DPRD Ingatkan Pemko Padang Jangan Abai Covid-19! Kadinkes: Ulah Perilaku Masyarakat yang Abai Protokol Kesehatan


Rabu, 02 September 2020 - 10:03:24 WIB
DPRD Ingatkan Pemko Padang Jangan Abai Covid-19! Kadinkes: Ulah Perilaku Masyarakat yang Abai Protokol Kesehatan Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang dr Feri Mulyani Hamid.

HARIANHALUAN.COM - Penyebaran virus Corona yang semakin tinggi setiap harinya membuat status Kota Padang bergeser dari zona orange menjadi merah. Hal tersebut berarti Kota Padang memiliki resiko tinggi terhadap penularan Covid-19. Karena bergeser menjadi zona merah Pemkot Padang semakin meningkatkan pengawasan penerapan Peraturan Wali Kota yang dikeluarkan semenjak new normal diberlakukan.

Sebelumnya, Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno mengumumkan hanya Kepulauan Mentawai yang masih masuk ke zona hijau Covid-19. Berdasarkan data yang dirilis tim Gugas Covid-19 Sumbar mencatat saat ini hanya memiliki satu daerah zona merah, 7 zona orange, 11 zona kuning dengan risiko rendah, dan 1 zona hijau dengan tidak ada kasus aktif.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang dr Feri Mulyani Hamid mengatakan hal tersebut bisa disebabkan karena prilaku masyarakat yang abai dalam menjalankan protokol kesehatan.

"Risiko penularan setiap saat bisa berubah tergantung dengan prilaku," sebutnya saat dihubungi Harianhaluan.com pada Rabu (2/9).

Terkait dengan perubahan status Kota Padang menjadi zona merah Pemkot diharuskan menyesuaikan sejumlah kebijakan dengan aturan terkait kesehatan masyarakat dari pemerintah pusat.

"Banyak yang harus dilakukan Pemkot Padang, seperti masalah pembatasan orang keluar-masuk, sekolah, acara pernikahan, ibadah berjamaah berjemaah juga tidak bisa lagi," jelasnya.

Kemudian dr Feri juga melanjutkan terdapat Peraturan Wali Kota (Perwako) Padang Nomor 49 tentang Pola Hidup Baru dalam Masa Pandemi Covid-19. Perwako tersebut mengatur bagaimana hidup berdampingan dengan pandemi Covid-19 tetapi kegiatan ekonomi tetap jalan dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Sekarang yang perlu ditingkatkan tentu pengawasannya," tegasnya.

Perwako tersebut, kata Feri dalam waktu dekat akan dijadikan peraturan daerah. Di dalam perda itu nantinya akan ada sanksi seperti denda dan penjara sehingga ada efek jera bagi masyarakat yang melanggar.

"Sejauh ini, pegawai yang baru kembali dari perjalanan dinas, diminta bekerja dari rumah sampai hasil tes swab-nya keluar dengan hasil negatif. Pegawai yang tidak sehat, seperti batuk dan flu sedikit yang biasanya tetap masuk kerja, sekarang sudah diminta bekerja dari rumah,” tutupnya.

Seperti diberitakan harianhaluan.com sebelumnya, Ketua DPRD Padang, Syafrial Kani mengingatkan Pemko Padang jangan abai dalam penanganan virus Covid-19. Hal itu disampaikan sehubungan bergesernya status Kota Padang menjadi zona merah, karena jumlah kasus positif terus bertambah. (*)

Reporter : Merinda Faradianti /  Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]