Bruno Guimek: Pokir DPRD Mentawai Itu Berdasarkan Kebutuhan Skala Prioritas 


Rabu, 02 September 2020 - 13:58:00 WIB
Bruno Guimek: Pokir DPRD Mentawai Itu Berdasarkan Kebutuhan Skala Prioritas  Bruno Guimek

HARIANHALUAN.COM - Sekertaris Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai Bruno Guimek menyebutkan bahwa dana Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Mentawai tidak serta merta disetujui, namun harus melalui proses pembahasan dan memperhatikan kebutuhan skala prioritas pembanguan.

Hal tersebut disampaikan kepada sejumlah wartawan saat diwawancara di Kantor Sekretariat DPRD Mentawai, Selasa (01/09). Dia menyebut dari 20 anggota DPRD Mentawai memiliki pokok pikiran dan kepentingan yang berbeda-beda, untuk itu harus ada pembahasan agar penggunaan anggaran pembangunan daerah lebih terarah.

Baca Juga : Pasca Oknum Pegawai Lapas Terlibat Narkoba, Kalapas Bukittinggi Gelar Razia dan Bentuk Tim Khusus

"Jadi dana Pokir anggota DPRD itu sifatnya bukan perorangan, tetapi secara keseluruhan, memang, misalnya saya yang mengusulkan atau teman lainnya yang mengusulkan, patokanya tetap berdasarkan kebutuhan dan skala prioritas pembangunan, bukan dipatok, masing-masing anggota DPRD Rp 1 Miliar misalnya maka jumlahnya Rp 20 miliar atau masing-masing Rp 10 miliar sudah Rp200 milar," paparnya. 

Ia menyebutkan saat ini tugas anggota DPRD Mentawai hanya mengawal dan memperjuangkan aspirasi masyarakat khususnya bagi kelompok masyarakat yang telah menyodorkan proposal, namun pada dasarnya tetaplah harus mengikuti arah pembanguan dan menyesuaikan kekuatan anggaran yang ada atau secara teknis diserahkan kepada pemerintah. 

Baca Juga : Aksi Pencurian Kotak Amal di Dharmasraya Ini Terekam CCTV

"Kalau pembangunan sarana pemerintah di daerah itu sudah pasti sebuah keharusan walaupun pada dasarnya tetap kita pantau melalui reses dan secara teknis disampaikan kepada instansi terkait, kemudian usulan dari kelompok Masyarakat satu atau dua bisa diterima, tetapi misalnya usulan saya pembangunan 20 rumah Ibadah, habislah anggaran ke situ semua, atau pembangunan jalan di satu lokasi dengan pagu dana sampai Rp40 Miliar sekaligus kan tidak mungkin, tentu pembangunannya bertahap," timpalnya.

Menurut legislator dari Partai Nasdem ini, setiap tahunnya  pembanguan di Kabupaten Kepulauan Mentawai mengalami peningkatan baik dari sektor pembangunan infrastruktur maupun sumber pendapatan asli daerah, khususnya di sektor pariwisata, hanya saja kata dia tahun ini kurang menguntungkan dikarenakan adanya penyebaran virus corona.

Baca Juga : Pemerintahan Kecamatan IV Jurai Lakukan Vaksinasi Covid-19

"Kalau dibandingkan dulu APBD Mentawai pernah hanya 300 Miliar, kemudian ditambah dengan sumber dana dari DAU dan bagi hasil itu total kurang lebih 500 Miliar, sekarang sudah mencapai 1 Triliun lebih dan ditambah sumber dana lain 800 Miliar, namun tentu biaya pembanguan lebih murah dulu dari pada sekarang," kata Bruno yang sudah duduk 3 priode di kursi DPRD Mentawai ini.

Terkait adanya realokasi dan refocusing anggaran akibat dari penyebaran virus Corona atau Covid-19 pada tahun ini banyak kegiatan pembangunan di Kabupaten Kepulauan Mentawai yang terpaksa batal atau ditunda, ia berharap wabah virus corona segera berakhir dan tahun depan pembangunan kembali bisa dilanjutkan. (*)

Baca Juga : Lakukan Safari Khusus, Pemkab Pessel Bagi-bagi Bantuan untuk Masjid Rp7,5 Juta 

Reporter : Redi | Editor : Heldi Satria
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]