Penyegelan Kantor Walinagari Pangkalan oleh Massa, Datuak 5 Suku Pengulu Nan 12: Harus Diusut Tuntas


Selasa, 25 Agustus 2020 - 18:04:04 WIB
Penyegelan Kantor Walinagari Pangkalan oleh Massa, Datuak 5 Suku Pengulu Nan 12: Harus Diusut Tuntas Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Tiga hari pasca penyegelan kantor Walinagari Pangkalan di saat berlangsungnya rapat datuak 5 suku pangulu nan 12 untuk membahas pembentukan pengurus Kerapatan Adat Nagari, hingga kini kasus tersebut terus berlanjut. Niniak mamak dari datuak 5 suku pangulu nan 12 berharap kasus yang dinilai kurang beretika tersebut harus dituntaskan secara hukum.

"Sudah dilaporkan ke polisi. Mudah-mudahan proses kasus ini terus berlanjut. Kami pun mendesak pihak kepolisian untuk terus mendalami kasus ini sampai tuntas," ucap Zainal Datuak Damuanso salah satu datuak 5 suku pangulu nan 12 pada Selasa (25/8) siang.

Menurutnya, persoalan sejumlah oknum warga tersebut tidak beretika lagi apalagi terhadap pucuk adat yang tengah rapat untuk kepentingan nagari Pangkalan hingga berbuntut ke penyegelan kantor walinagari.

"Yang rapat itu adalah penghulu, niniak mamak, para tokoh adat datuak 5 suku pangulu nan 12. Tetapi malah tidak dihormati. Ini terkesan tidak beretika," terangnya.

Dijelaskan Zainal Datuak Damuanso itu, massa yang datang ke kantor walinagari tersebut terkesan tidak tahu dengan adat, hingga terjadi penyerobotan kantor walinagari yang berisikan datuak 5 suku pangulu nan 12.

"Yang diundang rapat adalah datuak 5 suku pangulu nan 12. Tetapi ada yang merasa tidak diundang yang juga mengaku pengulu. Massa itu lah yang kemarin saat kejadian," ucapnya.

Kemudian, datuak 5 suku pangulu nan 12 lainnya yakni Fuad Datuak Mangkuto mengatakan, memang sejak 2008 lalu sudah terbentuk kepengurusan KAN Pangkalan yang diketuai oleh Datuak Sibijayo. Tetapi, Ketua KAN Datuak Sibijayo tersebut belum sempat dikukuhkan. Dalam perjalannya, ada juga yang mengaku sebagai Datuak Sibijayo.

"Datuak Sibikayo sebenarkan dipegang oleh Jhon, ini yang diakui oleh adat Nagari Pangkalan. Tetapi ada pihak lain yang juga mengaku Datuak Sibijayo. Ini yang merasa tidak diundang dalam rapat datuak 5 suku pangulu nan 12 hingga mendatangkan massa," ucapnya.

Sementara, Afrizal Dt. Pangulu Bosuo menjelaskan, selain datuak 5 suku pangulu nan 12 adalah bagian dari kopakambai. Yaitu posisinya yang berada di bawah datuak 5 suku tersebut. "Massa yang datang saat itu  merupakan bagian dari kopakambai atau istilah lainnya asisten dari para datuak-datuak. Tetapi mereka merasa bagian dari datuak 5 suku pangulu nan 12. Ini yang salah besar," katanya.

Afrizal berharap agar perkara yang menyinggung datuak 5 suku pangulu nan 12 hingga munculnya aksi anarkis dengan penyegelan secara sepihak terhadap aset pemerintah. "Ini sudah termasuk anarkis soalnya kantor walinagari adalah aset pemerintah yang dipaku tanpa izin," tegasnya.

Karena itu, Afrizal berharap perkara tersebut serius diusut oleh penegak hukum sehingga ada efek jera untuk kemudian hari. "Ini yang kita harapkan, ada efek jera. Sehingga ke depan tidak ada lagi warga yang semena-mena hingga berbuat anarkis terhadap aset pemerintahan," tegasnya.

Sedangkan Walinagari Pangkalan, Rifdal Laksamono sudah menyerahkan persoalan tersebut ke penegak hukum melalui pengacaranya. "Sudah dilaporkan. Semuanya melalui pengacara," terang walinagari.

Terkait adanya dugaan penyelewengan dana desa termasuk bantuan yang tidak tepat sasaran juga dibantah oleh walinagari. "Semuanya itu tidak benar. Tetapi itu hanya upaya orang-orang yang tidak senang untuk menjatuhkan saya," ucap Walinagari Pangkalan tersebut. (*)

loading...
Reporter : Dadang Esmana /  Editor : Nova Anggraini

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]