Benarkah Masak dengan Teflon Bisa Sebabkan Kanker? Ini Faktanya


Selasa, 25 Agustus 2020 - 08:29:06 WIB
Benarkah Masak dengan Teflon Bisa Sebabkan Kanker? Ini Faktanya Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM – Baru-baru ini beredar kabar bahwa masak dengan teflon bisa mennyebabkan kanker? Benarkah pendapat demikian?.

Seperti dikutip dari Grid.id, Selasa (25/8/2020), pertama, saat teflon dipanaskan dengan suhu yang sangat tinggi, lapisan teflon akan terpisah dan mengeluarkan gas beracun.

Kedua, dalam pemakaian jangka panjang bila lapisan teflon tergores, zat-zat kimia yang didominasi oleh perfluorooctanoic acid (PFOA) yang apabila bercampur dengan makanan dan dikonsumsi terus-menerus bisa menyebabkan kanker.

Benarkah pendapat demikian? Ataukah hanya baru opini belaka?

Adapun PFOA atau asam perfluorooctanoic merupakan bahan kimia yang digunakan pada proses pembuatan wajan teflon. PFOA sempat menjadi topik perdebatan hangat di dunia kesehatan.

Bahan kimia ini bersifat kanker (karsinogenik) dan diyakini lama kelamaan bisa mengendap dalam tubuh bila kamu terpapar secara terus-menerus.

Meski begitu, residu bahan kimia ini tidak banyak tersisa pada produk akhir wajan teflon yang sudah jadi. Sebagian besar porsi PFOA telah menguap selama proses pembakaran pabrik.

Tidak hanya pada alat masak, residu PFOA dalam kadar rendah juga dapat kamu temukan di beberapa makanan, air minum, dan debu rumah tangga.

Lantas, benarkah wajan teflon menyebabkan kanker kalau permukaannya tergores?

Seperti yang telah dijelaskan di atas, wajan teflon hanya mengandung amat sedikit sisa PFOA yang dapat membahayakan. Anggapan bahwa wajan teflon yang tergores bikin kanker hanyalah mitos belaka.

Terlebih, meski PFOA bisa ditemukan di banyak sumber, peluang paparan PFOA dalam tingkat tinggi termasuk amat kecil.

Studi menemukan bahwa hampir semua orang di dunia setidaknya pernah satu kali terpapar oleh PFOA, walau dalam kadar yang sangat rendah. Sampai batas ini termasuk wajar.

Peluang paparan tubuh terhadap PFOA tingkat tinggi hanya berisiko dan patut diwaspadai jika kamu tinggal di sekitar air kotor yang sudah pasti tercemar PFOA. Perlu dipahami juga bahwa faktor risiko terbesar dari kanker adalah genetik turunan keluarga dan gaya hidup tidak sehat.

Termasuk jarang berolahraga, pola makan tinggi lemak dan kalori, serta kebiasaan merokok, dan minum minuman keras berlebihan. Meski tidak terbukti menyebabkan kanker, kamu tetap harus lebih bijaksana dalam menggunakan teflon untuk memasak.

Suhu api yang terlalu panas (di atas 300 derajat Celcius) dapat menyebabkan lapisan teflon mulai aus menipis dan rusak, sehingga melepaskan kimia beracun ke udara.

Cara Menggunakan Teflon yang Tepat dan Aman

Berikut tips aman yang bisa kamu lakukan saat memasak menggunakan wajan teflon:

1. Jangan panaskan teflon dalam kondisi kosong

Oleskan dulu minyak, mentega, atau langsung tempatkan makanan yang ingin kamu masak di atasnya. Hal ini mencegah lapisan teflon memanas berlebihan sehingga menghasilkan asap polimer.

2. Hindari memasak dengan suhu terlalu tinggi

Masaklah dengan api yang sedang atau rendah.

3. Buka ventilasi di dapur

Hal ini dilakukan untuk mengeluarkan asap yang dihasilkan dari proses memasak.

4. Gunakan materian lain

Gunakan peralatan kayu, silikon, atau plastik. Sebab, peralatan berbahan logam dapat menyebabkan goresan pada permukaan teflon yang bisa mengurangi umur teflon.

5. Cuci teflon dengan benar

Cuci teflon dengan spons busa dan sabun, hindari penggunaan spons kawat agar tidak menggores permukaannya. (*)

loading...
 Sumber : Grid.ID /  Editor : Milna Miana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]