Usai 15 Hari Uji Klinis Vaksin Sinovac, Belum Ada Keluhan dari Relawan


Rabu, 26 Agustus 2020 - 21:27:21 WIB
Usai 15 Hari Uji Klinis Vaksin Sinovac, Belum Ada Keluhan dari Relawan Vaksin Covid-19 buatan Rusia. ©Russian Direct Investment Fund (RDIF)/Handout via REUTERS

HARIANHALUAN.COM - Sejauh ini belum ada keluhan kesehatan dari relawan yang sudah menjalani penyuntikan uji klinis vaksin Covid-19. Meski demikian, komunikasi tetap dilakukan secara intensif antara tim dokter dan relawan untuk mengetahui kondisi terkini.

Ketua Tim Riset Vaksin dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Kusnandi Rusmil mengatakan ada sejumlah relawan yang sudah menjalani penyuntikan calon vaksin Covid-19 dari Sinovac, China. Beberapa di antaranya disaksikan oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

Ia memastikan, sejauh ini tidak ada temuan yang membuat subjek vaksin pingsan. Kalaupun ada masalah kesehatan pada relawan, akan dibuka datanya apakah relawan tersebut menerima vaksin atau plasebo.

Ia menjelaskan, ada efek dari penyuntikan vaksin dengan reaksi lokal seperti kemerahan atau bengkak pada bagian tubuh yang disuntik. Namun, biasanya dalam beberapa jam hilang setelah melalui pemeriksaan.

"Jadi seperti kita nyuntik pada bayi saja. Habis disuntik merah, demam, terus udah deh anaknya main-main lagi. Jadi yang disebut Serious Adverse Event (SAE) kalau orang itu disuntik pingsan, kedua kalau dirawat di RS, begitu dia dirawat di RS itu langsung dibuka randomnya. Dilihat dia dapat vaksin atau tidak," kata dia, Rabu (26/8).

Disinggung mengenai efek kantuk yang dirasakan relawan, Ia mengaku hal tersebut belum dapat dipastikan bagian dari efek penyuntikan. Ia memastikan, setiap relawan akan terus dipantau termasuk berkomunikasi secara berkala.

"Saya enggak tahu yang mengantuk itu dapat plasebo atau vaksin, kan bisa saja saya aja sering mengantuk," ucap dia.

Di lain pihak, relawan uji klinis vaksin Covi-19, Fadly Barjadi Kusuma mengaku mengantuk seusai disuntik. Ia adalah salah seorang relawan yang disuntik pada kloter pertama yang disaksikan Presiden Joko Widodo awal Agustus lalu.

Ia sudah menjalani penyuntikan kedua, Rabu (26/8) di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Padjadjaran (RSP Unpad) di Jalan Eyckman, Kota Bandung. Efek yang dirasakannya tetap sama seperti saat penyuntikan pertama, yakni mengantuk.

"(Setelah penyuntikan pertama) hanya ngantuk biasa, tapi (saat penyuntikan) yang kedua kali ngantuk enggak kuat, karena vaksin mungkin," ucap Fadly.

Selain itu, ia merasa kondisi tubuhnya tetap bugar. Ia tidak mengalami keluhan pusing atau pembengkakan yang lama. Aktivitasnya menjadi pengemudi ojek online pun tetap bisa dijalani seperti biasa.

"Insya Allah (proses uji klinis) lancar enggak ada masalah. Ini juga untuk kepentingan masyarakat luas," pungkasnya. (*)

loading...
 Sumber : merdeka.com /  Editor : Heldi Satria

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]