Anjing Pendeteksi Covid-19 Mulai Digunakan Bandara, Tingkat Akurasinya 92%


Rabu, 09 September 2020 - 09:23:57 WIB
Anjing Pendeteksi Covid-19 Mulai Digunakan Bandara, Tingkat Akurasinya 92% Bandara gunakan anjing untuk deteksi Covid-19

HARIANHALUAN.COM - Anjing terlatih mulai digunakan di bandara karena mampu mendeteksi virus pada manusia dengan akurasi 92 persen. Bandara Internasional Dubai dan Dubai World Central, misalnya, saat ini mendapatkan bantuan pemeriksaan kesehatan virus corona Covid-19 dari anjing pelacak polisi. 

Dalam proses non-invasif, petugas dari Otoritas Kesehatan Dubai mengambil sampel keringat dari setiap penumpang. Sampel tersebut kemudian ditempatkan dalam wadah dengan lubang seperti corong untuk dideteksi oleh anjing pada jarak yang aman.

Sebagaimana dilansir Lonely Planet, Rabu (9/9/2020) tentunya metode ini sangat aman terhadap anjing yang mendeteksi. Sebab tidak ada kontak langsung yang dilakukan antara anjing dan sampel atau penumpang.

Jika dari hasil pemeriksaan, anjing mendeteksi hasil positif maka penumpang akan dibawa untuk melakukan tes usap hidung atau lebih dikenal dengan swab.

Eksperimen telah dilakukan di seluruh Eropa dalam beberapa bulan terakhir untuk melihat apakah anjing pendeteksi bau dapat mengidentifikasi Covid-19. Saat ini badan amal Medical Detection Dogs telah bekerja dengan London School of Hygiene and Tropical Medicine.

Mereka melihat para anjing yang dilatih untuk mendeteksi malaria, kanker, Parkinson, dan infeksi bakteri melalui indra penciuman. Mereka dapat dilatih ulang untuk memberikan kecepatan, diagnosis virus non-invasif.

Sementara di Jerman, para peneliti dari University of Veterinary Medicine Hanover melatih anjing pelacak tentara untuk membedakan antara sampel cairan yang diambil dari pasien sehat dan mereka yang terinfeksi Covid-19.

Dari uji coba ini, anjing-anjing tersebut memiliki tingkat deteksi yang akurat sebesar 94%, dengan total 157 identifikasi positif yang benar, 792 refleksi yang benar dari sampel yang tidak terinfeksi, dan 33 hasil yang salah.

Temuan ini dipublikasikan diBMC Infectious Diseasesjournal. Tim menyimpulkan bahwa di negara-negara dengan akses terbatas ke tes diagnostik, anjing pendeteksi berpotensi dapat digunakan untuk deteksi massal terhadap orang yang terinfeksi.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk lebih memahami potensi dan batasan penggunaan anjing pendeteksi untuk mendeteksi penyakit pernapasan akibat virus.

loading...
 Sumber : okezone.com /  Editor : Rahma Nurjana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]