Mengenal D'Opera, Komunitas Musik Akustik dan Musisi Jalanan di Dharmasraya


Kamis, 03 September 2020 - 23:56:05 WIB
Mengenal D'Opera, Komunitas Musik Akustik dan Musisi Jalanan di Dharmasraya Penampilan group band akustik D'Opera di salah satu Coffee Shop di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, Kamis (03/09) malam.

HARIANHALUAN.COM - Mengalir mengalun ikuti ramuan tangga nada dengan alat musik sederhana sudah menjadi ikon perjuangan bagi D'Opera Band, sebuah komunitas seni musik akustik di Dharmasraya, dalam mempertahankan eksistensi mereka sebagai pemusik jalanan yang terpaksa harus berkeliling ke sejumlah cafe dan coffee shop yang mulai bermunculan di daerah itu.

Bayangkan, hanya dengan bayaran seratus ribu rupiah ditambah pendapatan dari kotak sumbangan dari pengunjung yang tidak seberapa, tidak menyurutkan semangat mereka dalam bermusik akustik yang dikenal easy listening dan memberikan suasana nyaman bagi pendengarnya.

Baca Juga : Twitter Jadi Media Sosial yang Paling Tinggi Sebar Ujaran Kebencian

Dituturkan oleh salah seorang personel band tersebut, Didie D'Opera, pengalamannya dalam bermusik dimulai dari minat belajar secara otodidak sejak usia dini bermodal sebuah gitar pemberian orang tua dan menginjak usia sekolah lanjutan tingkat pertama, ia bersama sejumlah pehobi musik dari kalangan sebayanya mulai membentuk group band bergenre rock.

"Kemudian pada 2012 saya menetapkan hati memperdalam kemampuan musikalitas dengan berkuliah jurusan sendratasik di Universitas Negeri Padang, dan sempat mewakili Provinsi Sumatera Barat pada ajang Pekan Raya Indonesia bersama Group Band UB 8 pada 2018," ucapnya, Kamis (03/09) malam, disela-sela penampilan me

Baca Juga : Trik dan Tips dari Dokter Spesialis agar Kulit Sehat Selama Ramadan

Pada medio 2019, berbekal pengalaman dari panggung ke panggung festival band, ia pun memutuskan kembali ke Dharmasraya dengan niat ingin menumbuhkembangkan minat bermusik bagi generasi milenial daerah itu yang masih menjadi mimpi manisnya yang siap menjadi kekecawaan terbesar dalam hidupnya hingga detik ini.

Menurutnya, rendahnya perhatian pemerintah daerah melalui institusi terkait dalam mengayomi para pelaku seni tradisi dan modern di daerah itu, cukup menjadi sebuah keresahan tentang sebuah cita-cita menjadikan Dharmasraya sebagai salah satu pusat seni budaya terkemuka di Sumatera Barat.

Baca Juga : Ingat Ya! Bayarkan Dua Hal Ini Dulu Kalau Dapat THR

"Untuk menjaga semangat dan minat bermain musik, saya bersama teman-teman musisi lainnya memutuskan untuk membentuk sebuah group band akustik yang diberi nama D'Opera, yang merupakan wadah kami dalam menyuarakan eksistensi kaum milenial Dharmasraya yang merindukan kesempatan berekpresi membangun karya yang tentunya menjadi persembahan bagi daerah yang kami cintai ini,"ungkapnya.

Ketika ditanyakan terkait bentuk pembinaan yang mereka dan kaum musisi lainnya inginkan, sebuah jawaban sederhana meluncur dari pendapat mereka, ternyata masalah dukungan infrastruktur dan fasilitas pendukung lainnya yang tidak seberapa nilainya masih sulit dipenuhi jika dibandingkan dana yang dihabiskan untuk membangun deretan megaproyek yang terkadang tidak termanfaatkan maksimal.

Baca Juga : Wah! Konten Video Vision+ Original Series hingga Live TV Nasional Kini Hadir di MAXstream

"Secara regulasi perundang-perundangan kami sebagai generasi muda juga memiliki hak untuk dikembangkan minat dan bakatnya, namun lelah bersuara sudah sangat mendera kami dan memilih terus berkarya tanpa ada yang menaruh perhatian pentingnya menjaga semangat generasi muda berkiprah demi bangsa ini," tegasnya. (*)

 

Reporter : Rully Firmansyah | Editor : Heldi Satria
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]