Fenoma Calon Tunggal, Peneliti Indopol: Bukti Parpol Gagal Rekrut Figur Berkualitas


Sabtu, 29 Agustus 2020 - 06:28:30 WIB
Fenoma Calon Tunggal, Peneliti Indopol: Bukti Parpol Gagal Rekrut Figur Berkualitas Dok Humas PSKP

HARIANHALUAN.COM - Peneliti Indopol, Verdy menyampaikan terjadi kegagalan rekruitmen dalam tubuh partai politik.

"Partai politik yang harusnya menjadi ladang rekruitmen, justru sekarang tidak memunculkan hal itu," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Harianhaluan.com, Sabtu (29/8/2020).

Verdy juga menambahkan, terkait figur di daerah fakta lapangannya banyak yang memiliki potensi.

“Bukan tidak ada figur, tapi kembali lagi figur tersebut bisa masuk sistem rekruitmen atau tidak. Pertanyaannya adalah figur tersebut sesuai kehendak partai politik atau tidak, figur tersebut sesaui kemauan pemodal atau tidak?," ujar Verdy.

Sementara itu, upaya untuk mencegah fenomena ini muncul telah dilakukan oleh lembaga penyelenggara, dalam hal ini KPU Kota Semarang. Henry Casandra Gultom, selaku Ketua KPU Semarang, menyampaikan sosialisasi calon perseorangan sebelumnya telah dilakukan jajarannya secara masiv.

“Kami melakukan sosialisasi untuk pendaftaran calon perseorangan, tujuannya mendorong masyarakat Kota Semarang untuk tahu dan berani berkontestasi," katanya.

Selain KPU Kota Semarang, Bawaslu DKI Jakarta, melalui salah satu komisionernya, Mahyudin menyampaikan pendidikan politik terus dilakukan bawaslu kepada masyarakat, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Bawaslu selalu melakukan pendidikan politik, utamanya tentang partisipasi masyarakat dalam hal pengawasan. Juga terkait fenomena calon tunggal yang mungkin terjadi bukan berarti tidak akan terjadi pelanggaran, justru kami bersama masyarakat semakin menguatkan pengawasan," ujar Mahyudin.

Fadli menyampaikan ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mencegah fenomena calon tunggal terjadi.

“Tentu fenomena calon tunggal menyebabkan bias dari esensi pemilu dan demokrasi itu sendiri. Kita perlu menurunkan ambang batas minimal pencalonan agar banyak kandidat-kandidat muncul, serta disisi lain harus memberikan batas maksimal jumlah koalisi partai politik pengusung," katanya.

Senada dengan itu, Verdy, Peneliti Indopol menekankan pentingnya menurunkan ambang batas pencalonan, sehingga dapat muncul kandidat alternatif.

“Selain ambang batas pencalonan, regulasi harus diperkuat dan juga publik harus diperkuat dengan literasi-literasi politik. Harapannya substansi demokrasi kembali dapat dihadirkan tidak hanya dikuasai oleh elite politik," ujarnya. (*)

loading...
 Sumber : Relis /  Editor : Milna Miana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]