Ternyata Ini Penyebab Pekerja Gagal Dapat Subsidi Upah dari Pemerintah


Selasa, 08 September 2020 - 20:06:03 WIB
Ternyata Ini Penyebab Pekerja Gagal Dapat Subsidi Upah dari Pemerintah Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, ebanyak 1,6 juta pekerja gagal mendapatkan bantuan subsidi gaji dari pemerintah. Meskipun datanya sudah diserahkan ke BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek.

Menurut Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto, sebanyak data 1,6 juta calon penerima bantuan subsidi gaji tersebut tidak valid.

Agus mengatakan, ada dua penyebab data 1,6 juta calon penerima tersebut tidak valid. Pertama, calon penerima bantuan tersebut gajinya di atas Rp 5 juta per bulan.

"Tadi saya sebutkan ada 1,6 juta data yang tidak valid atau tidak dapat diteruskan karena tidak sesuai dengan kriteria Permenaker. Dari 1,6 juta ini ternyata kita lihat ada 62 persen upahnya di atas Rp 5 juta. Ada ketentuan penerima BSU ini adalah di bawah Rp 5 juta," ucapnya melalui konfrensi pers secara virtual, dikutip dari Kompas.com, Selasa (8/9/2020).

Kedua, calon penerima bantuan tersebut melewati batas kepesertaan pekerja yang terdaftar di BP Jamsostek yakni 30 Juni 2020.

"Kemudian ada kepesertaannya setelah bulan Juni 2020, itu 38 persen," ucap Agus.

Agus menjelaskan, pemberi kerja atau perusahaan melalui Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia (HRD) yang bertugas mengumpulkan serta menyerahkan data pekerja penerima subsidi gaji ke BP Jamsostek, tidak memilah data terlebih dahulu.

"Kenapa bisa terjadi demikian? Karena sebagian dari perusahaan tersebut mengirimkan nama-nama karyawannya karena ada kesulitan memilah mana yang upahnya di bawah Rp 5 juta, mana yang di atas Rp 5 juta akhirnya dikirimkan semua satu glondongan gitu. Akhirnya terseleksi sama tim kita (BPJS Ketenagakerjaan)," katanya.

Selain itu para HRD juga tidak memilah data pekerjanya yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan sampai 30 Juni 2020.

Hingga 8 September pukul 06.00 WIB, BP Jamsostek telah menerima 14,5 juta data calon penerima subsidi gaji. Namun, yang tervalidasi hanya sebanyak 11,7 juta nomor rekening dan data itu dianggap bisa diserahkan ke Kementerian Ketenagakerjaan untuk diproses kembali. (*)

loading...
 Sumber : Kompas.com /  Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 18 September 2020 - 16:52:01 WIB

    Terungkap, Ternyata Ini Penyebab Ahok Blak-blakan Soal Pertamina

    Terungkap, Ternyata Ini Penyebab Ahok Blak-blakan Soal Pertamina HARIANHALUAN.COM - Menteri BUMN Erick Thohir selama ini memang meminta Komisaris Utama PT. Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk membangun tim yang kuat agar Pertamina bisa melakukan tranformasi sesuai arahan kementer.
  • Kamis, 17 September 2020 - 20:35:49 WIB

    Astaga! Jaksa Pinangki Oplas di AS Ternyata Pakai Uang Suap

    Astaga! Jaksa Pinangki Oplas di AS Ternyata Pakai Uang Suap HARIANHALUAN.COM - Jaksa Pinangki Sirna Malasari diduga melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Kejagung menyebut Pinangki menggunakan uang yang diduga suap berasal darI Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra untuk.
  • Senin, 14 September 2020 - 22:35:42 WIB

    Kasus Aktif Covid-19 di Berbagai Daerah Ternyata Mengalami Penurunan

    Kasus Aktif Covid-19 di Berbagai Daerah Ternyata Mengalami Penurunan HARIANHALUAN.COM - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Reisa Broto Asmoro, menyampaikan bahwa dari perkembangan penanganan pandemi Covid-19 di dalam negeri, rata-rata kasus aktif di berbagai daerah cenderung mengalami pen.
  • Ahad, 13 September 2020 - 10:20:09 WIB

    Ternyata Ini Alasannya Orang Terkaya RI Tolak PSBB Total DKI

    Ternyata Ini Alasannya Orang Terkaya RI Tolak PSBB Total DKI HARIANHALUAN.COM - Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total akan dimulai 14 September 2020. Keputusan ini diambil karena penambahan yang tinggi setiap harinya dan dukungan rumah sakit yang sudah dianggap darura.
  • Sabtu, 12 September 2020 - 21:34:45 WIB

    Kabar Baik, Ternyata Ada Peluang Kerjasama ASEAN & Eropa untuk Bikin Vaksin

    Kabar Baik, Ternyata Ada Peluang Kerjasama ASEAN & Eropa untuk Bikin Vaksin HARIANHALUAN.COM - Dalam sepekan terakhir, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengadakan tiga pertemuan penting, salah satunya adalah ASEAN-EU Ministerial Meeting. Dalam pertemuan tersebut Retno membahas banyak isu, termasu.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]