Warga Sesalkan Kebijakan Kepala Puskesmas Pakan Rabaa: Puskesri Sering Tutup dan Pelayanan Rawat Inap Mahal!


Jumat, 04 September 2020 - 22:14:39 WIB
Warga Sesalkan Kebijakan Kepala Puskesmas Pakan Rabaa: Puskesri Sering Tutup dan Pelayanan Rawat Inap Mahal! Pueskesmas Pakan Rabaa Limapuluh Kota

LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUAN.COM - Sejumlah warga di selatan Kabupaten Limapuluh Kota, terutama di Nagari Sitanang, Kecamatan Lareh Sago Halaban kecewa terhadap kebijakan Kepala Puskesmas Pakan Rabaa, Gaduik. Pasalnya, sejak Puskesmas setempat berganti pimpinan, dinilai warga sangat berdampak buruk terhadap pelayanan kesehatan disana. Dan itu sangat dirasakan oleh pasien yang hendak berobat.

"Contohnya, seperti Pusat Kesehatan Nagari (Puskesri) sering tutup, tidak ada petugas  disana, siang malam tutup, bagaimana warga yang akan berobat. Salah satu contohnya Puskesri di Nagari Sitanang," terang Nur Datuak Rajo Mangkuto tokoh masyarakat Lareh Sago Halaban pada Jumat (4/9) siang beserta warga lainnya.

Diceritakan pengurus LKAAM Limapuluh Kota itu, semasa Puskesmas Pakan Rabaa dipimpin Yelfi Netra Puspita, pelayanan kesehatan terhadap 4 nagari yang menjadi wilayah kerja puskesmas tersebut tergolong bagus dan bermasyarakat.  Puskesri di nagari-nagari pun sangat jarang yang tutup apalagi kosong dari petugas.

Tetapi,  kata Nur Datuak Rajo Mangkuto, sejak berganti Kepala Puskesmas Pakan Rabaa ke Dediyas, warga yang ingin mendapatkan pelayanan, banyak yang kecewa. "Satu lagi contohnya di puskesmas, untuk rawat inap saja biayanya sangat mahal," terangnya.

Untuk perawatan satu malam, ucapnya, pasien harus membayar hingga Rp 400ribu. "Kita semua tau, orang-orang yang berobat adalah warga disini dan mereka kebanyakan dari keluarga kurang mampu. Untuk rawat inap pun tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Ini yang kita sesalkan dan banyak yang menyampaikan persoalan ini kepada saya," terangnya lagi.

Karena itu, tokoh yang gigih memperjuangkan kepentingan warganya itu berharap,  kondisi yang terjadi di Puskesmas di kampungnya itu jadi perhatian oleh Pemkab Limapuluh Kota. "Persoalan ini harus dievalusi juga. Banyak yang minta, agar kepala Puskesmas Pakan Rabaa diganti saja," tegas Nur Datuak Rajo Mangkuto.

Sementara Kepala Puskesmas Pakan Rabaa Dediyas yang dikonfirmasi tidak membantah adanya Puskesri kosong tanpa petugas. Hal itu disebabkan kurangnya tenaga kesehatan yang akan ditempatkan disana. "Puskesri yang kosong memang ada tetapi itu akan diisi. Senin depan itu sudah dilakukan serah terima petugas kesehatan dengan pihak nagari," terang Dediyas.

Kemudian, katanya, di Puskesri lain seperti  di Nagari Sitanang, itu tidak kosong dan ada petugas yang siaga disana. Tetapi karena kondisi petugas tersebut sudah berumur sehingga berpengaruh terhadap kinerja petugas tersebut di Puskesri.

"Petugas di sana adalah bidan senior. Dia juga sudah sempat saya panggil secara lisan terkait persoalan ini. Apabila beliau tidak bisa memperbaiki nanti kita ingatkan untuk yang kedua. Tetapi, tidak juga ada perubahan terpaksa kita ingati secara tertulis," terangnya lagi. Jarangnya petugas di Puskesri di Nagari Sitanang tersebut, juga sudah dibicarakan pihak Puskesmas Pakan Rabaa dengan pihak Nagari.

Kemudian,ucapnya lagi,  terkait mahalnya biaya rawat inap, disebabkan karena rawat inap Puskesmas Pakan Rabaa belum memiliki izin dari Kementerian Kesehatan dan masih bersifat mandiri. Sehingga setiap pasien yang dirawat tidak bisa dengan pelayanan BPJS Kesehatan.

"Seharusnya pasien BPJS bisa diklaimkan. Mulai dari obat,  makan pasien, laundri sampai biaya rawat. Saat diajukan ke BPJS, semuanya itu ditolak. Karena izin Puskesmas dari pusat (Kemenkes) belum ada. Kita (Puskesmas) butuh biaya untuk perawatan pasien yang tidak bisa diklaimkan melalui BPJS," ucapnya.

Meski demikian, Kepala Puskesmas Pakan Rabaa tersebut terus berupaya mendapatkan izin tersebut dari Kementerian Kesehatan. " Sejak masuk ke Puskesmas sudah saya urus sampai hari ini. Alhamdulillah ini sudah berjalan dan kita menunggu tim dari Kemenkes," terang Dediyas.

Apabila sudah mengantongi izin nantinya dari Kemenkes, ucapnya, pasien dengan BPJS asuransinya bisa diklaimkan. "Ruang rawat inap kita berkapasitas 10 pasien. Tim survey dari Kemenkes ini yang sedang ditunggu dalam proses izin,"katanya lagi.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Limapuluh Kota, Tien Septino untuk konfirmasi terkait persoalan Puskesmas Pakan Rabaa tersebut, belum berhasil dihubungi. Nomor ponsel yang ditelp tidak menjawab dan pesan melalui WhatApps pun tidak dibalas.

loading...
Reporter : Dadang Esmana /  Editor : Rahma Nurjana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]