Ada yang Mogok Makan, Andre Rosiade Minta Erick Thohir Selesaikan Kasus Perinus


Jumat, 28 Agustus 2020 - 10:43:12 WIB
Ada yang Mogok Makan, Andre Rosiade Minta Erick Thohir Selesaikan Kasus Perinus Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - -Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade meminta Menteri BUMN Erick Thohir menyelesaikan permasalahan yang terjadi di PT Perikanan Nusantara (Perinus). Karena, ada seorang yang diduga sebagai kontraktor merasa haknya tidak dibayarkan dan memutuskan melakukan aksi mogok makan sejak Rabu (26/8).

“Banyak yang me-WA saya tentang Perinus. Pak Menteri ini penting. Karena ada orang yang tidak dibayar haknya. Saya dengar ini keputusan RUPS (rapat umum pemegang saham) komisaris dan direksi,” kata Andre kepada Erick Thohir pada Rapat Kerja Komisi VI DPR dengan Menteri BUMN di Gedung Nusantara I DPR, Jakarta, Kamis (27/8).

Andre meminta Erick Thonir segera memanggil direksi dan komisaris Perinus untuk menyelesaikan masalah ini. Jangan sampai berlarut-larut dan berakibat kepada yang mogok makan. “Tolong ini segera diselesaikan pak Menteri. Carikan jalan keluarnya segera,” kata Andre yang juga ketua DPD Gerindra Sumbar ini.

Andre bahkan menyebut, adanya orang yang mogok makan tentu akan membuat nama Presiden Jokowi jatuh di mata publik. “Ini orang masih mogok makan. Kasihan Presiden Jokowi, karena ujungnya ini akan kena ke Presiden kalau tak diselesaikan. Apalagi saya dengar, pembangunan ini atas persetujuan direksi dan komisaris dalam RUPS,” kata Andre lagi.

Menteri Erick Thohir awalnya merasa hal itu sudah diselesaikan manajemen PT Perinus. Namun, karena Andre menyebut mogok makan masih berlangsung, dia berjanji akan segera menyelesaikannya. “Kami akan coba cek lagi dan akan selesaikan,” kata Erick Thohir.

Diketahui, seorang yang bernama Abdul Malik Thalib melakukan aksi mogok makan di depan Gedung PT Perinus, sejak Rabu (26/8). Dalam keterangannya, sudah 16 bulan pekerjaan membangun Restoran Anaya yang di minta BUMN Perikanan Nusantara selesai.

“Namun hingga saat ini apa yang harusnya menjadi hak saya sebesar Rp 2,6 Milyar sebagaimana ada dalam kontrak kerja tidak dibayar oleh BUMN itu,” katanya dalam keterangan tertulis yang dibagikan kepada awak media.

Akibatnya, katanya, dia berhutang sana sini dan hidup harus berpindah-pindah karena dikejar para penagih utang. Tidak hanya itu, sekarang seluruh anaknya, tiga orang juga sudah berhenti sekolah. Penderitaan semakin bertambah karena situasi Covid-19 ini membuat hidup semakin terjepit.

“Terkait hal itu maka saya beserta anak dan istri melakukan aksi menginap di emperan depan BUMN Perinus. Namun hingga saat ini tetap saja apa yang menjadi hak saya tidak dibayarkan Perinus,” katanya.

Dia menyindir, Presiden Jokowi memerintahkan Menteri BUMN dan para Menteri lainnya untuk membantu UMKM. “Saya tidak butuh dibantu dan dikasihani, saya hanya minta agar apa yang menjadi hak saya dan hak anak anak saya dibayarkan oleh BUMN Perinus. Sehubungan dengan perjuangan itu maka saya akan mogok makan,” katanya. (*)

loading...
 Sumber : relis /  Editor : Rahma Nurjana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]