Sudah 100 Hari Thailand Bebas Virus Corona, Ini Strategi yang Dilakukan


Kamis, 03 September 2020 - 07:52:59 WIB
Sudah 100 Hari Thailand Bebas Virus Corona, Ini Strategi yang Dilakukan Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Thailand melaporkan nol kasus corona (Covid-19). Setidaknya sudah 100 hari negara itu melaporkan tak ada penularan lokal yang terjadi.

Ini membuat Thailand mengikuti Taiwan. Sebelumnya, Taiwan adalah negara yang berhasil menghilangkan virus asal Wuhan, China itu.

Baca Juga : Kasus Positif dan Kematian Covid-19 di Pakistan Tembus Rekor

Dari data Kementerian Kesehatan setempat, sejak 26 Mei tak ada transmisi lokal yang ditemukan. Namun memang, kasus impor ditemukan pada turis dan pendatang dan pemerintah mewajibkan karantina lagi setelah penderita sembuh.

Ditulis Bloomberg, strateginya yang dipakai memang cukup pahit buat ekonomi negeri itu. Mereka harus menutup perbatasan guna menyelamtkan warga.

Baca Juga : Perawat Florida Terancam Bui 5 Tahun, Usai Ancam Bunuh Kamala Harris

Pemerintah sempat memberlakukan lockdown nasional pada Maret. Namun melonggarkan beberapa hal untuk memungkinkan bisnis kembali dibuka.

Warga diminta memakai masker. Relawan kesehatan bertindak sebagai penjaga gerbang desa, untuk mengawasi penggunaan masker oleh warga di pelosok Thailand.

Baca Juga : Ikuti Langkah AS, Giliran Ceko Usir 18 Diplomat Rusia

Tapi kini, dengan data yang baru, pemerintah bersedia membuka kembali pariwisata. Namun kapan jelas itu dilakukan belum dirinci.

"Kami menahan virus, dan sekarang adalah waktu yang tepat untuk fokus pada ekonomi - semakin lama kami menutup perbatasan, semakin banyak kerusakan yang ditimbulkannya," kata kepala ekonom di Bank of Ayudhya Pcl di Bangkok, Somprawin Manprasert, dikutip Kamis (3/9/2020).

Baca Juga : Sempat Mengaku Capai Herd Immunity, India Kini Diterjang 'Tsunami' COVID-19

"Tanpa kebijakan yang tepat, keluarnya beberapa bisnis dan tenaga kerja dapat memangkas pertumbuhan jangka panjang negara sebesar 0,5% setiap tahun, yang signifikan untuk negara yang juga mengalami penuaan dengan cepat."

Ini tergolong prestasi buat Thailand. Pasalnya negara itu merupakan negara pertama di luar China yang mendeteksi corona, 13 Januari lalu.

Sejauh ini Thailand telah melaporkan 3.425 kasus dan 58 kematian Covid-19. Di mana hanya 93 pasien yang masih dirawat di rumah sakit.

Ekonomi Thailand menunjukkan penurunan yang luar biasa sepanjang kuartal II-2020. Pandemi virus corona (Covid-19) menjadi penyebab utamanya.

Dilansir dari Reuters, pada kuartal II-2020, ekonomi Thailand tercatat minus 12,2% dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).

Ini merupakan penurunan atau kontraksi ekonomi terbesar dalam 22 tahun atau sejak krisis 1998. Pada kuartal dua 1998, ekonomi Thailand minus 12,5%.

Pandemi menghantam keras sektor pariwisata, ekspor, dan aktivitas ekonomi dalam negeri di Thailand.

Secara teknikal, Thailand sudah mengalami resesi, karena pada kuartal I-2020, ekonomi negeri gajah putih ini juga minus 2%.

Pemerintah Thailand memprediksi ekonomi negaranya di tahun ini bakal minus 7,3-7,8%. Lebih parah dari proyeksi sebelumnya yaitu minus 5-6%.(*)


 

Editor : Nova Anggraini | Sumber : CNBC
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]