5.800 Produk Pangan Olahan Ditarik dari Peredaran, Termasuk Suplemen Covid-19


Ahad, 30 Agustus 2020 - 13:57:30 WIB
5.800 Produk Pangan Olahan Ditarik dari Peredaran, Termasuk Suplemen Covid-19 Ilustrasi vitamin, obat, suplemen. Foto: Freepik/freepik

HARIANHALUAN.COM - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menarik sekitar 5.800 produk pangan olahan pada periode Januari-Juli 2020. Di antaranya terdapat beberapa produk obat virus corona.

Menurut Dra. Reri Indriani, Apt., M.Si., Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan, BPOM, pada periode Januari-Juli 2020, sekitar 5.800 produk pangan olahan telah direkomendasikan untuk di-takedown (ditarik dari edaran). Di antaranya terdapat beberapa produk yang mengklaim sebagai vaksin atau obat virus corona tersebut.

“Rekomendasi takedown diajukan BPOM terhadap sejumlah kategori produk pangan olahan, termasuk produk peningkat stamina tubuh dan produk yang mengklaim anti-COVID-19," jelas Reri, dikutip dari Viva.co.id, Minggu (30/8/2020).

Beberapa hal terkait pangan dan obat dibahas oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Kementerian Kesehatan RI dalam sebuah webinar yang diadakan Pana Comm., dengan tema ‘Isu Nutrisi di Tengah Pandemi: Cek Fakta di balik Berita’. Pemerintah mengimbau masyarakat agar bersikap jeli dan bijak dalam mencermati isu nutrisi dan pangan di tengah pandemi virus corona.

Di sisi lain, pemerintah juga berupaya untuk mendukung penyebarluasan informasi kesehatan yang akurat demi menangkal hoax (disinformasi). Reri berharap agar masyarakat bisa lebih jeli dalam memilih produk.

"Setiap produk yang telah memperoleh izin edar telah dievaluasi dan selalu diawasi BPOM, termasuk aspek keamanan, mutu, serta gizinya seperti air minum dalam kemasan, susu kental manis, dan lain sebagainya sehingga aman dikonsumsi," jelasnya.

Sementara, Dr. RR. Dhian Probhoyekti, SKM, MA., Direktur Gizi Masyarakat, Kementerian Kesehatan, mengajak masyarakat supaya rajin mengecek label gizi pada kemasan produk pangan olahan. Selain itu, sumber informasi yang tepat bisa didapat melalui media sosial dari akun resmi pemerintahan seperti akun Kementerian Kesehatan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mengecek kebenaran informasi kesehatan dan menggunakan sumber-sumber media sosial Kementerian Kesehatan, serta jaringannya," tuturnya. (*)

loading...
 Sumber : Viva.co.id /  Editor : Milna Miana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 29 Oktober 2019 - 10:19:37 WIB

    Terbanyak! Ada 5.800 Lowongan CPNS di Kementerian Agama

    Terbanyak! Ada 5.800 Lowongan CPNS di Kementerian Agama JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) resmi mengumumkan pembukaan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019. Rencananya, pendaftaran dimulai pada 1.

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]