Guru Penggerak sebagai Agen Perubahan


Jumat, 28 Agustus 2020 - 13:46:22 WIB
Guru Penggerak sebagai Agen Perubahan Dilla SPd

Oleh: Dilla SPd (Pengajar di SMP Al Islhah Bukittinggi)

 

Guru penggerak adalah seorang agen perubahan. Siapa guru penggerak tersebut? Mereka yang lebih mengutamakan siswa dari pada karier gurunya. Guru penggerak harus bisa mengambil tindakan secara inisiatif untuk melakukan perubahan pada siswa yang diajarnya. Guru penggeraklah yang menjadikan siswa menjadi sosok yang inovatif dan kreatif dalam bertindak. 

Seorang guru harus bisa melakukan hal-hal kecil yang dimulai dari dalam kelas tanpa menunggu komando dan selalu harus mengikuti skenario yang monoton.  Sekecil apapun perubahan yang terjadi pada siswa, yang jelas sebagai guru kita harus mengasah dan membimbing mereka bisa menciptakan sesuatu yang inovatif dan kreatif. Memang inovasi tidak akan selalu berhasil, namun dengan perubahan-perubahan kecil yang mereka lakukan, nanti akan bisa menjadi perubahan besar dan membawa inovasi baru bagi bangsa. 

Guru sebagai agen perubahan harus bisa mengubah mindset bahwa sebagai guru kita tidak hanya mentransfer ilmu. Tidak hanya menyalin dan memindahkan pengetahuan kepada siswa, tanpa memahami hal yang bisa membawa perubahan positif kepada diri siswa tersebut. Guru tidak hanya pintar, jika seorang guru dituntut hanya pintar, google jauh lebih pintar.

Namun, seorang guru adalah agen perubahan yang seharusnya mampu membawa seorang individu menjadi manusia yang berkarakter positif. Selagi guru yang berdiri di depan kelas tidak hanya mengajar, namun juga mampu mengubah karakter siswa, maka seorang guru tidak akan mampu tergantikan oleh teknologi secanggih apapun.
 
Guru penggerak sebagai agen perubahan harus bisa membawa perubahan pada anak bangsa. Apa yang harus kita lakukan untuk mewujudkan semua itu? Guru harus bisa mengubah metode pembelajarannya, guru harus bisa menjadi seorang fasilitator, katalisator, serta mampu menemukan potensi siswanya sesuai dengan perkembangan zaman.

Guru harus bisa menjadi penggerak dan agen perubahan membawa generasi milenial ini memasuki era indistri 4.0 ini. Salah satunya dengan menyiapkan mereka menghadapi era disrupsi teknologi ketika lapangan pekerjaan tidak sesuai dengan bidang pendidikannya. Bagaimana menjadikan mereka siap menghadapi hal tersebut? Melalui pembekalan siswa dengan berbagai keterampilan yang mumpuni. 

Pendidikan merupakan apa yang terjadi di ruang kelas dan di rumah. Teknologi tidak mungkin menggantikan koneksi itu. Harus ada koneksi batin agar terus tercipta dan proses belajar mengajar lebih afektif. Seorang guru di kelas tidak hanya mentransfer ilmu, namun termasuk memanfaatkan teknologi informasi secara bijak.

Menanamkan nilai-nilai dasar pengembangan karakter dalam kehiudupan nyata. Guru harus terus berinovasi menjalankan proses belajar mengajar.  Ajarkan siswa menjadi sosok yang bisa berpikir kritis dan selalu berpartisipasi dalam proses belajar mengajar.

Sehebat apapun teknologi, guru tidak akan tergantikan oleh mesin, dan kemajuan era digital sekarang ini. Guru membentuk karakter anak bangsa dengan budi pekerti, tanggung jawab, dan nilai-nilai kebaikan lainnya. Guru bukan hanya sekadar pekerjaan atau profesi, melainkan manusia yang menyiapkan masa depan bangsa. Bagaimana cara mengubah paradigm kalau guru di kelas tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik.

Sebagai agen perubahan sangat banyak yang harus diubah oleh seorang guru di ruang kelas. Selain mengubah sikap dan menambah ilmu pengetahuan, mereka juga mengubah dan membimbing setiap siswa yang diajarnya menjadi sosok yang berkepribadian positif dan unggul. 
Sebagai guru penggerak kita juga harus memotivasi siswa untuk bisa membaca dan menulis.

Diantaranya mewajibkan mereka mambaca buku ilmu pengetahuan popular maupun buku sastra. Mengadakan lomba bercerita, memberikan bimbingan cara mencari informasi dari buku, mewajibkan mereka membaca di perpustakaan, mengisi mading di tiap kelas dan mading sekolah. Serta  rentetan tugas lainnya yang berkaitan dengan buku. Kenapa hal itu harus tetap kita lakukan?

Karena sekarang ini, daya baca siswa di Indonesia sangat rendah sekali. Minat bacanya tinggi, namun day abaca mereka sangat rendah. Kalau diberi gawai, mereka mampu membaca sampai sekian jam, namun jika ada informasi yang panjang biasanya mereka akan skip ‘melewatkan’ saja. Itu membuktikan kalau minat baca tinggi namun daya beca rendah. 

Jadi apa yang harus kita lakukan sebagai agen perubahan di masa depan bagi generasi kita? Jangan alergi dengan teknologi, gunakan gawai mereka untuk mencari informasi sesuai dengan materi yang kita bahas. Beri tugas dan pandu mereka menggunakan teknologi mereka dengan bijak dan cerdas.

Sebagai guru kita harus menjadi seorang yang kreatif, harus bisa mengubah situasi pembelajaran menjadi menarik dan efektif sekaligus mengajak siswa lebih aktif. Sekarang ini adalah zaman digital, sepatutnyalah seorang guru mengembangkan ide pembelajaran melalui teknologi digital ini.

Karena mayoritas siswa akan lebih tertarik menghadapi sesuatu yang up to date. Di era digital ini, pembelajaran harus diperbaharui  dengan adanya inovasi dan model-model pembelajaran atau media pembelajaran yang bisa kita manfaatkan sekarang ini.  

Apa saja model teknologi yang dapat kita gunakan agar pembelajaran bisa berjalan dengan optimal sesuai dengan kemajuan zaman? Berikut ini akan dipaparkan  beberapa hal yang bisa menunjang pembelajaran di depan kelas untuk semua mata pelajaran.

Diataranya adalah: pertama, penemuan (Invensi), guru harus bisa menemukan hal-hal baru di dalam kelas dengan memvasilitasi siswa dalam belajar, apakah dalam bentuk diskusi atau pengamatan di luar kelas. kedua, pengembangan (eksistensi), sebagai fasilitator guru juga harus bisa mnegembangkan semua hal yang ada di dalam pembelajarannya.

Ketiga penggandaan (duplikasi), bisa menggandakan.  dan keempat sintesis, yaitu  bisa mengambil kesimpulan yang tepat. Cara kreatif lain yang digunakan untuk menjadi guru kreatif di depan kelas adalah, membuat games, seperti, pesan berantai, mengarang, gotong royong, membuat cerita berantai, tebak gambar, drama, cerdas cermat, dan siap melaksanakan perintah. 

Apa saja contoh inovasi yang bisa digunakan oleh guru untuk bisa menjadi seorang guru penggerak? Diantaranya adalah teknik Mind Mapping, digunakan untuk membuat perencanaan penyampaian konsep/materi dengan cara meringkas dalam bentuk peta konsep. Aplikasi Vidiocsribe merupakan video animasi tangan yang membuat sebuah gambar dan tulisan.

Aplikasi Fokusky yaitu, sebuah aplikasi yang dapat digunakan untuk membuat presentasi dengan efek ‘zoom dan pan’ yaitu efek perbesaran dan pergeseran. Aplikasi Android sebuah aplikasi yang bisa dimanfaatkan siswa dengan gawai android mereka di rumah. Semua inovasi pembelajarn ini bisa digunakan oleh semua guru mata pelajaran sesuai dengan materi yang akan disampaiakn.(*) 
    
BIODATA PENULIS 
  
Dilla, S.Pd anak pasangan Bapak H. Daniel dan Ibu Hj.  Nurhaimi, Lahir di Bukittinggi, pada tanggal 8 Juni 1981. Beralamat di Jl. H. Abdul Manan No. 49, Simpang Guguk Bulek, Bukittinggi. Sekarang berprofesi sebagai Guru di sebuah Yayasan Islam Al-Ishlah Bukittinggi. Menamatkan Kuliah dari UNP. Alumni SMA 3 Bukittinggi ini adalah Istri dari Muhammad Davis, A.Md. sudah memiliki tiga orang putra dan satu putri.

Pengalaman menulis buku tentang guru dan buku antologi, juga menulis beberapa artikel tentang pendidikan yang telah diterbitkan oleh media lokal antara lain, di Haluan  dan  Singgalang.  Pimpinan Redaksi Majalah Sekolah Beraksi yang sudah ber-ISSN. Kontak yang bisa dihubungi Alamat email : [email protected], facebook Dilla S Pd, Instagram dilla.spd dan telegram dillaS.Pd. blog: dillaspd.my.id. Nomor Kontak dan WA : 081363320742


 

loading...
 Editor : Nova Anggraini
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 30 Juli 2020 - 10:52:20 WIB

    Perguruan Thawalib dan Muhammadiyah

    Perguruan Thawalib dan Muhammadiyah LELAKI kelahiran 25 Februari 1958 itu, memasuki areal komplek Perguruan Thawalib yang terletak di Jalan Abd Hamid Hakim, kota Padang Panjang,  sehabis shalat Jumat. Setelah singah sejenak di ruangan kantor yayasan, maka lang.
  • Jumat, 06 September 2019 - 09:57:58 WIB

    Perguruan Tinggi diantara Revolusi Industri, Bonus Demografi, dan Lain-lain

    Perguruan Tinggi diantara Revolusi Industri, Bonus Demografi, dan Lain-lain Revolusi industri dan bonus demografi merupakan dua isu strategis yang saat ini sering kita dengar, dan diperbincangkan banyak orang di Indonesia. Dua hal tersebut mengakibatkan semakin tingginya tuntutan terhadap perguruan t.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]