Batasi Masuknya Mahasiswa dan Peneliti, AS Cabut 1.000 Visa Warga China


Kamis, 10 September 2020 - 06:51:41 WIB
Batasi Masuknya Mahasiswa dan Peneliti, AS Cabut 1.000 Visa Warga China Ilustrasi

WASHINGTON, HARIANHALUAN.COM - Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah mencabut lebih dari 1.000 visa warga negara China pada pekan ini, Rabu (9/9). Langkah ini merupakan bagian dari dorongan pemerintahan Presiden Donald Trump untuk memblokir masuknya siswa dan peneliti dari China yang diyakini memiliki hubungan dengan militer.

"Mulai 8 September 2020, Departemen telah mencabut lebih dari 1.000 visa warga negara RRC yang ditemukan tunduk pada Proklamasi Presiden 10043 dan karena itu tidak memenuhi syarat untuk visa," kata juru bicara departemen Luar Negeri AS merujuk pada nama resmi Beijing, Republik Rakyat China.

Dalam pengumuman 29 Mei, Trump membatasi masuknya mahasiswa dan peneliti China tertentu ke AS. Dia mengatakan mereka digunakan dalam kampanye Beijing untuk memperoleh teknologi dan kekayaan intelektual AS yang sensitif. Departemen Luar Negeri mulai menerapkan aturan tersebut efektif 1 Juni. 

Departemen Luar Negeri memiliki kewenangan luas untuk mencabut visa dan menjalankan kewenangan tersebut. Kewenangan itu berlaku ketika informasi tentang pemegang visa mungkin tidak dapat diterima ke AS atau tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan visa.

Sebelum pengumuman departemen itu, lusinan mahasiswa China yang terdaftar di universitas AS mengatakan telah menerima pemberitahuan melalui email dari Kedutaan Besar AS di Beijing atau konsulat AS di China. Pengumuman itu menyatakan bahwa visa mereka telah dibatalkan.

Sekitar 360.000 warga negara China yang bersekolah di AS menghasilkan kegiatan ekonomi tahunan sekitar 14 miliar dolar AS, sebagian besar dari uang sekolah dan biaya lainnya. Pejabat AS mengatakan tindakan visa memengaruhi sebagian kecil dari siswa tersebut.

"Kami terus menyambut mahasiswa dan cendekiawan yang sah dari China yang tidak melanjutkan tujuan Partai Komunis China untuk mendominasi militer," kata juru bicara Departemen Luar Negeri.

loading...
 Sumber : Republika /  Editor : Rahma Nurjana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 09 Mei 2020 - 22:35:25 WIB

    Panas! Amerika Serikat Batasi Izin Tinggal Wartawan China

    Panas! Amerika Serikat Batasi Izin Tinggal Wartawan China Amerika Serikat (AS) baru saja mengeluarkan peraturan baru untuk memperketat masuknya wartawan asal China. Kebijakan ini merupakan balasan yang diberikan oleh Amerika Serikat karena tidak menerima perlakuan yang diberikan Chi.
  • Rabu, 08 April 2020 - 23:03:52 WIB

    Tak Aman, Jerman Batasi Penggunaan Zoom

    Tak Aman, Jerman Batasi Penggunaan Zoom JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Atas pertimbangan keamanan, Kementerian Luar Negeri Jerman membatasi penggunaan Zoom dalam operasional sehari-hari. Menurut Kemenlu Jerman, aplikasi video conference tersebut tidak menjamin keamana.
  • Senin, 23 Maret 2020 - 10:20:59 WIB

    Raja Salman Berlakukan Jam Malam untuk Batasi Wabah Corona

    Raja Salman Berlakukan Jam Malam untuk Batasi Wabah Corona RIYADH, HARIANHALUAN.COM – Penjaga Dua Tanah Suci, Raja Salman bin Abdulaziz, mengeluarkan perintah untuk memberlakukan jam malam di seluruh Arab Saudi, mulai Senin (23/3/2020) ini hingga 21 hari ke depan. Jam malam yang di.
  • Sabtu, 18 Januari 2020 - 22:24:14 WIB

    Pentagon Batasi Akses Senjata Bagi Kadet Militer Asing

    Pentagon Batasi Akses Senjata Bagi Kadet Militer Asing WASHINGTON, HARIANHALUAN.COM -- Pentagon pada Jumat (17/1) mengumumkan pembatasan baru akses senjata bagi kadet militer asing di pangkalan Amerika Serikat serta sejumlah langkah lainnya. Kebijakan ini diberlakukan setelah seo.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]