Upah Minimum 2021 Naik, Ini Bocorannya


Selasa, 25 Agustus 2020 - 14:03:08 WIB
Upah Minimum 2021 Naik, Ini Bocorannya Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Dua bulan jelang batas terakhir penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) oleh gubernur 1 November 2020, persoalan upah kembali menjadi kegelisahan pengusaha. Memasuki September 2020, sudah ada ancar-ancar pengusaha soal risiko kenaikan UMP 2021.

Dari industri alas kaki, Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakri sudah ancang-ancang. Sebagai industri padat karya yang mempekerjakan ribuan pekerja, maka kenaikan UMP lagi akan sangat berpengaruh terhadap perusahaan.

"Nanti bulan September. Biasanya menteri menerbitkan Surat Edaran buat Pemda soal hitungan kenaikan UMK (Upah Minimum Kota)," katanya kepada CNBC Indonesia, Selasa (25/8).

Menurutnya dengan aturan yang berlaku saat ini, ada kemungkinan pertumbuhan kenaikan UMP berada di angka 2%.

Hitungannya dari nilai kumulatif dari rata-rata Inflasi September 2019 hingga Juli 2020 (masih kurang bulan Agustus) sebesar 0,11%. Kemudian rata-rata pertumbuhan PDB YoY Q3,Q4 (2019), Q1,Q2 sebesar 1,91%, maka diakumulasikan menjadi 2,02%.

Perkiraan kenaikan gaji sudah mulai bisa dihitung, meski harus menunggu besaran inflasi pada bulan Agustus ini. "Estimasi kami UMK (Upah minimum kota) harus naik kalau Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan masih berlaku," jelasnya.

Tidak jauh berbeda, industri padat karya lain seperti tekstil dan produk tekstil juga akan mengalami dampak. Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa Sastraatmaja menilai kondisi saat ini sedang sulit.

Pasalnya, produk impor sudah mulai kembali membanjiri pasar Indonesia. Alhasil, produk dalam negeri menjadi kalah bersaing. Kenaikan gaji menjadi beban tersendiri di saat ini.

"Masa sulit ini kita harus bahu membahu. Kalau seandainya market diproteksi, otomatis create demand. Lapangan kerja semua dari supply-demand. Kalau demand tenaga kerja tinggi, otomatis itu bisa terimbangi," jelasnya.(*)
 

loading...
 Sumber : CNBC /  Editor : Nova Anggraini

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 28 Desember 2019 - 14:03:46 WIB

    Bahlil Sebut Upah Buruh Bikin Investasi di RI Seret

    Bahlil Sebut Upah Buruh Bikin Investasi di RI Seret JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa jumlah upah yang saling tarik menarik antara buruh dan pengusaha bisa menghambat investasi. Menurutnya, selama ini buruh minta upah naik tapi produktiv.
  • Jumat, 27 Desember 2019 - 08:36:56 WIB

    Pemerintah Siapkan Aturan Upah Khusus Buat UMKM

    Pemerintah Siapkan Aturan Upah Khusus Buat UMKM JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pemerintah tengah menyiapkan aturan baru terkait skema pengupahan khusus untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)..
  • Kamis, 26 Desember 2019 - 12:03:34 WIB

    RI Bakal Pakai Sistem Upah Per Jam, Mau Tiru Amerika?

    RI Bakal Pakai Sistem Upah Per Jam, Mau Tiru Amerika? JAKARTA, HARIANHALUAN.COM  - Pemerintah sedang mengkaji mengubah sistem pengupahan baru yang berbasis produktivitas. Salah satu yang diwacanakan adalah soal upah berbasis per jam, saat ini yang masih berlaku formal di Indone.
  • Kamis, 17 Oktober 2019 - 18:08:17 WIB

    Kabar Gembira untuk Pekerja, Upah Minimum Provinsi Naik 8,5% Tahun Depan

    Kabar Gembira untuk Pekerja, Upah Minimum Provinsi Naik 8,5% Tahun Depan JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah menetapkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2020 sebesar 8,51%..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]