Polemik Pernyataan Puan Maharani, Fadli Zon: Kalau Salah Ucap, Diralat dan Minta Maaf!


Jumat, 04 September 2020 - 01:00:31 WIB
Polemik Pernyataan Puan Maharani, Fadli Zon: Kalau Salah Ucap, Diralat dan Minta Maaf! Fadli Zon

HARIANHALUAN.COM - "Untuk Provinsi Sumatera Barat, rekomendasi diberikan kepada Ir. Mulyadi dan Drs. H. Ali Mukhni. Merdeka!. Semoga Sumatera Barat menjadi provinsi yang memang mendukung negara Pancasila". Begitu kira-kira kalimat yang dilontarkan Puan Maharani yang memicu kegaduhan untuk masyarakat Sumbar.

Dari pernyataan itu, seolah-olah Sumbar selama ini tidak mendukung negara Pancasila. Bahkan, pernyataan Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia sedangkan hangat diperbincangkan diberbagai saluran pertelevisian Indonesia.

Dikutip dari TV ONE, Politisi Partai Demokrasi Indoensia (PDI) Perjuangan, Zuhairi Miswari menjelaskan konteks dari pernyataan Puan Maharani, dimana pernyataan itu ditujukan kepada kader-kader PDI Perjuangan, terutama calon kepala daerah yang mendapat penugasan dari partai.

"Memang konteksnya seperti itu. Tetapi karena disiarkan secara live, maka muncul tafsiran yang bagi saya melampaui dari konteks yang disampaikan dalam forum ketika itu," ujarnya.

Diakuinya, bahwa negara Indonesia berhutang kepada warga Minang. Karena diantara mereka banyak tokoh pendiri bangsa berasal dari Minang. 

"Oleh karena itu, berilah kami kesempatan untuk menjelaskan. Jangan lah kami ini dihukum sepihak. Seolah-olah kami ini tidak sejalan dengan denyut nadi dari warga Minang," tungkasnya.

Menanggapi pernyataan itu, politisi Partai Gerindra, Fadli Zon, dari diksinya sudah jelas, bahwa ada semacam keragu-raguan dan mungkin adalah salah ucap atau bicara.

"Jika memang salah salah ucap atau salah bicara, mudah saja, tinggal diralat atau kalau lebih jauh minta maaf. Tapi kalau mau tetap mempertahankan argumen ini, saya kira itu akan merugikan diri sendiri," sebut Fadli.

Karena orang Minang, kata dia, dikenal cukup kritis dan legaliter. "Saran saya, justru pernyataan seperti ini yang akan memicu pemecahbelahan, bukan komentar setelah itu," ulasnya. (*)

loading...
Reporter : Buliza Rahmat /  Editor : Heldi Satria

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]