Epidemiolog: Pemprov DKI Harus Bekerjasama dengan Daerah Penyangga Untuk Tekan Kasus Covid-19


Rabu, 02 September 2020 - 06:46:09 WIB
Epidemiolog: Pemprov DKI Harus Bekerjasama dengan Daerah Penyangga Untuk Tekan Kasus Covid-19 Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman mengatakan, tingginya kasus Covid-19 di DKI Jakarta bukan berarti Pemprov DKI bekerja buruk dalam mengendalikan pandemi. Namun, lantaran massifnya DKI Jakarta melakukan tes corona.

Ia menilai Pemprov DKI Jakarta harus bekerjasama dengan daerah penyangga ibu kota guna menekan kasus Covid-19.

"Jadi harus ada kolaborasi yang menuju pada tujuannya yang sama yaitu eleminasi Covid-19 dengan cara melakukan penguatan secara kualitas, kuantitas dari testing dan tracing. Ini perlu dilakukan bersama-sama," kata Dicky seperti dilansir Okezone, Rabu (2/9/2020).

Dicky menerangkan, tingginya positivity rate atau rasio antara jumlah tes Covid-19 dan orang yang terjangkit corona di Ibu Kota merupakan bukti nyata bahwa pandemi Covid-19 belum dapat dikendalikan.

Menurut dia, saat ini pandemi corona telah menyasar kepada kelompok masyarakat yang berisiko tinggi Covid-19. Kelompok ini, lanjut dia, merupakan orang-orang yang mengalami gejala saat terpapar corona.

"Dan mereka ada penyakit sebelumnya dan ini memerlukan rawatan rumah sakit. Ada di ICU dan membutuhkan ventilator dan segalam macam. Dan ini juga berisiko meningkatkan angka kematian," terangnya.

Ia melanjutkan, angka positivity rate yang mencapai 10% di DKI Jakarta juga menunjukkan bahwa masih banyak kasus Covid-19 yang belum terdeteksi.

Dicky menduga, kasus Covid-19 yang belum terdeteksi itu berasal dari daerah penyanggah. Warga penyanggah yang sebenarnya terpapar corona itu masih beraktivitas keluar masuk Ibu Kota hingga menularkan corona.

"Ini penyebabnya ketimpangan antara DKI dan daerah penyanggahnya dalam performa intervensi testing dan tracing dan isolasi, karantina dan segala macam. Di perbatasan Jawa Barat dan Banten itu mereka beraktivitas di Jakarta. Bolak-balik lagi dan ini yang artinya potensi membawa virusnya besar, tanpa adanya sinergitas di Jawa ini akan sulit pengendaliannya yang optimal," jelasnya.

Ia pun berharap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama kepala daerah wilayah penyanggah Ibu Kota bisa segera berkolaborasi dan bersinergi mengoptimalkan testing, tracing, dan treatment supaya kasus Covid-19 bisa segera dikendalikan.

"Sehingga dalam beberapa bulan, sebulan dua bulan akan mengalami penurunan (kasus). Tanpa adanya sinergitas itu akan sulit. Kecuali Jakarta menutup perbatasannya, ini juga sulit. Sehingga harus dilakukan sama-sama (daerah lain) sehingga akan berhasil," tandasnya. (*)

 Sumber : okezone.com /  Editor : Rahma Nurjana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]