BPS Catat Jumlah Penduduk Miskin di Sumbar Naik Jadi 1,14 Ribu Orang


Selasa, 25 Agustus 2020 - 19:45:44 WIB
BPS Catat Jumlah Penduduk Miskin di Sumbar Naik Jadi 1,14 Ribu Orang ilustrasi kemiskinan

HARIANHALUAN.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar merekap jumlah penduduk miskin per Maret 2020, naik 1,14 ribu orang. Kepala BPS Sumbar, Pitono menyebut, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Sumatera Barat mencapai 344,23 ribu orang (6,28 persen) atau bertambah sebesar 1,14 ribu orang dibandingkan dengan kondisi September 2019 yang sebesar 343,09 ribu orang (6,29 persen).

"Terjadi kenaikan jumlah penduduk miskin sebesar 1,14 ribu orang dibandingkan September 2019. Berdasarkan daerah tempat tinggal, pada periode September 2019 - Maret 2020, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan naik sebesar 7,54 ribu orang, sedangkan daerah perdesaan turun sebesar 6,40 ribu orang," jelasnya.

Untuk persentase kemiskinan di perkotaan naik dari 4,71 persen menjadi 4,97 persen. Sedangkan di perdesaan turun dari 7,69 persen menjadi 7,43 persen. Lebih lanjut dikatakannya, persoalan kemiskinan bukan hanya sekedar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin. Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan. 

"Selain harus mampu memperkecil jumlah penduduk miskin, kebijakan kemiskinan juga sekaligus harus bisa mengurangi tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan," tuturnya.

Pada periode September 2019 – Maret 2020, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) mengalami kenaikan, begitu juga Indeks Keparahan Kemiskinan (P2). Indeks Kedalaman Kemiskinan pada September 2019 adalah 0,779 naik 0,136 poin menjadi 0,915 pada Maret 2020. Sedangkan Indeks Keparahan Kemiskinan mengalami kenaikan sebesar 0,054 dari 0,147 pada September 2019 menjadi 0,201 pada periode yang sama.

Jika berdasarkan daerah perkotaan dan perdesaan, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) juga cenderung mengalami kenaikan. "Nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di daerah perdesaan lebih tinggi daripada di daerah perkotaan," papar Pitono lebih lanjut.

Pada Maret 2020, nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) untuk daerah perkotaan sebesar 0,742 sementara di daerah perdesaan lebih tinggi, yaitu mencapai 1,068. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) menunjukan bahwa penduduk miskin di perdesaaan memiliki rata-rata (gap) pengeluaran dengan garis kemiskinan yang lebih besar dibandingkan penduduk miskin perkotaan.

Kondisi penduduk miskin di perkotaan sedikit lebih baik, dilihat dari nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) yang lebih kecil dibanding penduduk perdesaan. Artinya, diperlukan usaha yang lebih besar untuk mengentaskan penduduk perdesaan dari kemiskinan daripada di perkotaan. Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) mengindikasikan ketimpangan pengeluaran antar penduduk miskin.

Di pedesaan, nilai indeks ini masih lebih tinggi di banding di perkotaan. Pada Maret 2020, nilai Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) perdesaan sebesar 0,233 dibandingkan perkotaan 0,164 di periode yang sama. (*)

loading...
Reporter : Yessy Swita /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]