Kasus Penganiayaan di Rutan Anak Air Dipicu Kesalahpahaman Antar Warga Binaan


Kamis, 03 September 2020 - 18:27:22 WIB
Kasus Penganiayaan di Rutan Anak Air Dipicu Kesalahpahaman Antar Warga Binaan Kepala Rutan Anak Air Klas II B Padang, Eri Erawan

HARIANHALUAN.COM - Dugaan penganiayaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Anak Air Klas II B Padang, terhadap salah satu warga binaan, atas nama Ances Setiawan dipicu karena kesalahpahaman antar sesama warga binaan. 

"Dugaan penganiayaan berawal ketika Ances sering mengaku kehilangan uang. Sehingga warga binaan lainnya merasa risih dan tersinggung, maka terjadilah penganiayaan tersebut," ujar Kepala Rutan, Eri Erawan kepada wartawan, Kamis (3/9/2020).

Berdasarkan kesepatakan, warga binaan di dalam tahanan, memang diperbolehkan untuk menyimpan uang namun jumlahnya dibatasi. Uang tersebut didapati para tahanan dari keluarganya pada saat membezuk.

"Masing-masing mereka hanya boleh memegang uang sebesar Rp200 ribu dan kesepakatannya tidak boleh lebih dari jumlah tersebut," terang Eri lagi.

Sementara Ances ini, kata dia, telah sering mengaku kehilangan uang. Namun setelah ditanyai terkait hal itu, ia kemudian mengaku uangnya telah ditemukan, sehingga menimbulkan kerisihan dari warga binaan lainnya dan berujung penganiayaan.

"Disampaikan, untuk sekarang kita belum bisa memastikan apakah itu merupakan penganiayaan atau lainnya. Karena masih dalam penyelidikan oleh kepolisian. Berharap polisi secepatnya untuk memeriksanya," tukas Eri.

Sedangkan untuk Ances sendiri, telah diamanahkan dan dipindahkan di LP Muaro untuk mencegah diskomunikasi antar sesama warga binaan yang satu kamar dengan 14 warga binaan lainnya.

Pemindahan Ances berdasarkan persetujuan dari kepala pengadilan, kejaksaan dan pimpinan kita kepala divisi, karena Ances saat masih menjalani proses hukum terhadap kasus yang menjeratnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, Ances kondisinya sudah keadaan membaik.

Namun sebelumnya diberitakan,  pihak keluarga Ances didampingi Penasehat Hukumnya telah medatangi SPKT Polresta Padang, untuk mengajukan laporan atas tindakan, diduga dilakukan oleh sesama tahanan di Rutan tersebut.

"Berharap pihak kepolisian Polresta Padang bisa mengungkap pelaku yang telah melakukan penganiayaan tersebut. Berharap, ini bisa jadi pembelajaran kedepannya," kata Penasehat Hukum, Vino Octavia. (*)

 

loading...
Reporter : Buliza Rahmat /  Editor : Heldi Satria

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]