Curhat Seorang Jurnalis di Sumbar Dirawat di Pusat Karantina Covid-19


Jumat, 28 Agustus 2020 - 17:28:59 WIB
Curhat Seorang Jurnalis di Sumbar Dirawat di Pusat Karantina Covid-19 Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Seorang jurnalis di Sumatra Barat (Sumbar), F, dinyatakan positif terkonfirmasi Covid-19 pekan lalu melalui pemeriksaan mandiri yang dilakukan di Puskesmas Andalas, Kota Padang. Hingga hari ini sudah memasuki hari keenam diisolasi di karantina BPSDM.

Melalui press conference yang diwadahi oleh Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumbar, Jumat (28/8/2020), ia menceritakan mengenai keadaan dan fasilitas yang disediakan oleh BPSDM selama karantina. "Pada hari pertama sempat shock karena lantai kotor dan wc tidak bersih, namun semakin ke sini sudah merasa lebih enak, lantaran bisa berinteraksi dengan yang lain, bebas berolahraga dan sebagainya," katanya.

Di sini (BPSDM, red), kata dia, para pasien positif Covid-19 juga dibuatkan satu grup untuk menyampaikan setiap keluhan atau kebutuhan. Grup tersebut beranggotakan sekitar 61 orang, di mana 24 laki-laki dan 37 perempuan. Setiap pagi, para pasien Covid-19 akan disuruh untuk berolahraga dan berjemur.

"Olahraga bisa di balkon ruang isolasi ataupun boleh di aula, namun biasanya di aula karena langsung terkena cahaya matahari, sekaligus bisa berinteraksi dengan pasien lain," tambahnya.

Demi mencegah penularan, setiap keluar kamar, memang selalu diperintahkan untuk memakai masker. Diakuinya, di ruangan tempat isolasinya biasanya selalu dikunjungi dua hingga tiga pasien perhari karena memiliki stok makanan yang lumayan banyak serta juga saling bertukar cerita, tak lupa para perawat selalu mengecek suhu, tensi dengan memakai lengkap Alat Pelindung Diri (APD) setiap hari.

Disinggung mengenai kapan dirinya tertular virus corona, ia mengakui tidak tahu persis, namun sebelum dinyatakan positif, beberapa hari sebelumnya pernah kontak erat dengan salah seorang anggota DPRD Sumbar yang saat ini juga tengah diisolasi di Semen Padang Hospital. Setelah kontak tersebut, ia langsung inisiatif memeriksakan diri untuk uji swab.

"Sekitar Sabtu pagi saya langsung ditelepon ibu kadis menyatakan bahwa positif Covid-19, namun karena saya ingin menjaga perasaan lingkungan tempat tinggal, saya meminta untuk tidak dijemput melainkan datang sendiri. Kemudian saya dites darah, rontgen dan akhirnya dibawa ke BPSDM, semua yang kontak dengan saya sudah swab dan hasilnya negatif," katanya.

Sementara, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengatakan bahwa semua pasien yang dikarantina umumnya akan sembuh dari virus corona. Pasien yang terindikasi OTG ini merupakan Covid-19 ringan dan hanya perlu diistirahatkan dengan ditopang makanan bergizi, minum vitamin dan lainnya. Biasanya dua hingga tiga minggu akan sembuh.

"Pusat karantina berbeda dengan rumah sakit, di rumah sakit biasanya benar-benar diisolasi, biasanya duduk kemudian tidur lagi. Sebenarnya para pasien Covid-19 tidak masalah saling bertemu karena mereka sama-sama ada virus di tubuhnya," tutupnya. (*)

loading...
Reporter : Metria Indeswara /  Editor : Nova Anggraini

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]