Tiga Wartawan Media Massa Laporkan Mantan Komisioner KPU Dharmasraya, Ada Apa?


Senin, 24 Agustus 2020 - 20:31:57 WIB
Tiga Wartawan Media Massa Laporkan Mantan Komisioner KPU Dharmasraya, Ada Apa? Pelapor pada perkara dugaan pelecehan dan ujaran kebencian melalui media sosial, Amar Salahuddin, saat diambil keterangannya oleh pihak Kepolisian Resor Dharmasraya, Senin (24/08).

HARIANHALUAN.COM - Merasa dituding melalui postingan di media sosial, tiga media massa elektronik melaporkan mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Dharmasraya, Rizal Gusmendra, ke pihak kepolisian setempat, Senin (24/08). 

Salah seorang pelapor pada perkara dengan nomor laporan STTP/65/K/VIII/2020-Polres Dharmasraya itu, Amar Salahuddin, menjelaskan dilaporkannya perkara tersebut berawal dari publikasi pengrusakan baliho salah seorang pasangan bakal calon kepala daerah yang ditulis oleh tiga media tersebut. 

"Kemudian link berita tersebut diposting oleh salah seorang netizen di halaman media sosial miliknya, kemudian link berita tersebut di-screenshoot oleh terlapor, yakni Rizal Gusmendra dengan ujaran mengandung unsur kebencian dan pelecehan terhadap media tempat kami bekerja," ungkapnya, di Dharmasraya.

Dalam postingannya itu, lanjut dia, terlapor menuding media yang dipakai adalah media nasional yang wartawan dan perwakilan medianya tidak ada di Dharmasraya. 

Padahal, lanjutnya, seluruh penulis berita tersebut memiliki surat tugas peliputan dan identitas lengkap dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistik di daerah itu. 

"Atas perbuatan terlapor itu, kami merasa dituding bahwa media kami tidak bekerja profesional sebagaimana yang diatur dalam UU Pers Nomor 40 Tahun 1999," ungkap Amar Salahudin, asal media Metro Aktual didampingi Heri Fadraneldi asal Media Fokus. 

Menurutnya, sebelum diputuskan melapor pihaknya telah berupaya melalukan mediasi, namun pihak terlapor tidak mengindahkan. Maka sesuai perintah manajemen perusahaan pers tersebut, pihaknya memutuskan untuk melapor secara resmi ke pihak kepolisian. 

"Negara kita negara hukum. Sekarang kita serahkan penanganannya sesuai prosedur perundang undangan berlaku di republik ini," katanya. 

Sementara itu, Rizal Gusmendra saat dikonfirmasi sehubungan dengan dilaporkan dirinya ke polisi, mengatakan aksinya itu bermula dari adanya cuitan Ketua Komite IV DPD RI, Elviana di media sosial (Facebook-red) perihal dirusaknya sejumlah baliho milik pasangan Panji-Yosrisal. 

"Sehubungan postingan tersebut saya juga membalas dengan beberapa ungkapan yang mungkin mereka anggap merugikan," terangnya. 

Menurutnya, sebagai bentuk itikad baik ia telah menghapus semua postingan terkait hal tersebut dan secara pribadi dirinya sudah minta maaf kepada Elviana, dan dibalas dengan ucapan terimakasih. 

"Bincang-bincang saya dengan Bu Elviana saya disuruh untuk menghapus semua postingan di medsos, dan sudah saya lakukan," ungkapnya. 

Terkait laporan dari pihak media massa tersebut, ia menegaskan kawan-kawan media yang melaporkan dirinya tersebut adalah dosen di Universitas Dharmasraya Indonesia (Undhari) yang selama ini keberadaan mereka sebagai wartawan tidak diketahui publik. 

"Saya tidak tahu kalau mereka itu wartawan, karena selama ini mereka dikenal publik adalah dosen Undhari," sebut Rizal Gusmendra. 

Disinggung soal kawan-kawan media yang mengaku telah berupaya melakukan mediasi, Rizal Gusmendra mengatakan, dia tidak pernah dipanggil atupun dihubungi untuk mediasi.(*)

loading...
Reporter : Rully Firmansyah /  Editor : Nova Anggraini
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]