Kenali Ciri-ciri Kanker Payudara Ini Sebelum Terlambat


Jumat, 04 September 2020 - 21:11:27 WIB
Kenali Ciri-ciri Kanker Payudara Ini Sebelum Terlambat Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Kanker payudara memang masih menjadi momok menakutkan untuk para perempuan. Apalagi jika ada benjolan pada payudara, maka diidentikan dengan kanker. Tapi benarkah demikian?

Spesialis Bedah Onkologi RS Medistra dr Sonar Soni Panigoro SpB(K)Onk mengatakan, ketika ada benjolan di payudara, hanya 20 persen kemungkinan Anda terkena kanker. Bisa jadi, itu adalah salah satu bentuk tumor jinak yang tidak berbahaya.

Baca Juga : Melalui Si Jadoel, Inovasi untuk Tingkatkan Pemahaman Peserta JKN – KIS di Masa Pandemi

"Bedainnya kalau tumor jinak tumbuh seperti kantung dan kelihatan bagus bentuk benjolannya. Kalau diraba seperti kelereng dan membesarnya di daerah situ saja. Kalau kanker tidak begitu," jelas dr Sonar.

Benjolan yang bukan kanker biasanya disebabkan karena kista, peradangan atau infeksi, serta mastitis pada ibu menyusui. Jika benjolan itu dicurigai kanker, sebut dr Sonar, biasanya kondisinya sudah tidak bagus. Benjolannya juga bisa menempel ke otot dan muncul bahaya lanjut.

Baca Juga : Ketua KNPI Padang: Pemuda harus Lebih Aware dengan Jaminan Kesehatan dan Dukung Program Mulia JKN – KIS

Dokter Sonar menjelaskan, jika wanita atau pria terkena kanker payudara, ciri-cirinya adalah terjadi perubahan bentuk dan ukuran payudara, adanya rasa sakit di puting dan mengeluarkan cairan bening, cokelat atau kuning, bengkak di daerah ketiak, tiba-tiba memerah sampai kulit berubah mirip kulit jeruk.

Kalau memang penasaran saat Anda mendapati benjolan tumor jinak terebut, lebih baik periksa ke dokter untuk di USG. Hasilnya bakal ketahuan dan dokter memberikan tindakan cepat.

"Tindakannya tidak harus langsung bedah, biasanya diresepkan antibiotik untuk menghilangkan benjolannya, apalagi kalau diameternya kecil," tutur dr Sonar.

Karena ancaman kanker payudara untuk wanita di Indonesia semakin meningkat, diingatkan kembali untuk melakukan periksa payudara sendiri (Sadari). Kebiasaan ini dinilai efektif dan membantu para wanita untuk mencegah kanker payudara stadium lanjut.

Bahkan, menurut Organisasi Penanggulangan Kanker Dunia dan Badan Kesehatan Dunia, diperkirakan terjadi peningkatan kejadian kanker di dunia 300 persen pada tahun 2030. Mayoritas terjadi di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Secara nasional prevelansi Kanker di Indonesia sebesar 1,4 per 1.000 penduduk. Kanker tertinggi yang terjadi pada perempuan di Indonesia adalah kanker payudara dan kanker serviks. Sedangkan pada laki-laki adalah kanker paru dan kanker kolorektal.(*)

Editor : Nova Anggraini | Sumber : okezone
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]