Klinik BPS Bukittinggi Laporkan Penyebar Berita Bohong Terkait Hasil Tes Swab Covid-19


Selasa, 08 September 2020 - 18:27:21 WIB
Klinik BPS Bukittinggi Laporkan Penyebar Berita Bohong Terkait Hasil Tes Swab Covid-19 Pemilik Klinik BPS Bunda, didampingi Penasehat Hukum Yohannas Permana dan Gilang Ramadhan Asar usai mengajukan pengaduan ke Polda Sumbar.

HARIANHALUAN.COM - Pemilik Klinik Bidan Praktek Swasta (BPS) Bunda mendatangi Kepolisian Daerah Sumatera Barat dalam rangka untuk melaporkan terkait dugaan penyebaran berita bohong dan pencemaran nama baik yang diunggah di sejumlah media sosial.

Berita bohong itu berupa pesan berantai berbunyi "Kami dari Puskesmas Gulai Bancah menginfokan bahwa dari hasil tracking Covid-19 DKK ada 1 orang warga kita yang positif Covid-19 yaitu pemilik BPS Bunda yaitu Bidan Bunda. Riwayat kontak beliau dengan pasien yang berobat ke sana warga Agam (Gadut) yang positif".

"Mohon Bantuan mencarikan info warga kita yang berobat ke BPS Bunda 14 hari terakhir. Mohon juga memberikan informasi kepada warga kita untuk tidak berobat dahulu ke BPS Bunda dalam 14 hari ke depan atau sampai beliau dan keluarga sehat dan hasil tracking pasien yang berobat selesai. Jika ada info dapat diinfokan kepada petugas puskesmas," begitu bunyi pesan tersebut.

Kemudian berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenaran itu, telah tersebar di sejumlah media sosial seperti Whatsapp dan facebook. Merasa dirugikan, pemilik Klinik BPS Bunda mengambil langkah hukum dengan memberikan laporan ke polisi.

Terkait hal itu, Rahmi Fadhilah Putri selaku pelapor, didampingi penasehat hukumnya Yohannas Permana, telah mendatangi Polda Sumbar, dan berharap mengguna medsos yang telah menyebarkan berita bohong itu, bisa diusut.

"Pengaduan tersebut dibuat pada Senin (7/9/2020) dan telah diterima oleh pihak Polda Sumbar. Kemudian pesan berantai yang tersebar di media sosial itu telah merugikan klien kami, baik secara moril serta materil," ujar Yohannas Permana, Selasa (8/9/2020).

Kerugian secara moril, kata dia, kliennya mengalami kerugian berupa, munculnya stigma negatif terhadap para asisten, keluarga para asisten, pasien yang berobat, dan pihak lainnya sehingga dijauhi.

"Sedangkan secara materil, pesan berantai tersebut telah menimbulkan kerugian pada operasinal klinik," terang Yohannas kepada wartawan.

Diinformasikan Yohannas, pihak Klinik BPS Bunda memang telah melakukan tes usap (swab) atas inisiatif sendiri pada Jumat (28/9/2020) terhadap bidan, keluarga, serta asisten di klinik karena dikabarkan ada salah seorang pasien sebelumnya yang dinyatakan positif.

Namun hingga Senin (7/9/2020), pihaknya belum menerima surat secara resmi hasil pemeriksaan tersebut, hanya dihubungi lewat telepon oleh pihak Puskesmas dan pejabat di Dinas Kesehatan setempat.

Sementara kliennya akan diinformasikan melalui telepon bahwa ada enam orang yang dinyatakan positif Covid-19. Hasil tes Bunda diinformasikan pada hari keempat usai tes, sedangkan limanya di hari ke sembilan dan enam lainnya belum diketahui.

"Sangat disayangkan, ketika klien kami menunggu keterangan surat resmi hasil pemeriksaan itu, pesan berantai telah muncul dan tersebar luas di media sosial. Berharap pihak kepolisian agar bisa mengusut kasus ini hingga tuntas," terang Yohannas.

Harapan itu juga disampaikan PH Klinik Bunda lainnya, Gilang Ramadhan Asar. Berharap surat resmi hasil tes usap terhadap seluruh klien BPS Bunda bisa diserahkan oleh otoritas terkait, sehingga bisa menentukan langkah apa yang akan diambil selanjutnya terkait operasional.

"Kami telah mengirimkan surat yang ditujukan pada kepala dinas daerah setempat untuk meminta kejelasan protap dan permintaan hasil resmi tes usap," ujar Gilang.

Ditambahkannya, karena belum adanya pegangan tersebut, kondisi kliennya seperti menggantung, karena tidak ada yang bisa dijadikan pegangan siapa yang positif dan siapa yang negatif dikarenakan informasi yang diterima hanya lewat lisan.

"Secara prinsip pihaknya tetap mengikuti kebijakan pemerintah terkait Covid-19, dengan tetap mengisolasi enam orang yang diinfokan positif itu," tandasnya.

Kemudian pengaduan yang setelah diberikan oleh pihak Klinik BPS Bunda yang beralamat di Jalan Bukit Ambacang, Mandiangin, Bukittinggi itu, telah diterima.

"Pengaduan itu telah kami terima dan akan ditindaklanjuti," singkat Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto. (*)

loading...
Reporter : Buliza Rahmat /  Editor : Milna Miana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]