Beli Emas Sekarang Bisa Untung 16% Tahun Depan, Masa Sih?


Senin, 07 September 2020 - 10:28:15 WIB
Beli Emas Sekarang Bisa Untung 16% Tahun Depan, Masa Sih? Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Pergerakan harga emas sangat sensitif dengan gerak dolar AS. Hal inilah yang memicu terjadinya volatilitas tinggi harga logam kuning itu sebulan terakhir.

Pada awal pekan ini, Senin (7/9/2020), harga emas dunia di pasar spot menguat. Pada 08.45 WIB, harga logam kuning itu dibanderol di US$ 1.937,8/troy ons atau menguat 0,3% dibanding posisi penutupan akhir pekan lalu.

Minggu lalu emas terkoreksi 2% akibat dolar AS yang menguat. Data tenaga kerja yang ciamik membuat indeks dolar yang mengukur posisi greenback terhadap enam mata uang lainnya naik.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan ada 1,7 juta lapangan kerja (nonfarm payrolls) di bulan lalu. Hal ini menyebabkan tingkat pengangguran di AS turun ke tingkat 8%. Alhasil, indeks dolar pun bangkit. Emas yang dibanderol dalam mata uang tersebut menjadi tertekan.

Namun banyak pihak yang masih memandang bullish prospek emas untuk jangka panjang, setidaknya hingga tahun depan. Outlook positif emas jangka panjang memang tidak bisa ditampikkan.

Kondisi makroekonomi yang suram, kebijakan moneter ultra-longgar, suku bunga riil yang sudah negatif hingga neraca bank sentral terutama bank sentral AS (The Fed) yang menggelembung menjadi faktor yang mengokohkan fundamental emas.

Narasi ini pun belum berubah. Emas sebagai aset safe haven serta lindung nilai (hedging) menjadi diburu ketika kondisi ekonomi global dipenuhi risiko ketidakpastian tinggi serta adanya ancaman inflasi yang lebih tinggi hingga kinerja aset investasi lain yang buruk. 

Wallet Investor, suatu perusahaan rintisan data analytics yang terspesialisasi dengan proyeksi harga berbagai produk keuangan memprediksi harga emas bisa kembali tembus 2000 US dolar di tahun 2021.

Wallet Investor, memperkirakan harga emas bisa mencapai US$ 2.243/troy ons di akhir tahun depan. Itu artinya potensi upside emas dari posisi sekarang adalah 15,7%. Namun ingat! Meski fundamental emas dinilai masih kokoh, perkiraan harga ini tidak bisa dijadikan patokan utama mengambil keputusan dalam berinvestasi.

Bagi investor yang ingin membeli emas, sangat disarankan untuk melakukan studi komprehensif dan membeli pada momentum yang tepat. Bagaimanapun juga gerak volatil emas berpotensi berlanjut mengingat dolar juga masih fluktuatif dan harga sedang konsolidasi pasca tembus level tertinggi sepanjang sejarah.(*)

loading...
 Sumber : CNBC /  Editor : Nova Anggraini

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 28 Oktober 2020 - 12:23:33 WIB

    Asik.. Jual Beli dan Investasi Emas Kini Bisa Lewat Aplikasi

    Asik.. Jual Beli dan Investasi Emas Kini Bisa Lewat Aplikasi HARIAHALUAN.COM - Aplikasi pembayaran digital Indonesia, KasPro yang merupakan afiliasi dari Digiasia Bios resmi meluncurkan fitur GoldPro. GoldPro adalah fitur transaksi digital jual beli dan investasi emas dan merupakan has.
  • Sabtu, 10 Oktober 2020 - 17:16:51 WIB

    Harga Emas Perhiasan di Padang Pariaman Stabil Namun Sepi Pembeli

    Harga Emas Perhiasan di Padang Pariaman Stabil Namun Sepi Pembeli HARIANHALUAN.COM - Meski harga emas stabil sampai saat ini namun daya beli masyarakat akan perhiasan tersebut masih lemah. Seperti diungkapkan penjual emas di Toko Emas Poras di Pasar Nagari Campago Kampung Dalam, Kecamatan V.
  • Kamis, 24 September 2020 - 20:14:16 WIB

    Tingkat Daya Beli Petani di Sumbar Naik 1.04%

    Tingkat Daya Beli Petani di Sumbar Naik 1.04% HARIANHALUAN.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar mencatat, Nilai Tukar Petani (NTP) di daerah itu bulan Agustus 2020 naik, 1.04 persen. Dimana semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya b.
  • Ahad, 30 Agustus 2020 - 09:28:59 WIB

    Jangan Jual Beli di Waktu Salat Jumat, Ini Bahayanya

    Jangan Jual Beli di Waktu Salat Jumat, Ini Bahayanya HARIANHALUAN.COM - Jual beli atau muamalat merupakan salah satu cara mencari rezeki yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Tapi bagaimana hukumnya ketika jual beli tersebut dilakukan di waktu salat Jumat?.
  • Sabtu, 29 Agustus 2020 - 09:03:25 WIB

    Genjot Ekonomi, Sejumlah Menteri Dukung Gerakan Beli Jualan Teman

    Genjot Ekonomi, Sejumlah Menteri Dukung Gerakan Beli Jualan Teman HARIANHALUAN.COM - Untuk menggenjot ekonomi Indonesia, kini sejumlah menteri di Kabinet Indonesia Maju mendukung kampanye beli jualan teman. Gerakan beli jualan teman pertama kali dilontarkan oleh Menteri Perindustrian (Menpe.

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]