Tolak Sidang Online, Jerinx Minta Sidang Digelar Tatap Muka


Senin, 07 September 2020 - 15:01:51 WIB
Tolak Sidang Online, Jerinx Minta Sidang Digelar Tatap Muka Pengacara Jerinx SID melayangkan surat keberatan sidang digelar secara online ke PN Denpasar.

DENPASAR, HARIANHALUAN.COM - Pengacara I Gede Ari Astina alias Jerinx SID melayangkan surat keberatan sidang perkara dugaan ujaran kebencian digelar secara online ke pengadilan Negeri Denpasar, hari ini, Senin (7/9/2020). Pengacara meminta sidang digelar secara tatap muka.

"Kemudian surat keberatan atas rencana sidang online dan memohon untuk sidang terbuka atau sidang tatap muka sidang langsung kami sampaikan kepada Ketua Pengadilan Negeri Denpasar dan kepada majelis hakim yang akan mengadili perkara," kata kuasa hukum Jerinx SID, Gendo Suardana kepada wartawan.

Gendo menjelaskan, pihaknya menolak rencana sidang online dengan beberapa alasan. Pertama, soal teknis sidang yang melibatkan beberapa tempat.

"Yang paling pokok adalah sidang online terhadap kasus Jerinx karena kami mendapat informasi dari Jaksa memberitahukan secara teknis nanti rencananya mejelis hakim dan panitia akan bersidang di ruang pengadilan ruang cakra kemudian JPU dan pembuktian dan ahlinya mereka di kantor Kejaksaan Tinggi Bali dan terdakwa didampingi kami kemudian saksi dan ahli itu di kantor kepolisian Polda Bali," tambah Gendo.

Lebih lanjut, Gendo menilai persidangan online ini secara teknis dapat merampas hak asasi manusia (HAM) terdakwa. Selain itu, menurutnya, sidang online yang digelar secara daring atau online bertentangan dengan UUD Kehakiman dan KUHP

"Menurut kami secara teknis sangat memberatkan yang pada pokoknya adalah disebut dapat merampas hak asasi manusia dari terdakwa atau Jerinx, konstitusi dari Jerinx sehingga karena tidak bisa untuk mendapatkan haknya atas pengadilan yang bebas dan tidak memihak. Beberapa pertimbangannya pertama sidang online conference ini bertentangan dengan UUD dari Kehakiman dan KUHP itu jelas pada pokoknya menyatakan bahwa terdakwa wajib hadir secara fisik jika kemudian terdakwa dihadirkan secara online sehingga itu bertentangan dengan UUD baik KUHP baik kekuasaan kehakiman," terang Gendo.

Alasan kedua, lanjut Gendo, sidang online berpotensi atau dapat menghambat kebenaran materiil perkara Jerinx yang harus digali seluruh pihak.

"Maka seharusnya seluruh pihak di dalam menggali secara bebas bisa menggali secara komprehensif termasuk melihat gestur dalam pembuktian misalkan gestur dari saksi karena ingin menggali materiil bukan formil seperti sidang perdata gitu sehingga kalau jaraknya jauh daring online menghambat kesusahan jadi kemudian gangguan dengan jaringan dan peretasan," jelas Gendo.

Sidang perdana Jerinx akan digelar pada Kamis (10/9/2020). Sidang akan berlangsung secara virtual di ruang sidang Cakra PN Denpasar. Masyarakat hanya dapat menyaksikan melalui live streaming.

"Persidangan pertama perkara nomor 828/Pid.Sus/2020/PN Dps an. terdakwa I Gede Aryastini alias Jerinx akan digelar pada hari Kamis 10 September 2020 bertempat di ruang sidang Cakra," kata Ketua PN Denpasar Sobandi pada keterangan tertulis, Kamis (3/9/2020). (*)

loading...
 Sumber : detik.com /  Editor : Rahma Nurjana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 25 September 2020 - 10:01:31 WIB

    Gatot Nurmantyo Mengaku Sempat 3 Kali Tolak Permintaan Jokowi

    Gatot Nurmantyo Mengaku Sempat 3 Kali Tolak Permintaan Jokowi HARIANHALUAN.COM - Ternyata Gatot Nurmantyo mengaku pernah menolak permintaan Presiden Joko Widodo yang ingin mengangkatnya menjadi Panglima TNI. Hal itu dia ungkapkan dalam wawancara khusus bersama tvOne Kamis petang kemarin.
  • Senin, 14 September 2020 - 06:43:40 WIB

    Pasien Corona Tolak Isolasi akan Dijemput Penegak Hukum, PAN: Tidak Boleh Menakuti-nakuti

    Pasien Corona Tolak Isolasi akan Dijemput Penegak Hukum, PAN: Tidak Boleh Menakuti-nakuti HARIANHALUAN.COM - Pemprov DKI Jakarta menyebut pasien positif Corona yang menolak diisolasi akan dijemput oleh petugas kesehatan dan penegak hukum. PAN DKI menilai penjemputan itu memang wajar dilakukan, asalkan tidak menaku.
  • Ahad, 13 September 2020 - 10:20:09 WIB

    Ternyata Ini Alasannya Orang Terkaya RI Tolak PSBB Total DKI

    Ternyata Ini Alasannya Orang Terkaya RI Tolak PSBB Total DKI HARIANHALUAN.COM - Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total akan dimulai 14 September 2020. Keputusan ini diambil karena penambahan yang tinggi setiap harinya dan dukungan rumah sakit yang sudah dianggap darura.
  • Ahad, 13 September 2020 - 01:31:38 WIB

    Orang Terkaya RI Kirim Surat ke Jokowi, Tolak PSBB Total

    Orang Terkaya RI Kirim Surat ke Jokowi, Tolak PSBB Total HARIANHALUAN.COM - Surat penolakan orang terkaya di Indonesia atas pemberlakuan kembali aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total di Jakarta oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diposting oleh Jurnalis senior.
  • Jumat, 04 September 2020 - 17:45:49 WIB

    Polri Tolak Laporan Terhadap Puan soal Pernyataan Pancasilais

    Polri Tolak Laporan Terhadap Puan soal Pernyataan Pancasilais HARIANHALUAN.COM - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menolak laporan yang dibuat Persatuan Pemuda Mahasiswa Minang (PPMM) atas Ketua Bidang Politik dan Keamanan DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani. .

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]