Jika Terbukti Langgar Etik, MAKI Minta Firli Diturunkan Jadi Wakil Ketua KPK


Selasa, 25 Agustus 2020 - 11:43:32 WIB
Jika Terbukti Langgar Etik, MAKI Minta Firli Diturunkan Jadi Wakil Ketua KPK Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Jika terbukti melanggar etik soal kasus helikopter mewah, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, di hadapan Dewan Pengawas KPK meminta Firli Bahuri diturunkan menjadi Wakil Ketua KPK. Ia juga menyampaikan itu di hadapan Firli.

"Saya sampaikan juga jika ini nanti dugaan melanggar, saya memohon Pak Firli cukup jadi wakil ketua, ketua diganti orang lain. Itu saya sampaikan juga," kata Boyamin usai sidang etik Firli di Gedung Anti-Corruption Learning Center KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (25/8/2020).

Boyamin mengaku permintaan ini hanya bersifat harapan dan tidak ditanggapi Firli di sidang. Dia mengatakan harapan ini hanya ditujukan ke Dewas.

"Saya minta, itu permohonan. Itu tidak ditanggapi Pak Firli, ini malah saya minta ini permohonan pada Dewas dan tidak ditanggapi oleh Pak Firli," kata Boyamin.

Sebelumnya, Boyamin dimintai keterangan sebagai saksi di sidang etik kasus helikopter mewah Firli Bahuri. Boyamin mengaku dikonfirmasi soal data yang dilaporkannya.

"Prinsipnya persidangan tadi adalah mengkonfirmasi aduan saya, benar saya yang adukan, dengan data yang kemarin naik heli, fotonya (Firli) terus tidak pakai masker, terus kemudian saya lengkapi beberapa misalnya perjalan saya sebutkan," ujar Boyamin di Anti-Corruption Learning Center KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (25/8).

Boyamin juga dikonfrontir dengan Firli. Firli menjawab semua data-data tentang helikopter yang ditumpanginya. Menurut Firli, dia membayar full dan menggunakan uang pribadi saat menyewa helikopter itu.

"Iya lebih banyak saya dimintai keterangan aduan saya. Pak Firli sifatnya hanya tanggapi. Pak Firli katakan sudah dibayar (heli), tapi saya kan menyampaikan dibayar full, dapat diskon, atau lain? Pak Firli jawab bayar sendiri dan full, nanti apakah pembayaran standar atau nggak itu tugasnya Dewas (memastikan) bukan saya," jelas Boyamin.

Boyamin MAKI posisinya dalam kasus helikopter mewah ini adalah sebagai pelapor. Dia yang melaporkan ke Dewas KPK soal adanya dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan Firli karena naik helikopter mewah saat melakukan kunjungan ke Sumsel, yakni dari Palembang ke Baturaja, pada 20 Juni lalu.

Sidang etik digelar secara tertutup. Firli sendiri sebelum mengikuti sidang etiknya mengatakan menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada Dewan Pengawas.

"Dengan anggota Dewas terkait dugaan pelanggaran kode etik. Saya tidak mau komentar biar nanti Dewas yang menilai," ujar Firli sebelum sidang dimulai. (*)

 Sumber : detik.com /  Editor : Rahma Nurjana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]