 29 April 2020 - 22:01:09 WIB

    Tegas! AS Blacklist India karena Tak Ramah Terhadap Umat Islam

    Tegas! AS Blacklist India karena Tak Ramah Terhadap Umat Islam JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Komisi Kebebasan Beragama Internasional Amerika Serikat (USCIRF) memasukkan India ke dalam daftar negara yang diawasi karena dinilai tidak lagi ramah terhadap umat Islam dan pemeluk agama mi.
  • Rabu, 22 April 2020 - 10:59:38 WIB

    Tegas! ICW Minta Setneg Buka Tupoksi Stafsus Milenial Jokowi

    Tegas! ICW Minta Setneg Buka Tupoksi Stafsus Milenial Jokowi JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pihak Indonesia Corruption Watch (ICW) mengajukan permohonan mendapat informasi publik ke Kementerian Sekretariat Negara. Permohonan diajukan melalui surat yang dikirimkan pada Selasa kemarin..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]