Terungkap! 463 Juta Anak Dunia Kesulitan Belajar Jarak Jauh


Jumat, 28 Agustus 2020 - 12:16:48 WIB
Terungkap! 463 Juta Anak Dunia Kesulitan Belajar Jarak Jauh Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Yayasan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Anak-anak (UNICEF) menerbitkan laporan yang menyatakan 463 juta anak di dunia kesulitan melakukan pembelajaran jarak jauh di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

"Banyaknya anak-anak yang pendidikannya benar-benar terganggu selama berbulan-bulan merupakan keadaan darurat bagi pendidikan global," kata Direktur Eksekutif UNICEF, Henrietta Fore, dalam sebuah pernyataan, Dilansir AFP, Jumat (28/8).

"Dampaknya bisa dirasakan di ekonomi dan masyarakat selama beberapa dekade mendatang," tambahnya.

PBB memperkirakan 1,5 miliar anak di seluruh dunia terdampak oleh penguncian wilayah (lockdown) atau penutupan sekolah yang disebabkan oleh pandemi.

Laporan tersebut menggarisbawahi perbedaan geografis yang besar dalam akses anak-anak ke pendidikan jarak jauh. Di Eropa, dampak tersebut lebih sedikit dibandingkan di Afrika atau sebagian wilayah Asia.

Laporan UNICEF didasarkan pada data yang dikumpulkan dari sekitar 100 negara, mengukur akses publik ke internet, televisi, dan radio.

Menurut UNICEF, bahkan anak-anak dengan akses yang memadai mungkin juga menghadapi kendala lain dalam menerima pendidikan jarak jauh, seperti kurangnya ruang belajar yang baik di rumah, tekanan untuk melakukan pekerjaan lain di rumah, atau kurangnya dukungan teknis saat masalah komputer muncul.

Di antara siswa di seluruh dunia yang tidak dapat mengakses pendidikan virtual, 67 juta berada di Afrika bagian timur dan selatan, 54 juta di Afrika bagian barat dan tengah, 80 juta di Pasifik dan Asia Timur, 37 juta di Timur Tengah dan Afrika Utara, 147 juta di Asia Selatan, dan 13 juta di Amerika Latin dan Karibia.

Tidak ada angka yang disebutkan untuk wilayah Amerika Serikat dan Kanada.

Dengan segera dimulainya tahun ajaran baru di banyak negara, termasuk kelas tatap muka di banyak tempat, UNICEF mendesak pemerintah untuk "memprioritaskan pembukaan kembali sekolah yang aman ketika mereka mulai mengurangi pembatasan lockdown".

Jika pembukaan kembali tidak memungkinkan dilakukan, pemerintah harus mengatur "pembelajaran kompensasi untuk waktu instruksional yang hilang", ujar laporan itu. Demikian dilansir cnnindonesia.com.(*)

loading...
 Sumber : cnnindonesia /  Editor : Nova Anggraini
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 20 September 2020 - 13:47:25 WIB

    Terungkap! Puluhan Ribu Warga China Sudah Diberi Vaksin Corona Sejak Juli

    Terungkap!  Puluhan Ribu Warga China Sudah Diberi Vaksin Corona Sejak Juli HARIANHALUAN.COM - Saat sejumlah negara berlomba-lomba menghasilkan vaksin untuk mengatasi virus Corona, China diketahui telah menginokulasi puluhan ribu warganya dengan vaksin Corona eksperimental yang belum selesai uji klin.
  • Sabtu, 19 September 2020 - 06:18:32 WIB

    Terungkap! Peneliti Temukan Penyebab Kapal Titanic Tenggelam

    Terungkap! Peneliti Temukan Penyebab Kapal Titanic Tenggelam HARIANHALUAN.COM - RMS Titanic menabrak gunung es pada 15 April 1912 dan tenggelam beberapa jam kemudian, menewaskan lebih dari seribu orang. Kini lebih dari seabad kemudian, ilmuwan memiliki teori baru tentang penyebab tengg.
  • Kamis, 19 Maret 2020 - 14:09:59 WIB

    Misteri Teka-Teki Virus Corona Buatan Lab Biologi Wuhan Terungkap!

    Misteri Teka-Teki Virus Corona Buatan Lab Biologi Wuhan Terungkap! JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Ilmuwan menyatakan virus corona yang menyebabkan Covid-19 bukan sebuah penyakit yang dibuat di laboratorium atau direkayasa. Menurut temuan yang dipublikasikan di jurnal Nature Medicine, Covid-19 a.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]