Seorang Warga Meninggal dan Positif Covid-19, Ini Cerita Wabup 50 Kota saat Diusir Ketika Pemakaman


Selasa, 25 Agustus 2020 - 23:23:12 WIB
Seorang Warga Meninggal dan Positif Covid-19, Ini Cerita Wabup 50 Kota saat Diusir Ketika Pemakaman Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan.

HARIANHALUAN.COM - Seorang warga positif terinfeksi virus corona dari Kabupaten Limapuluh Kota dinyatakan meninggal dunia berdasarkan update data yang dikeluarkan oleh Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumbar, Jasman Rizal, Selasa (25/8/2020). Warga tersebut yakni, pria 47 tahun, warga Taeh Baruah yang diduga terpapar virus corona dari pekerjaan dan dirawat di RSUD Dr. Achmad Mochtar, Bukittinggi. 

"Dengan bertambahnya satu pasien virus corona yang meninggal dunia, maka total menjadi 50 orang atau 2,88 persen," kata Jasman Rizal.

Namun, ada cerita yang menyedihkan saat pemakaman tersebut. Dimana, pejabat daerah setempat beserta petugas kesehatan yang hendak memakamkan jenazah tersebut diusir oleh warga dan keluarga korban, termasuk Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan. Mirisnya, APD yang sengaja ditinggal untuk safety warga ketika menguburkan jenazah tersebut juga tidak dipakai sama sekali. 

Ketika dikonfirmasi, Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan mengatakan, dalam menguburkan jenazah tersebut sempat terjadi selisih paham antara petugas dengan pihak keluarga. Sesuai aturan yang ada pasien Covid-19 yang dinyatakan meninggal dunia, maka proses pemakamannya dilakukan dengan protokol virus corona.

"Sempat terjadi perdebatan antara warga dengan petugas pemakaman yang memakai perlengkapan APD, kemudian saya mendapat telepon dari pihak kepolisian sekitar pukul 20.45 WIB," kata Ferizal.

Lanjut Ferizal, tidak lama setelah kehadirannya, jenazah kemudian datang sehingga belum sempat melaksanakan mediasi. Saat itulah warga mendesak untuk melihat jenazah dengan cara membuka peti dan plastik pembungkus jenazah. Karena jumlah warga mencapai seribuan orang lebih dan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, maka Wakil Bupati, petugas kesehatan, pihak kepolisian dan lainnya tidak dapat berbuat apa-apa.

"Jenazah kemudian dibopong masuk ke dalam rumah duka tanpa memakai alat pelindung diri dan saat itu juga terjadi insiden pengusiran. Yang awalnya kami mau memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait protokol sesuai protap," katanya.

Saat ini, kata dia, cuaca juga mulai hujan dan perlengkapan APD yang disiapkan tidak dipakai dari pihak penyelenggara, maka pemerintah kabupaten menyiapkan plan B dengan menggelar tracing dan tracking secara besar-besaran yang melibatkan sekitar 1000 warga tersebut, termasuk diantaranya anak-anak.

"Hari ini, Dinkes Limapuluh Kota telah berkoordinasi mengenai teknis tracing yang dilakukan, selanjutnya kita akan menunggu instruksi dari Bupati Irfendi Arbi," tambahnya.

Sebelumnya diinfokan bahwa pasien tersebut dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi pada Senin (24/8/2020) sekitar pukul 18.00 WIB. Pada Jumat (21/8/2020) lalu, pasien telah dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. "Sesuai kesepakatan dengan istri almarhum, sesuai aturan yang berlaku bahwa penyelenggaraan jenazah tersebut akan dilakukan telah sesuai protap Covid-19,” tutup Ferizal. (*)

loading...
Reporter : Metria Indeswara /  Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]