Mana yang Benar? Mahfud: Indonesia akan Resesi, Airlangga: Mulai Bergerak Naik!


Senin, 31 Agustus 2020 - 08:33:02 WIB
Mana yang Benar? Mahfud: Indonesia akan Resesi, Airlangga: Mulai Bergerak Naik! Ilustrasi. Net

HARIANHALUAN.COM- Dua menteri di kabinet Jokowi  jilid dua, memberikan sinyal yang berbeda  akan  kondisi Indonesia, terutama  dari sisi perekonomian beberapa bulan ke depan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan ekonomi Indonesia mulai kembali bergerak positif setelah terpukul sejak pandemi COVID-19 masuk ke Tanah Air pada awal Maret 2020.

"Kita melihat di periode ketiga dan keempat sudah mulai ada pembalikan secara positif dimana Purchasing Managers Index atau PMI manufaktur naik bertambah mendekati 50 dari 46,9. Kita lihat perdagangan kita juga surplus di atas 3 miliar dolar AS dan total year to date sekitar 8 miliar dolar AS dan tentu ini menambah cadangan negara," ujar Airlangga seperti dikutip dari Antara, Senin  (31/8/2020).

Di pasar modal yang juga sangat terhantam oleh pagebluk, lanjut Airlangga, sejumlah sektor juga mulai bergeliat dan diharapkan dapat menjadi pengungkit awal bangkitnya ekonomi domestik.

 Airlangga  berbicara dengan data, dari titik terendahnya pada 1 April 2020,  kata dia, kini sejumlah sektor meningkat seperti sektor industri naik 31,85 persen, industri kimia meningkat 31 persen, pertanian naik 28 persen, keuangan meningkat 20 persen, pertambangan naik 20 persen, sektor barang-barang konsumsi meningkat 18,5 persen, infrastruktur 11,5 persen, dan perdagangan naik 6,7 persen.

"Dari segi perekonomian, indeks di pasar modal khusus di beberapa sektor, termasuk perbankan, rentang kenaikannya 20-30 persen," kata Airlangga.

Sebelumnya,  Menkopolhukam Mahfud MD meyakini Indonesia akan memasuki periode resesi ekonomi di kuartal III-2020, yakni September mendatang. 

Sebelumnya Mahfud MD menyebut Indonesia akan dilanda resesi ekonomi bulan depan. Kendati demikian, resesi itu tidak akan membuat Indonesia mengalami krisis ekonomi.

Mahfud mengatakan, imbauan Pemerintah untuk hidup normal kembali dengan menyadari COVID-19 kurang efektif karena saat ini masih banyak masyarakat yang tidak mengenakan masker, berkerumun seakan-akan tidak terjadi apa-apa. Padahal virus Corona ini sangat nyata sebagai musuh atau dapat membahayakan kehidupan sehari-hari.

"Sementara kehidupan ekonomi turun terus. Bulan depan hampir dapat dipastikan 99,9 persen akan terjadi resesi ekonomi di Indonesia," katanya saat memberikan sambutan dalam acara temu seniman dan budayawan Yogya di Warung Bu Ageng, Jalan Tirtodipuran, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Sabtu (29/8/2020).

Namun, dia meminta agar masyarakat tidak perlu khawatir. Mengingat resesi bukanlah krisis ekonomi. (*)

loading...
 Sumber : Antara /  Editor : Dodi

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]