Wajib Tahu! Begini 9 Fakta Soal Vaksin Covid-19 Moderna


Kamis, 27 Agustus 2020 - 13:33:59 WIB
Wajib Tahu! Begini 9 Fakta Soal Vaksin Covid-19 Moderna Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Moderna mengumumkan vaksin Covid-19 buatannya sukses menghasilkan antibodi penawar corona pada orang dewasa dan lansia dalam uji klinis awal.

Sebagai salah satu pionir dalam pengembangan vaksin virus corona, berikut ini adalah kumpulan fakta seputar Moderna dan kandidat vaksinnya yang berhasil ditelusuri CNBC Indonesia :

1. Menjadi Pengembang Vaksin Pertama yang Uji Klinis ke Manusia

Perusahaan yang didirikan 10 tahun silam dan berbasis di Massachusetts AS ini merupakan firma bioteknologi yang pertama kali melakukan uji klinis kandidat vaksinnya di Seattle pada 16 Maret 2020. 

2. Mengembangkan Vaksin RNA Bernama mRNA-1273

Untuk mengembangkan vaksin yang mujarab, berbagai platform teknologi pengembangan vaksin digunakan. Mulai dari yang konvensional seperti virus yang diinaktivasi hingga pendekatan yang berteknologi tinggi seperti protein rekombinan hingga vaksin DNA maupun RNA.

Dalam hal pengembangan vaksin, Moderna menggunakan platform vaksin RNA yang diberi nama mRNA-1273 yang berisikan gen pengkode protein antigen milik virus corona jenis baru bernama Spike. Molekul RNA ini dibungkus dengan suatu partikel nano yang disebut Lipid Nanopartikel (LNP).

3. Spesialis Vaksin & Terapi RNA untuk Berbagai Penyakit

Mengutip situs resmi milik perusahaan, Moderna tak hanya mengembangkan vaksin RNA untuk virus corona saja, tetapi juga untuk penyakit lainnya. Moderna memang memiliki spesialisasi pengembangan molekul RNA untuk vaksin dan terapi penyakit menular, kanker, dan penyakit kardiometabolik langka.

4. Hasil Uji Klinis mRNA-1273 Menjanjikan

Saat ini mRNA-1273 tengah diuji klinis di tahap terakhir. Hasil uji klinis tahap awalnya menunjukkan tanda positif. Kabar terbaru menyebutkan kandidat ini mampu memicu respons imun berupa produksi antibodi penetral pada lansia 56 tahun ke atas. 

Dalam penjelasan Moderna, vaksin itu juga tampaknya dapat ditoleransi dengan baik, tanpa efek samping yang membahayakan. Beberapa pasien cuma melaporkan kelelahan, menggigil, sakit kepala dan nyeri di tempat suntikan. Sebagian besar gejala hilang dalam dua hari, ujar Moderna seperti dikutip dari CNBC International, Kamis (27/8/2020).

5. Trump Pesan 100 Juta Dosis Vaksin Virus Corona Milik Moderna

CNBC International melaporkan awal bulan ini, Presiden Donald Trump mengumumkan pemerintah AS akan membeli 100 juta dosis vaksin Moderna dalam kesepakatan senilai US$ 1,53 miliar atau setara dengan Rp 21,4 triliun (asumsi kurs Rp 14.000/US$).

AS telah menginvestasikan US$ 955 juta (Rp 13,4 triliun) dalam pengembangan vaksin Moderna. Sehingga total investasinya mencapai hampir US$ 2,5 miliar (Rp 35 triliun). 

6. Harga Vaksinnya di Kisaran US$ 32 per Dosis

Awal bulan ini Moderna mengumumkan bahwa harga vaksin corona miliknya dipatok senilai US$ 32 hingga US$ 37 per dosis. Jika pembelian dilakukan dengan volume yang banyak maka harganya akan lebih murah.

7. Kapasitas Manufaktur Vaksinnya Mencapai 1 Miliar Dosis

Berdasarkan kajian yang dipublikasikan oleh perusahaan konsultan manajemen global McKinsey & Company, kapasitas manufaktur Moderna pada 2021 mencapai 1 miliar dosis vaksin atau 11,9% dari total kapasitas manufaktur global.

8. Harga Sahamnya Meroket Ratusan Persen

Pengembangan vaksin virus corona yang dilakukan oleh Moderna menjadi sentimen positif untuk harga sahamnya. Saat mulai mengumumkan uji klinis tahap awal pada Maret lalu, harga saham Moderna mulai melesat.

Di sepanjang tahun 2020 ini, harga saham Moderna sudah meroket 260%. Rekor tertinggi harga saham Moderna tercatat pada pertengahan Juli lalu yang melesat hingga 385% dibanding posisinya awal tahun.

9. Bosnya Jadi Tajir Melintir

Melansir Forbes kekayaan sang CEO Moderna yakni Stephane Bancel bertambah US$ 131 juta dalam sehari terakhir menjadi US$ 2,2 miliar (Rp 30,8 triliun). Bancel memiliki 9% dari saham Moderna dan menjadi CEO di tahun 2011.

Sebelum menjadi CEO Moderna, Bancel merupakan CEO perusahaan diagnostik asal Perancis yang bernama BioMérieux yang didirikan oleh triliuner asal Perancis bernama  Alain Mérieux. (*)

loading...
 Sumber : CNBC Indonesia /  Editor : Heldi Satria

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 22 September 2020 - 08:23:59 WIB

    Guru Honorer Mau Dapat BLT? Wajib Terdaftar di BP Jamsostek

    Guru Honorer Mau Dapat BLT? Wajib Terdaftar di BP Jamsostek HARIANHALUAN.COM - Ini kabar gembira untuk guru honorer di Indonesia. Pemerintah akan memberikan bantuan subsidi upah/gaji (BSU) kepada 1,8 juta guru honorer melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Deput.
  • Sabtu, 19 September 2020 - 16:24:29 WIB

    Terbitkan Aturan Baru Bersepeda: Menhub Wajibkan Pakai Helm hingga Pasang Lampu

    Terbitkan Aturan Baru Bersepeda: Menhub Wajibkan Pakai Helm hingga Pasang Lampu HARIANHALUAN.COM - Bersepeda menjadi kebiasaan baru sejak pandemi Corona menyapa, terutama di Indonesia. Maraknya pesepeda membuat Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengeluarkan peraturan Nomor PM 59 Tahun 2020 tentang Ke.
  • Ahad, 13 September 2020 - 10:55:28 WIB

    UI Wajibkan Mahasiswa Baru Teken Pakta Integritas, Fadli Zon: Kasihan!

    UI Wajibkan Mahasiswa Baru Teken Pakta Integritas, Fadli Zon: Kasihan! HARIANHALUAN.COM - Mahasiswa baru Universitas Indonesia (UI) diwajibkan menandatangani lembar pakta integritas. Kebijakan UI ini direspons sejumlah pihak yang salah satunya Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon..
  • Jumat, 04 September 2020 - 12:16:14 WIB

    Resmi Cerai, MA Wajibkan UAS Beri Nafkah ke Anak Rp 5 Juta/Bulan hingga Dewasa

    Resmi Cerai, MA Wajibkan UAS Beri Nafkah ke Anak Rp 5 Juta/Bulan hingga Dewasa HARIANHALUAN.COM - Talak yang dilayangkan Ustad Abdul Somad Batubara atau yang dikenal UAS kepada Mellya sah dan resmi bercerai secara hukum negara setelah permohonan kasasi Mellya atas UAS ditolak Mahkamah Agung (MA). Duduk.
  • Selasa, 25 Agustus 2020 - 09:29:57 WIB

    Catat, Peserta SKB CPNS Kemenag Wajib Isi DRH

    Catat, Peserta SKB CPNS Kemenag Wajib Isi DRH HARIANHALUAN.COM - Kementerian Agama menerbitkan pengumuman persiapan pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS Formasi Tahun 2019 Kementerian Agama. Panitia Seleksi CPNS mengharuskan setiap peserta yang lulus SKD dan .

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]