Pendidikan Indonesia Di Tengah Pandemi


Selasa, 25 Agustus 2020 - 08:00:26 WIB
Pendidikan Indonesia Di Tengah Pandemi

Pandemi Covid-19 merupakan musibah yang memilukan seluruh penduduk di dunia yang sampai saat ini tidak ada yang tau kapan pandemi selesai. Kondisi ini membuat semua sektor tatanan kehidupan masyarakat suatu bangsa terkena dampak akan pandemi ini akibat penularan virus ini sangat cepat, tak terkecuali dampak pada sektor pendidikan. Hampir seluruh sekolah maupun kampus tidak bisa menjalankan aktivitas belajar mengajar seperti biasa.

Oleh : Fadhil Fabrianto

(Ketua Umum HMI Komisariat Ekonomi Unand)

Pendidikan merupakan salah satu sektor sentral yang merasakan dampak atas wabah ini. Hingga saat ini tercatat 156 Negara di dunia yang tengah mengubah kebijakan pendidikan yang semula menggunakan sistem belajar tatap muka berubah menjadi sistem pembelajaran jarak jauh. Indonesia pun tentunya melaksanakan hal yang sama dengan negara lain yakni mengubah pola belajar siswa dari pendidikan dasar, menengah, hingga pendidikan tinggi
dengan menggunakan pembelajaran jarak jauh. Tahun ajaran baru telah masuk didalam dunia pendidikan Indonesia. Akan tetapi, pembelajaran jarak jauh menjadi kebijakan yang tetap
diterapkan di tengah pandemi covid 19.

Menyikapi hal ini pemerintah mengeluarkan surat edaran terkait dengan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh. Melalui surat edaran Menteri Pendidikan Nasional Nomor 4 Tahun 2020 tentang Kebijakan Pendidikan dalam masa darurat Covid-19 pelaksanaan pembelajaran menyesuaikan dengan kebijakan ini yang berisi 4 hal yakni (1) pembelajaran mandiri ditujukan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna tanpa dibebani untuk menuntaskan capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan; (2) para pelajar mesti dibekali dengan kecakapan hidup tentang pandemi Covid-19; (3) guru memberikan tugas secara bervariasi dengan mempertimbangkan perbedaan kemampuan setiap individu, dan fasilitas belajar; dan (4) pemberian umpan balik (feedback) terhadap kinerja siswa mesti secara kualitatif.

Namun realisasinya, untuk menjalankan kebijakan ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak hal yang menyebabkan konsep PJJ ini menjadi tidak maksimal dilaksanakan.

Hal tersebut mulai dari kurangnya fasilitas teknologi yang dimiliki oleh para pendidik, peserta didik, dan wali murid. Kurangnya kesadaran masyarakat akan konsep pendidikan, belum lagi faktor ekonomi yang menghimpit sebagian besar masyarakat akibat terdampak wabah ini.

Dampak

Berbicara tentang dampak, sebagian orang memiliki asumsinya masing-masing. Begitu pula ketika berbicara mengenai dampak pandemi pada pendidikan di Indonesia. Salah satunya, adalah dampak yang menyebabkan perubahan metode belajar mengajar di kelas menjadi PJJ atau Pembelajaran Jarak Jauh. Dimana proses belajar mengajar di kelas oleh guru dan murid berganti menjadi proses belajar via daring (online).

Terdapat dampak jangka pendek sampai jangka panjang dari penerapan pembelajaran jarak jauh. Dampak jangka pendeknya antara lain seperti rentannya kondisi kesehatan psikologis siswa, infrastruktur informasi teknologi masih terbatas, keterbatasan penguasaan teknologi informasi oleh guru dan siswa, sarna dan prasarana yang kurang memadai (akses internet yang terbatas), dan kurang siapnya penyediaan anggaran. Sementara itu, dampak jangka panjangnya adalah pada aspek keadilan. Adanya ketidaksetaraan antara kelompok masyarakat antar daerah di Indonesia.
Bahkan ada dampak terhadap orang tua yang berpenghasilan menengah kebawah. Karena proses pembelajaran yang harus didukung oleh fasilitas handphone atau laptop, belum lagi harus mengeluarkan biaya akses internet dengan kuota yang harus dipertimbangkan.Namun, proses pembelajaran via daring ini berjalan pada skala yang belum pernah terukur dan teruji sebab belum pernah terjadi sebelumnya di Indonesian. Pendidikan kita selama ini
ditempuh melalui proses interaksi kegiatan belajar mengajar di kelas. Saat ini Indonesia terbilang belum siap beradaptasi dalam proses pembelajaran via daring itu sendiri.

Semua stakeholders berperan penting dalam membantu membuat langkah strategis dan solusi pada sektor pendidikan Indonesia dalam penanganan dampak Covid-19 pada dunia pendidikan. Kondisi ini tidak boleh terlepas pandang dari kebijakan pemerintah dan pelaksanaannya operasionalisasi di lapangan.

Dengan adanya permasalahan di atas maka pada realitanya pendidikan di Indonesia hari ini masih jauh dari kata yang baik di tengah perubahan yang ada. Hampir semua guru maupun dosen akhirnya hanya memberikan tumpukkan tugas saja.

Hal ini menjadikan siswa maupun mahasiswa menjadi terbebani, merasa bosan dan akhirnya banyak dari mereka hanya mengisi absen saja dalam setiap pembelajarannya. Para pendidik banyak yang melupakan 4 kebijakan dasar dari kebijakan pembelajaran jarak jauh karena ingin menerobos jalan praktis Ironis sekali memang saat menjaga keselamatan jiwa menjadi hal utama maka akan ada hal lain yang dikorbankan. Sejatinya pendidikan mencakup 3 hal yakni mengintegrasikan kognitif, afektif, dan psikomotor. Memberikan tugas kognitif saja tidak cukup, karena siswa butuh sosialisasi, butuh bermain, dan butuh bahagia. Meskipun dalam masa pandemic ini sulit untuk direalisasikan. Namun setidaknya janganlah terlalu membebani siswa dengan tumpukan tugas yang tidak mendapatkan feedback.

Semua turut berperan

Maka dari itu langkah pembelajaran daring harus dilakukan seefektif mungkin. Guru sebagai pengajar baiknya bukan membebani murid dalam tugas-tugas yang diberi pada masa pembelajaran. Guru bukan hanya memposisikan sebagai pentransfer ilmu, tetapi tetap saja mengutamakan ing ngarso sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.

Peran instansi pendidikan seperti sekolah hingga kampus sebagai lembaga penyelenggara pendidikan harus memfasilitasi perubahan menyangkut pendidikan muridnya, sebagai penyokong fasilitas pada masa pembelajaran daring. Program-program pendidikan yang dilakukan sekolah mestinya perlu diperhatikan sebagai lembaga pendidikan.

Di sisi lain peran dari orang tua juga begitu penting yang dimana orang tua dituntut untuk menjadi mentor bagi anak-anak mereka dirumah dan menjadi garda terdepan dalam membantu proses belajar anak agar membantu suksesnya pembelajaran daring ini. Walaupun para orang tua berharap anak-anaknya bisa menjalankan aktivitas belajar seperti sedia kala, tapi ada kekawatiran mereka terhadap penyebaran virus ini ke anak-anak mereka.
Dengan demikian dengan adanya masa pandemi ini kita harus meriview kembali cara-cara kehidupan dengan mengubah paradigma belajar jarak dekat menjadi belajar jarak jauh dengan konsep variasi belajar yang tidak membosankan dan perlunya adaptasi terhadap segala perubahan ditengah pandemi ini hingga proses pembelajaran daring dapat dimaksimalkan sehingga Indonesia dapat mengejar ketertinggalan dalam sektor pendidikan dengan negara lain. Karena layaknya manusia, negara pun masih belum sempurna. Masih ada kekurangan maupun kelebihan dalam penerapan kebijakan pembelajaran di tengah pandemi ini.(*)

loading...
 Editor : Dodi

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]