Tak Cuma Sinovac, Ada Dua Vaksin Covid-19 China Lain Bakal Dipakai RI


Rabu, 26 Agustus 2020 - 09:51:55 WIB
Tak Cuma Sinovac, Ada Dua Vaksin Covid-19 China Lain Bakal Dipakai RI Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito mengatakan ada tiga vaksin Covid-19 buatan China yang akan dapat diakses di Indonesia.

Pemerintah saat ini melakukan kerja sama dengan Sinovac, Sinopharm, dan CanSino untuk mendapatkan akses vaksin Covid-19 di Indonesia.

Hal tersebut dikatakan Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Selasa (25/8).

Saat ini ketiga perusahaan telah memasuki tahap uji klinis fase ketiga. Ketika memasuki uji klinis fase ketiga, vaksin akan diuji ke ribuan relawan untuk menentukan keampuhan vaksin melawan virus.

Fakta-fakta dari tiga vaksin buatan China yang akan tersedia di Indonesia.
1. Sinovac Biotech Ltd
Vaksin buatan Sinovac berjenis inactivated. Secara singkat inactivated vaccine adalah vaksin menggunakan versi lemah atau inaktivasi dari virus untuk memancing respons imun.

Vaksin inactivated memerlukan  beberapa dosis dari waktu ke waktu untuk mendapatkan imunitas berkelanjutan terhadap penyakit. Vaksin inactivated telah digunakan untuk penyakit Hepatitis A, Flu, Polio, dan Rabies.

Di Indonesia, Biofarma bekerja sama dengan Sinovac agar Biofarma bisa memproduksi vaksin yang bernama CoronaVac. Oleh karena itu, uji klinis fase III dilakukan di Indonesia.

Untuk pengujian klinis di Indonesia, Biofarma bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran  untuk menyiapkan uji klinis vaksin Covid-19.

Vaksin asal China ini rencananya akan disuntikkan kepada 1.620 relawan di Kota Bandung. Uji klinis dimulai pada 14 Agustus lalu, vaksin ditargetkan akan mulai diproduksi pada Januari-April 2021.

Vaksin buatan Sinovac saat ini juga meluncurkan uji coba Fase III di Brasil. Perusahaan juga membangun fasilitas untuk memproduksi hingga 100 juta vaksin per tahun.

Tak hanya vaksin CoronaVac, Wiku juga mengatakan Sinovac telah berkomitmen ikut mengembangkan vaksin Merah Putih yang dikembangkan oleh LBM Eijkman.

2. China National Biotec Group (Sinopharm)
Sama dengan vaksin yang dikembangkan Sinovac, vaksin Sinopharm juga merupakan vaksin inactivated virus. Vaksin ini dikembangkan oleh Perusahaan China National Biotec Group (CNBG) Sinopharm.

Uji klinis fase III telah dilakukan di Uni Emirat Arab (UEA), Peru, Maroko, dan Argentina. Uji klinis melibatkan lima ribu orang.

Wiku mengatakan Sinopharm memilih UEA untuk uji klinis fase III karena di sana ada 85 kebangsaan. Sehingga bisa diharapkan dapat mewakili berbagai etnis bangsa di dunia.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan vaksin ini akan tersedia sebanyak 10 juta dosis di Indonesia pada 2020. Ketersediaan vaksin ini melalui kesepakatan dengan G42.

G42 merupakan sebuah perusahaan di bidang teknologi kesehatan yang berbasis di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Tak hanya itu, pemerintah China dilaporkan telah memberikan vaksin Sinopharm dalam tahap eksperimen kepada para petugas kesehatan dan inspektur perbatasan sejak Juli lalu.

3. CanSino
Vaksin ketiga yang kemungkinan bisa diakses di Indonesia adalah buatan CanSino. Wiku mengatakan CanSino adalah perusahaan pertama penerima paten teknologi pembuatan vaksin Covid-19.

Dilansir dari NY Times, vaksin ini merupakan jenis Viral Vector yang dibuat dari protein virus Covid-19, dengan vektor virus Adenovirus yang sudah dilemahkan dengan nama AD5. 

Vaksin ini menggunakan virus untuk mengirimkan gen virus Covid-19 ke dalam sel. Sel akan membuat protein viral yang akan memancing respons imun, tapi virus tak akan mampu mereplikasi diri.

Sama seperti Sinopharm, CanSino telah melakukan uji klinis III pada Agustus 2020. CanSino saat ini tengah bernegosiasi dengan negara lain untuk uji coba lebih lanjut, termasuk di Indonesia.

Vaksin CanSino juga diberikan izin untuk penggunaan vaksin eksperimental seperti Sinopharm. Sebelumnya pada Juni, pemerintah China menyetujui penggunaan calon vaksin yang berbeda untuk tentara.

Vaksin yang dikembangkan bersama oleh Institut Bioteknologi Beijing, bagian dari Akademi Ilmu Kedokteran Militer pemerintah China.

Perusahaan vaksin CanSino Biologics itu diberi "persetujuan obat-obatan yang dibutuhkan secara khusus" oleh komisi militer pusat China pada Juni. Izin khusus berlaku selama satu tahun dan hanya berlaku bagi tentara. Demikian cnnindonesia.com.(*)
 

loading...
 Sumber : cnnindonesia /  Editor : Nova Anggraini

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]