Tunggu Perda, Masyarakat Sumbar yang Abai Protokol Kesehatan akan Kena Sanksi Denda Bahkan Penjara


Selasa, 25 Agustus 2020 - 14:51:47 WIB
Tunggu Perda, Masyarakat Sumbar yang Abai Protokol Kesehatan akan Kena Sanksi Denda Bahkan Penjara Irwan Prayitno

HARIANHALUAN.COM - Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyayangkan di masa wabah pandemi virus corona atau Covid-19 yang kian meningkat setiap harinya, tidak diiringi oleh kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan saat keluar rumah serta dalam pelaksanaan beragam aktivitas.

Dalam upaya pendisiplinan hal tersebut, Irwan Prayitno berharap peraturan daerah (perda) mengenai hal ini bersama DPRD Sumbar cepat disahkan dan diterbitkan, sehingga melalui perda akan dapat memberikan sanksi kepada masyarakat yang abai dalam pelaksanaan protap baik dalam bentuk denda ataupun kurungan. 

"Disahkan perda ini, maka bagi mereka yang tidak tertib akan menerima sanksi dan diharapkan akan lebih efektif dalam mengurangi jumlah tambahan kasus positif Covid-19 kedepannya," kata Irwan Prayitno saat ditemui Selasa (25/8/2020).
 
Namun meningkatnya kasus positif Covid-19 di Sumbar, kata dia, perlu diketahui bahwa dalam dua hingga tiga minggu belakangan ini, Sumbar masih menduduki urutan ke 19 dalam pencatatan kasus terbanyak virus Corona di Indonesia. "Artinya walaupun kita menambah 30 orang per harinya, daerah lain justru menambah sebanyak 50 orang, jika kita melaporkan sebanyak 70 orang, daerah lain malah mencapai 100, bahkan cenderung kejar-kejaran, bagi daerah yang berada di urutan 20 juga sudah mulai mengejar jumlah kasus kita," tambahnya.

Di samping itu, Irwan mengatakan ini bukan suatu kondisi yang diharapkan juga, namun hanya sebagai pembanding, bahwa wabah ini bersifat nasional. Logikanya, jika hanya Sumbar yang melaporkan tingginya kasus positif tentu urutannya juga akan naik di posisi 14, 15 atau lainnya.

"Tidak perlu kita takuti, semakin banyak kasus yang diketahui atau ditangkap, maka akan semakin banyak pula pasien yang kita isolasi, sehingga dua atau tiga minggu kedepan dapat diselesaikan dan diputus klaster tersebut," ucapnya.

Hal tersebut juga didukung dengan testing yang di fasilitasi oleh dua tempat laboratorium pemeriksaan sampel di Sumbar, yakni Laboratorium Fakultas Kedokteran Unand dan Balai Veteriner Baso di Agam yang difasilitasi secara gratis.

"Begitu hasil positif keluar, kita langsung tracing dan tracking dengan cepat, di beberapa daerah di luar saja tidak semua kasus positif yang dapat di tracking, saya mengalami sendiri. Kita di Sumbar sudah difasilitasi dan gratis pula, hanya diminta kesadaran masyarakat," tegasnya. (*)

loading...
Reporter : Metria Indeswara /  Editor : Nova Anggraini

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]