Terkait Penyegelan Kantor Walinagari Pangkalan, Ini Kata Wabup Ferizal Ridwan 


Rabu, 26 Agustus 2020 - 21:46:32 WIB
Terkait Penyegelan Kantor Walinagari Pangkalan, Ini Kata Wabup Ferizal Ridwan  Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan

HARIANHALUAN.COM - Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal  Ridwan turut bicara terkait penyegelan kantor Walinagari Pangkalan oleh sejumlah massa ketika diadakan rapat oleh pemangku adat disana yang terjadi pada Minggu (23/8) lalu.

Orang nomor dua di Kabupaten Limapuluh Kota tersebut, turut menyesalkan atas kejadian tersebut. "Atas kejadian itu, kepada semua pihak, kita harap bisa menahan diri sambil mencari kebenaran terhadap persoalan yang terjadi. Ini juga untuk kebaikan bersama sehingga tidak ada yang dirugikan," terang Wakil Bupati pada Rabu (26/8) siang.

Kemudian, ucap putra Lareh Sago Halaban tersebut, untuk pelayanan pemerintahan di nagari termasuk soal administrasi, harus tetap berjalan. "Yang pasti pemerintahan disana wajib memastikan dengan insiden penyegelan kantor walinagari itu, tidak terkendalan terhadap pelayanan banyak orang," ucapnya. 

Disamping itu, kata Ferizal Ridwan, aksi penyegelan kantor Walinagari Pangkalan itu harus ditindak lanjuti sesuai aturan  dan kewenangan pemerintah."Kemudian nanti apabila persoalan ini sampai ke ranah hukum, kita secara pemerintah tidak serta merta memberikan dalam tanda kutip pengamanan kepada pihak-pihak tertentu. Yang jelas kita harus profesional," tegas Wakil Bupati.

Ferizal Ridwan juga menyayangkan pihak dari Nagari Pangkalan termasuk dari pihak Kecamatan Pangkalan Koto Baru yang tidak pernah melakukan koordinasi terkait masalah dan persoalan yang terjadi disana kepada dirinya sebagai Wakil Bupati Limapuluh Kota. "Ini juga sangat disayangkan, pihak kecamatan dan nagari, tidak pernah berkoordinasi dengan Wakil Bupati. Saya pun tahu persoalan penyegelan disana dari media," ungkapnya.

Meski demikian, Wakil Bupati Limapuluh Kota berharap persoalan yang berbuntut pada penyegelan kantor Walinagari Pangkalan cepat terselesaikan. "Harus diselesaikan secara kekeluargaan, urung rembuk bersama, bermufakat hingga ada solusi terbaik yang dilahirkan. Tetapi, apabila tidak bisa diselesaikan kekeluargaan, silahkan melalui jalur hukum,"  terang Ferizal Ridwan.

Peristiwa penyegelan kantor Walinagari Pangkalan terjadi saat Datuak 5 Suku Penghulu nan 12 melakukan rapat pembetukan KAN Pangkalan. Ketika rapat berlangsung, datang massa dari salah satu anak kamakan datuak  yang  tidak diundang untuk rapat oleh Walinagari Pangkalan. Padahal, menurut mereka datuak yang tidak diundang tersebut  adalah ketua KAN Pangkalan yang masih menjabat. 

Massa meminta rapat yang sudah berlangsung 15 menit dikantor Walinagari Pangkalan itu untuk dibubarkan. Belum sampai disana, massa juga meluapkan kekesalan dengan mengumbar Walinagari Pangkalan tidak becus memimpin nagari tersebut.

Menurut massa yang hadir, selama Rifdal Laksomono menjadi Walinagari Pangkalan, banyak masalah yang timbul di nagari tersebut. Seperti pembagian BLT yang tidak merata termasuk adanya dugaan penyimpangan penggunanaan anggaran nagari hingga adanya  upaya Rifdal untuk memperkaya diri sendiri menggunakan dana nagari. 

Sementara, pemangku adat Nagari Pangkalan datuak 5 suku penghulu nan 12  merasa terusik atas tindakan massa yang dirasakan sudah diluar batas tersebut. Bahkan datuak 5 suku penghulu nan 12 mendorong agar persoalan tersebut dibawa ke ranah hukum. Sehingga ada efek jera dan dikemudian hari tidak ada lagi aksi yang serupa kepada petinggi adat disana.

Kemudian, Walinagari Pangkalan Rifdal Laksamono sudah melaporkan aksi massa ke penegak hukum. Terkait pernyataan massa yang menuduhnya pembagian BLT yang tidak tepat sasaran termasuk adanya dugaan penyimpangan penggunanaan anggaran nagari hingga adanya  upaya untuk memperkaya diri sendiri menggunakan dana nagari,  itu dibantah  Rifdal. Menurut Walinagari, semua tuduhan tersebut adalah upaya segintir orang untuk menjatuhkan dirinya sebagai walinagari setempat. "Semua tuduhan itu tidak benar. Mungkin saja ada oknum-oknum yang senang atau cemburu hingga berupaya menjatuhkan saya," ucap Walinagari Pangkalan. (*)

loading...
Reporter : Dadang Esmana /  Editor : Heldi Satria
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]