Ketika APBN Defisit, Pemerintah Tarik Utang Baru Rp519 Triliun


Kamis, 27 Agustus 2020 - 07:33:35 WIB
Ketika APBN Defisit, Pemerintah Tarik Utang Baru Rp519 Triliun ilustrasi utang negara

HARIANHALUAN.COM - Utang baru pemerintah makin bertambah, yakni mencapai Rp519,2 triliun. Jumlah utang baru tersebut naik 118 persen secara year on year (yoy). Di tengah membengkaknya utang pemerintah, defisit APBN 2020 juga meningkat hingga mencapai Rp330,2 triliun per Juli 2020. Angka tersebut meningkat sebesar 79,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Kondisi keuangan pemerintah tak jauh berbeda dengan yang terjadi pada penerimaan pajak yang minus sampai 14 persen. Defisit APBN sebesar Rp330,2 triliun ini setara dengan 2,01 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan, defisit APBN tersebut meningkat 79,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp183,9 triliun atau 1,16 persen dari PDB.

“Penerimaan mengalami tekanan, belanja naik akibat Covid-19. Sehingga ini memberikan dampak ke APBN akan sangat besar, defisit 2 persen dari GDP kita, sampai akhir tahun diestimasi 6,34 persen dari GDP,” ungkap Sri Mulyani dilansir dari Haluan.co (Haluan Media Group), Kamis (27/8/2020) pagi.

Pembiayaan yang berasal dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp513,4 triliun (neto), naik 110 persen (yoy). Selain itu juga pembiayaan dari pinjaman Rp5,8 triliun (neto), turun 191,4 persen (yoy). Selain pembiayaan utang, pemerintah juga melakukan investasi kepada BUMN sebesar Rp9,5 triliun dan BLU Rp7 triliun. Ada juga pemberian pinjaman sebesar Rp0,5 triliun, kewajiban pinjaman Rp0,4 triliun, dan pembiayaan lainnya Rp0,2 triliun.

Penerimaan pajak hingga Juli 2020 juga turut terseret karena pandemi Covid-19. Realisasi penerimaannya baru Rp601,9 triliun atau minus 14,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (yoy). Capaian pajak selama tujuh bulan baru mencapai 50,2 persen dari target berdasarkan Perpres 72/2020 sebesar Rp1.198,8 triliun.

Secara rinci, Pajak Penghasilan (PPh) migas hanya Rp19,8 triliun atau minus 44,3 persen (yoy). Sementara pajak nonmigas mencapai Rp582,1 triliun atau minus 13,1 persen (yoy). (*)

loading...
 Sumber : Haluan Media Group /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]