PLTA Rasak Bungo, Pembangkit Listrik Tertua di Indonesia yang Masih Eksis


Rabu, 09 September 2020 - 12:34:24 WIB
PLTA Rasak Bungo, Pembangkit Listrik Tertua di Indonesia yang Masih Eksis PLTA Rasak Bungo yang merupakan PLTA pertama di Indonesia hingga saat ini terus berkontribusi dalam memasok kebutuhan listrik untuk fasilitas umum di lingkungan masyarakat di sekitar.

HARIANHALUAN.COM - Jika melintas di jalur Padang-Solok, para pengendara akan disuguhkan dengan berbagai pemandangan bangunan tua menjelang sampai di pendakian Panorama 1, Sitinjau Lauik. Namun ada yang menarik. Ternyata, diantara banyak bangunan tua tersebut, ada satu bangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air yang disebut PLTA Rasak Bungo yang dibangun sejak tahun 1908 silam.

PLTA ini sendiri adalah milik PT Semen Padang yang didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1908. Setelah 112 tahun berlalu, pembangkit listrik Rasak Bungo berkapasitas energi listrik 2x500 kW itu hingga kini masih berproduksi. Bukan hanya untuk kebutuhan perusahaan, tapi energi listriknya juga dialirkan untuk menerangi fasilitas umum yang ada di lingkungan pabrik tersebut.

Kepala Unit Corporate Social Responsibility (CSR) PT Semen Padang Muhamad Ikrar mengatakan, pendistribusian listrik untuk fasilitas umum di lingkungan masyarakat sekitar perusahaan itu merupakan bagian dari program efisiensi energi berbasis pemberdayaan. Bantuan listrik untuk fasilitas umum di lingkungan perusahaan ini sudah berlangsung sejak lama. 

"Sumber aliran listrik untuk fasilitas umum itu berasal dari PLTA Rasak Bungo dan bantuan ini merupakan bagian dari program efisiensi energi berbasis pemberdayaan," kata Muhamad Ikrar, Selasa (8/9/2020).

Ikrar juga membeberkan sejumlah fasilitas umum yang listriknya dibantu sebagian besar untuk Kelurahan Indarung, di antaranya, Masjid Jabal Ramah dengan daya terpasang 3P 100/5A, Masjid Al Iktihad 2200 KWh, Kantor Pemuda Simpang Indarung dan Pos Polisi Simpang Indarung masing-masing 900 KWh.  

Kemudian, Musala Limponi dan Musala Tapi Aia masing-masing dialiri liatrik 1300 KWh, serta untuk Masjid Anur Syukur sebesar 2200 KWh, Musala Atap Genteng 900 KWh dan MTs Lubuk Kilangan sebesar 1300 KWh. "Rata-rata pemakaian liatrik untuk sejumlah fasilitas umum itu sebesar 7.500 KWh/tahun," ujarnya.

Bantuan listrik untuk fasilitas umum di lingkungan perusahaan, kata Ikrar melanjutkan, merupakan wujud dari kepedulian perusahaan terhadap masyarakat. Oleh sebab itu, ia berharap agar bantuan listrik itu dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat untuk kepentingan bersama.

Selain bantuan listrik untuk fasilitas umum di sekitar perusahaan, tambah Ikrar, Unit CSR perusahaan juga punya program pemberdayaan masyarakat yang rutin dialokasikan setiap tahun, yaitu program Basinergi Mambangun Nagari (BMN). (*)

loading...
 Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]