Empat Nagari di Sumpur Kudus Dilanda Banjir, Puluhan Hektar Sawah Terendam


Ahad, 06 September 2020 - 19:37:33 WIB
Empat Nagari di Sumpur Kudus Dilanda Banjir, Puluhan Hektar Sawah Terendam Kapolsek Sumpur Kudus Iptu Guzirwan saat meninjau jalan yang longsor akibat hujan deras yang melanda beberapa hari terakhir ini, Minggu (6/9/2020) di Kecamatan Sumpur Kudus.

HARIANHALUAN.COM - Hujan deras yang melanda hampir di seluruh kawasan wilayah Kabupaten Sijunjung sejak Jumat (4/6/2020) malam hingga Minggu (6/9/2020) mengakibatkan sejumlah nagari di Kecamatan Sumpur Kudus terdampak bencana. Warga pun diminta waspada, sebab intensitas hujan diprediksi akan terus berlanjut. 

Dari informasi yang diperoleh harianhaluan.com, bencana alam terjadi pada Minggu (6/9/2020) pagi, dimana aliran Sungai Batang Sumpu meluap hebat, akibatnya puluhan hektar sawah dan pemukiman warga terendam. Adapun nagari yang terendam banjir mencapai empat nagari yakni Nagari Silantai, Unggan, Tamparungo, dan Manganti. 

Baca Juga : Kasus Korupsi, Mantan Kadis Cipta Karya dan Tata Ruang Mulai Diadili

Akibat meluapnya sungai Batang Sumpu tersebut, tanaman padi garapan milik warga mengalami kerusakan parah hingga dipastikan berujung gagal panen. Dimana luapan air bah selain merusak tanaman padi juga memporak-porandakan struktur lahan, yang disertai lumpur dan bebatuan. Warga setempat juga nyaris tak dapat berbuat banyak, sehingga aktivitas warga lumpuh dan hanya bisa pasrah menyaksikan lahan pesawahan mereka rusak. 

Sementara, debit air sudah berangsur surut. Bagi warga yang rumahnya terendam, berupaya melakukan pembersihan terhadap material sisa lumpur serta sampah yang berserakan. "Air bah datang mendadak, membuat warga tak punya waktu mengeksekusi barang-barang dalam rumah. Tak hayal semuanya terendam sudah," jelas Antonio, seorang tokoh masyarakat setempat.

Baca Juga : Amanda Divonis Ringan, Jaksa Langsung Nyatakan Banding

Selain luapan air bah, hujan deras sejak Jumat malam juga turut membuat akses transportasi atau jalan utama di kawasan Sumpur Kudus lumpuh akibat pohon tumbang di beberapa titik. Untuk dapat kembali beroperasi, personel Polsek Sumpur Kudus, TNI dan masyarakat terpaksa turun ke lokasi melakukan gotong-royong  dengan menggunakan berbagai peralatan, mulai dari mesin chainsaw hingga perkakas tradisional. 

Material pohon tumbang dipotong-potong, kemudian dibuang ke sisi kanan (jurang). Sementara terhadap material yang dirasa dapat dimanfaatkan, boleh dibawa warga yang ikut bergotong-royong. "Hujan lebat turun tanpa jeda sejak Sabtu siang hingga Minggu pagi mengakibatkan pohon tumbang dan material pohon menghalangi ruas jalan utama kecamatan di sejumlah titik," ucap Kapolsek Sumpur Kudus, Iptu Guzirwan melalui telepon selularnya.

Baca Juga : Lagi, Kota Pekanbaru Diterjang Banjir Ketika Diguyur Hujan Lebat

Lebih lanjut Guzirwan menambahkan, rentetan bencana alam di kawasan Sumpur Kudus juga terjadi di berbagai tempat. Antara lain, Sabtu (4/9/2020) sekitar pukul 04.00 WIB, mendadak debit air Batang Sumpu turut meluap. Disusul munculnya tanah longsor di Jalan Lantiak Kajai menuju Nagari Sumpur Kudus hingga mengakibatkan akses jalan terputus total.

"Semua nagari terdampak banjir, pohon tumbang dan longsor, seluruhnya mencapai empat nagari. Pasca bencana, tim gabungan polisi, TNI, BPBD dan masyarakat bergerak melakukan tindakan," imbuh Guzirwan. 

Baca Juga : Diguyur Hujan Deras, Jalanan di Kota Batam Direndam Banjir

Dalam peristiwa ini dilaporkan tidak ada korban jiwa, kerugian materi ditaksir mencapai ratusan juta. "Sebagai bentuk kepedulian, pihak Polres Sijunjung telah menyalurkan bantuan logistik berupa sembako bagi warga yang terdampak bencana alam tersebut," tutupnya. (*)

Reporter : Ogi Sunandar | Editor : Agoes Embun
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]